Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Tanpa Pamrih

ilustrasi berdoa (pexels.com/Thirdman)
ilustrasi berdoa (pexels.com/Thirdman)

Di senyap pagi yang belum menamai dirinya
Datang sebagai angin yang tak menuntut
Menegakkan yang hampir jatuh
Dalam bayang-bayang lentera redup

Tumbuh selayaknya akar yang memilih gelap
Di tengah badai tak punya belas kasih
Mata air yang tidak pernah menagih kembali
Membiarkan dahaga siapapun larut

Tanpa mengukur berapa banyak yang telah diambil dunia
Dalam bening, orang-orang menemukan dirinya lagi
Dari pesona kilau lembut
Seluruhnya tanpa sorak

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Aku Tidak Setenang Itu

13 Des 2025, 05:38 WIBFiction
Posisi tenang

[PUISI] Harapan Fana

12 Des 2025, 16:57 WIBFiction
Seseorang memainkan piano di ruang gelap

[PUISI] Meraba dalam Gelap

11 Des 2025, 21:07 WIBFiction
ilustrasi pohon

[PUISI] Gelisah

11 Des 2025, 05:15 WIBFiction
ilustrasi bayangan hitam tubuh

[PUISI] Menemukan Tubuhku

10 Des 2025, 05:04 WIBFiction
ilustrasi ibu

[PUISI] Hidup Hari Ini

09 Des 2025, 13:07 WIBFiction
ilustrasi ombak (pexels.com/Sascha Thiele)

[PUISI] Sajak Laut

09 Des 2025, 05:04 WIBFiction