Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Tanpa Pamrih

[PUISI] Tanpa Pamrih
ilustrasi berdoa (pexels.com/Thirdman)
Share Article

Di senyap pagi yang belum menamai dirinya
Datang sebagai angin yang tak menuntut
Menegakkan yang hampir jatuh
Dalam bayang-bayang lentera redup

Tumbuh selayaknya akar yang memilih gelap
Di tengah badai tak punya belas kasih
Mata air yang tidak pernah menagih kembali
Membiarkan dahaga siapapun larut

Tanpa mengukur berapa banyak yang telah diambil dunia
Dalam bening, orang-orang menemukan dirinya lagi
Dari pesona kilau lembut
Seluruhnya tanpa sorak

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura

Related Articles

See More

[PUISI] Lumbung Kosong

23 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menebak Arah Dunia

[PUISI] Menebak Arah Dunia

23 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Batas Nalar

[PUISI] Batas Nalar

22 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Lembaran dan Balon

[PUISI] Lembaran dan Balon

22 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Andai Aku Cantik

[PUISI] Andai Aku Cantik

21 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Surga

[PUISI] Rahasia Surga

20 Jun 2026, 20:38 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction