di antara hiruk pikuk manusia berdasi
di antara gagahnya manusia berseragam
kau masih berdiri di perempatan (linglung)
sembari memunguti mimpi-mimpi yang dipotong ekornya
tangan-tangan malaikat menarikmu
mengajakmu ke sebuah restoran di seberang
ke sebuah perkantoran yang megah
ke sebuah pertokoan yang ramai
juga toko besi yang hanya berjarak satu kilometer dari perempatan
akan tetapi, kau hanya berdiam diri
kecamuk di kepala membuatmu dungu
di antara hiruk pikuk yang ada
kau masih berdiri di perempatan
di antara kepak sayap mimpi orang-orang yang terbang di kepala
kau bertanya-tanya perihal sebenarnya yang kau mau
sebenarnya apa yang kau tuju
dunia apa yang sedang berada di kepalamu
![[PUISI] Yang Berkecamuk di Kepala](https://image.idntimes.com/post/20251104/pexels-muffinlandge-33863716_7dffecd1-79f7-4607-bd7b-1e65aca7ec2b.jpg)