Sumpah serapah yang mangkir
Berseru suara berisik berpikir
Menikmati bisik angin berdesir
Sesekali bersua rasa getir

Dari keluh kesah sang amatir
Kadang semesta teramat kikir
Menindas ruang takdir
Mengemas ironi di titik nadir

Biarkan secangkir kopi mengalir
Menjelma seni tak terukir
Memahami ironi takdir
Menyesap rasa, tanpa terusir