Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[Puisi] Rumah Berdiri di Atas Sepasang Tangan

[Puisi] Rumah Berdiri di Atas Sepasang Tangan
Siluet ibu mengendong anak. (unsplash.com /Sharosh Rajasekher)
Share Article

Sebelum fajar selesai mengeja cahaya
Ada sepasang tangan yang lebih dulu membangunkan hari
Ia menanak waktu di dalam periuk
Agar pagi beraroma harapan, bukan kekurangan

Siang datang membawa debu dan piring-piring kotor
Ia menyapu bukan hanya lantai, tetapi juga penat yang tertinggal
Mimpinya sendiri dilipat serapi pakaian di lemari
Sementara kebutuhan orang lain digantung paling depan

Menjelang senja, ia menjadi jendela yang tak pernah tertutup
Membiarkan siapa pun pulang dalam rasa tenang
Tak seorang pun mendengar engsel tubuhnya berderit
Sebab senyumnya selalu lebih dulu menyambut daripada keluhnya

Baru ketika malam selesai memadamkan lampu
Aku mengerti mengapa rumah terasa begitu hidup
Ternyata tembok hanya belajar berdiri
Tetapi sepasang tangan itulah yang selama ini menopangnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

[PUISI] Ketika Harapan Masih Bernapas

01 Jul 2026, 14:07 WIBFiction
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura

Related Articles

See More
[PUISI] Labirin Perasaan

[PUISI] Labirin Perasaan

02 Jul 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Persembahan

[PUISI] Persembahan

02 Jul 2026, 20:48 WIBFiction
[PUISI] Realitas Bayangmu

[PUISI] Realitas Bayangmu

02 Jul 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Nestapa Embun

[PUISI] Nestapa Embun

30 Jun 2026, 10:07 WIBFiction
[PUISI] Samudera Suci

[PUISI] Samudera Suci

30 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pemain Curang

[PUISI] Pemain Curang

30 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lambang Buram

[PUISI] Lambang Buram

29 Jun 2026, 17:47 WIBFiction