Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Yang Tersisa dari Kita

[PUISI] Yang Tersisa dari Kita
ilustrasi perempuan melihat ke luar jendela (pexels.com/Doci)
Share Article

Jam di dinding berhenti berdetak
Saat kau pergi, waktu tak berarti
Kisah kita jadi abu lalu angin
Membawa sisa harap ke jurang masa lalu

Aku mencari jejak di kertas buram
Kalimat terhapus, tinta mengering
Rasa itu seperti kopi tanpa gula
Pahit, tapi tak kunjung selesai

Bisakah kita bangun dari mimpi ini?
Di mana senyummu pudar seperti pasir
Yang terkikis setiap gelombang datang
Kini, hanya diam yang bersisa

Lalu, apa yang tersisa dari kita?
Sebuah lagu yang lupa dihafal
Sebuah cinta yang tak sempat diucapkan
Sebuah puisi yang mati di ujung pena

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More

[PUISI] Aku Tumbuh dari Luka yang Diberi Ayah

20 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Tersentuh

[PUISI] Tak Tersentuh

16 Jun 2026, 21:07 WIBFiction