Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Bahan Makanan yang Sebaiknya Gak Disimpan Berdekatan, Apa Saja?
ilustrasi menyimpan makanan di kulkas (pexels.com/Ramon Perucho)
  • Apel dan pisang menghasilkan gas etilen yang mempercepat pematangan buah atau sayuran sensitif; simpan terpisah agar kesegarannya lebih terjaga.
  • Bawang dan kentang perlu dipisahkan karena kebutuhan penyimpanannya berbeda; kentang memerlukan ruang sejuk, gelap, berventilasi, sedangkan bawang harus kering dan tidak pengap.
  • Daging mentah harus dijauhkan dari makanan matang untuk mencegah kontaminasi silang, sementara bahan beraroma tajam perlu disimpan dalam wadah tertutup rapat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menyimpan bahan makanan di kulkas atau dapur adalah hal yang biasa kita lakukan. Selama semua bahan sudah masuk wadah dan pintu kulkas bisa ditutup, masalah beres. Padahal, posisi penyimpanan bahan makanan ternyata bisa memengaruhi kesegaran, aroma, bahkan umur simpannya, lho!

Ada beberapa bahan yang justru lebih cepat rusak ketika diletakkan terlalu berdekatan dengan makanan tertentu. Hal ini terjadi karena setiap bahan makanan memiliki karakter yang berbeda. Supaya bahan makanan di rumah tidak cepat terbuang percuma, kamu perlu tahu beberapa kombinasi yang sebaiknya tidak disimpan berdekatan sebagai berikut.

1. Apel dan buah atau sayuran yang mudah cepat matang

ilustrasi buah apel (pexels.com/Lukas Blazek)

Apel memang praktis disimpan bersama buah-buahan lain. Tapi kebiasaan menyimpan sembarangan perlu kamu ubah. Apel termasuk buah yang menghasilkan gas etilen, yaitu senyawa alami yang dapat mempercepat proses pematangan pada sejumlah buah dan sayuran. Kalau apel diletakkan terlalu dekat dengan bahan yang sensitif terhadap etilen, buah lain bisa lebih cepat matang.

Pisang, alpukat, mangga, pir, tomat, dan beberapa jenis sayuran perlu dijauhkan. Bukan berarti kamu sama sekali gak boleh menyimpan apel di kulkas bersama bahan makanan lain. Masalahnya lebih pada bagaimana kamu mengaturnya. Jika ingin membuat buah dan sayuran lebih awet, simpan apel dalam wadah terpisah, terutama dari bahan yang ingin kamu pertahankan dalam kondisi optimal lebih lama.

2. Pisang dan buah yang sensitif terhadap etilen

ilustrasi pisang (pexels.com/Viktoria Slowikowska)

Pisang sering diletakkan begitu saja di atas meja dapur bersama buah-buahan lain. Padahal, pisang juga penghasil etilen yang cukup aktif, terutama ketika proses pematangannya sedang berlangsung. Kalau kamu ingin buah tertentu tetap segar lebih lama, sebaiknya jangan menumpuknya dalam satu wadah bersama pisang.

Buah yang sensitif terhadap etilen dapat mengalami proses pematangan lebih cepat. Namun hal ini bukan berarti pisang harus selalu dimasukkan ke kulkas. Pisang yang masih mentah justru lebih baik dibiarkan pada suhu ruang hingga matang. Setelah matang, barulah kamu bisa mempertimbangkan penyimpanan yang sesuai untuk memperlambat perubahan kualitasnya.

3. Bawang dan kentang sebaiknya tidak disimpan bareng

ilustrasi sayur-mayur (pexels.com/Surya Travel)

Bawang dan kentang sama-sama sering disimpan di dapur. Sayangnya, keduanya tak cocok ditempatkan dalam satu wadah. Kentang membutuhkan tempat yang sejuk, gelap, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Sementara itu, bawang juga sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan memiliki ventilasi. Ketika keduanya disimpan terlalu berdekatan, kondisi penyimpanan bisa menjadi kurang ideal dan mempercepat kerusakan.

Jika salah satu bahan mulai membusuk atau mengeluarkan kelembapan, hal ini dapat memengaruhi bahan yang berada di dekatnya. Untuk kentang, jauhkan dari paparan cahaya karena dapat memicu pembentukan warna hijau pada kulit. Sementara bawang membutuhkan tempat yang kering dan gak pengap.

4. Daging mentah jangan diletakkan dekat makanan matang

ilustrasi potongan daging (pexels.com/Becerra Govea Photo)

Kalau berbicara soal penyimpanan makanan, kombinasi yang satu ini justru harus mendapat perhatian. Daging mentah, ayam mentah, dan seafood sebaiknya gak diletakkan berdekatan dengan makanan yang sudah matang. Alasannya bukan karena daging mentah bisa membuat makanan lain cepat busuk, melainkan karena adanya risiko kontaminasi silang.

Cairan dari daging mentah dapat mengandung mikroorganisme yang berpotensi berpindah ke makanan lain jika penyimpanannya tidak tepat. Bayangkan kamu menyimpan ayam mentah di rak paling atas, sementara wadah berisi makanan matang berada tepat di bawahnya. Jika ada cairan dari ayam yang bocor dan menetes ke makanan matang, risikonya tentu menjadi lebih besar.

5. Makanan beraroma tajam jangan dibiarkan terbuka

ilustrasi durian (pexels.com/ Alexey Demidov)

Beberapa bahan makanan memiliki aroma yang sangat kuat. Bawang putih, bawang bombai, durian, keju, ikan, dan makanan berbumbu tajam bisa membuat aroma di dalam kulkas berubah drastis. Masalahnya, aroma tersebut dapat berpindah atau diserap oleh makanan lain, terutama jika makanan berada dalam wadah terbuka. Akibatnya, bahan yang seharusnya memiliki aroma netral bisa ikut berbau.

Misalnya, kamu menyimpan potongan buah tanpa wadah di dekat makanan beraroma kuat. Selang beberapa jam, buah tersebut bisa memiliki aroma yang tak lagi segar. Karena itu, sebaiknya disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. Jika perlu, gunakan wadah kedap udara agar aromanya tidak menyebar ke seluruh bagian kulkas.

Mulai sekarang, coba perhatikan kembali bagaimana kamu mengatur bahan makanan di rumah. Memisahkan beberapa bahan yang berisiko saling memengaruhi sudah bisa menjadi langkah kecil untuk menjaga makanan tetap segar lebih lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article