[CERPEN] Kuat Seperti Ombak, Tetap di Atas
![[CERPEN] Kuat Seperti Ombak, Tetap di Atas](https://image.idntimes.com/post/20240805/austin-neill-emh2e5sbife-unsplash-278a56089ff96480f675c88381d743fb-9c2535f4d3f1219dbaa3515f5483e762.jpg)
Di sebuah desa nelayan kecil bernama Harapan, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Bintang. Bintang sangat suka bermain dengan kapal kertas di tepi pantai. Ia sering membayangkan kapal kertasnya berlayar jauh ke samudra.
"Aku ingin kapal kertas ku bisa berlayar mengelilingi dunia," ucap Bintang pada dirinya sendiri.
Namun, setiap kali ia melemparkan kapal kertasnya ke laut, ombak besar selalu datang dan menghancurkannya. Bintang merasa sedih dan putus asa.
"Mengapa kapal kertas ku selalu hancur?" tanya Bintang pada ayahnya.
Ayah Bintang tersenyum dan berkata, "Nak, ombak itu seperti masalah yang akan selalu kita hadapi dalam hidup. Kita tidak bisa menghentikan ombak, tapi kita bisa belajar untuk tetap tenang dan kuat."
Bintang masih belum mengerti. Ia bertanya lagi, "Lalu, bagaimana caranya agar kapal kertas ku tidak hancur?"
Ayah Bintang mengambil selembar kertas dan mulai melipatnya. "Lihatlah, Nak. Kapal kertas yang kuat bukan hanya terbuat dari kertas yang bagus, tapi juga dari lipatan yang rapi dan kuat."
Bintang memperhatikan ayahnya dengan seksama. Ia mencoba membuat kapal kertas yang lebih kuat. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya ia berhasil membuat kapal kertas yang bisa bertahan lebih lama di tengah ombak.
"Aku akan terus mencoba membuat kapal kertas yang lebih kuat lagi," ucap Bintang dengan semangat.
Setiap hari, Bintang terus berlatih membuat kapal kertas. Ia tidak pernah menyerah meskipun ombak selalu datang dan menghancurkan kapal kertasnya.
Suatu hari, Bintang berhasil membuat kapal kertas yang sangat kuat. Kapal kertas itu berhasil berlayar jauh ke tengah laut. Bintang sangat senang dan bangga.
"Aku tahu, Nak," ucap ayahnya. "Semangat dan ketekunanmu akan membawamu meraih mimpi."
![[PUISI] Cinta di Atas Kebingungan](https://image.idntimes.com/post/20260523/3d4a80b4-bdab-4d18-9761-6851dbb7d767_5e65feab-c103-4420-a163-b93bfc4560df.jpeg)
![[PUISI] Aku Tidak Peduli](https://image.idntimes.com/post/20260516/pexels-rdne-6669782_864f13f3-8e6e-4c6f-a154-5ba7ca26bbbb.jpg)
![[PUISI] Lubang](https://image.idntimes.com/post/20260516/pexels-agustin-fernandez-583616497-17054321_7fccb20c-ce69-4823-978f-969f4d4807eb.jpg)
![[PUISI] Perjalanan Tanpa Peta](https://image.idntimes.com/post/20260518/pexels-ian-gabaraev-2149212079-33016052_accddd01-76ec-4d42-b685-3ab0d35ac92f.jpg)
![[PUISI] Bukan Apel Putri Salju](https://image.idntimes.com/post/20260518/gkvp-w390ptk7fzu-unsplash_0596743b-c62a-4138-976c-40e625f4e9c6.jpg)
![[PUISI] Sepatuku Tergelincir di Tepi Kota Metropolitan](https://image.idntimes.com/post/20260522/1000074437_5cb7f624-616d-410d-9989-1344bc93923b.jpg)
![[PUISI] Sepotong Rindu dan Juga Bibirmu](https://image.idntimes.com/post/20260503/shahin-khalaji-9f6cnxb8_oy-unsplash_52c25e23-5284-4bc9-b8c3-8243c3d75ddf.jpg)
![[PUISI] Malam Panjang Sang Pejuang](https://image.idntimes.com/post/20260517/inshot_20260517_162719233_6b8cd2aa-7462-429e-85c6-d0883a673d37.jpg)
![[PUISI] Berdukalah dalam Senyap](https://image.idntimes.com/post/20260516/1000217078_fe2d9a35-7d44-471b-afe8-0d947c42b7b6.jpg)
![[PUISI] Membeku](https://image.idntimes.com/post/20260120/1000271962_899a48e3-0c41-49b3-b9bd-a47a893286df.jpg)
![[PUISI] Aku Ingin Hidup, Bukan Sekadar Bertahan](https://image.idntimes.com/post/20260518/pexels-taryn-elliott-3889725_5cf79153-5c9b-4ff1-9b12-c538b7f9851c.jpg)
![[PUISI] Paragraf yang Kehilangan Makna](https://image.idntimes.com/post/20260519/free-photo-of-woman-writing-in-journal-outdoors-in-red-dress_52b7bded-0d61-40ff-a0af-6d9baeab528f.jpeg)
![[PUISI] Mutiara Kusam](https://image.idntimes.com/post/20260515/1000495098_8913633a-0c75-41f4-b4a9-8fd85bea31db.jpg)
![[PUISI] Jejak yang Tak Terbaca](https://image.idntimes.com/post/20260514/pexels-seymanur-1126723555-33734471_db3e22f5-5e9c-4d15-b80a-b15f83b5b850.jpg)
![[PROSA] Langit](https://image.idntimes.com/post/20260520/pexels-marianna-sigov-2148401730-30966671_430f69af-bf9a-4ac3-a2ca-26c7589bec0a.jpg)
![[PUISI] Rindu yang Berubah Bentuk](https://image.idntimes.com/post/20240521/pexels-cottonbro-6284266-f96a2f31398211c36c1d614d2c908814-d786b23c5a8e28bde0fa8a07426e2f89.jpg)
![[PUISI] Sajak Rindu](https://image.idntimes.com/post/20260518/pexels-mark-shepardson-2016653125-31131616_62c83cd3-a9d1-49a1-805c-e6467783ec81.jpg)
![[PUISI] Memoar dalam Rintik yang Jatuh](https://image.idntimes.com/post/20260513/pexels-th2city-10826589_d455377e-1306-47ca-b1a6-11deee0d00e5.jpg)
![[PUISI] Serangkaian Takdir yang Tak Bisa Dipilih](https://image.idntimes.com/post/20251017/pexels-jasmin-wedding-photography-619951-1415133_5ddbdfde-46f4-40bc-a554-40f4424ba069.jpg)
![[PUISI] Euforia Lawas](https://image.idntimes.com/post/20250824/screenshot-2025-08-24-144243_167e78c7-4365-4fc7-8e5a-b73d9160440b.png)