Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Tanpa Pamrih

[PUISI] Tanpa Pamrih
ilustrasi berdoa (pexels.com/Thirdman)

Di senyap pagi yang belum menamai dirinya
Datang sebagai angin yang tak menuntut
Menegakkan yang hampir jatuh
Dalam bayang-bayang lentera redup

Tumbuh selayaknya akar yang memilih gelap
Di tengah badai tak punya belas kasih
Mata air yang tidak pernah menagih kembali
Membiarkan dahaga siapapun larut

Tanpa mengukur berapa banyak yang telah diambil dunia
Dalam bening, orang-orang menemukan dirinya lagi
Dari pesona kilau lembut
Seluruhnya tanpa sorak

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hari Ini, Aku Berani Lagi

15 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction