5 Cara Memasak Beras Pera agar Nasi Lebih Pulen dan Teksturnya Lembut

Beras pera sering kali menghasilkan nasi dengan tekstur kering, sehingga kurang diminati dalam penyajian sehari-hari. Kondisi ini mendorong banyak orang untuk mencari cara memasak beras pera jadi pulen tanpa harus mengganti jenis beras yang digunakan.
Permasalahan tekstur nasi dari beras pera sebenarnya tidak hanya bergantung pada jenis beras itu sendiri, tetapi juga dipengaruhi oleh teknik dan bahan yang digunakan saat proses memasak. Dengan cara yang tepat serta penambahan bahan pendukung tertentu, beras pera tetap dapat diolah menjadi nasi yang lebih pulen dan lembut dikonsumsi tanpa harus mengganti jenis beras. Jadi, buat kamu yang sedang mencari tips agar beras pera bisa kembali pulen tanpa mengganti beras, maka kamu bisa sontek beberapa tips berikut ini.
1. Tepung maizena bantu beras pera menjadi pulen alami

Tepung maizena berasal dari pati jagung yang memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap dan mengikat air saat dipanaskan. Tambahkan sekitar 1 sendok makan ke air masak beras ke dalam dua cangkir beras. Lalu, aduk rata hingga maizena larut dan masaklah beras tersebut seperti biasa di rice cooker. Tepung maizena di sini akan membentuk larutan pati yang membantu mempertahankan kelembapan selama proses pemasakan.
Tidak perlu khawatir jika beras akan menjadi lengket seperti ketan karena maizena bekerja dengan cara mengisi celah mikro antar butir nasi melalui pati yang mengental. Dengan takaran yang tepat, nasi tetap terasa alami namun dengan tekstur yang lebih baik. Maizena membantu meningkatkan kualitas tekstur nasi tanpa harus mengganti jenis beras. Hal ini sangat bermanfaat dalam situasi ekonomi atau ketersediaan bahan makanan yang terbatas.
2. Menambahkan biji jagung, cocok buat diet

Berbeda dengan tepung maizena yang merupakan pati murni, biji jagung masih memiliki serat dan dinding sel. Saat dimasak, biji jagung menyerap air lalu melepaskannya kembali secara perlahan. Ini membantu mengurangi tekstur keras pada nasi. Selain itu, keberadaan biji jagung dapat memberikan variasi tekstur yang membuat nasi terasa lebih empuk saat dikunyah, meskipun butiran nasinya sendiri tidak sepulen nasi pulen premium. Penambahan jagung ini cocok untuk hidangan tertentu seperti nasi jagung, nasi goreng, maupun nasi campur, tetapi kurang ideal jika ingin nasi putih netral untuk lauk tradisional.
Buat kamu yang ingin diet dengan melihat nilai gizi, warna, dan variasi rasa, jagung menjadi pilihan yang baik.
3. Wijen dikombinasikan bersama maizena dan mentega menjadikan nasi pulen yang berkualitas

Tepung maizena berfungsi sebagai komponen utama dalam memperbaiki tekstur nasi beras pera, sedangkan mentega berperan sebagai pelengkap yang bekerja pada permukaan nasi. Kandungan lemak di dalam mentega melapisi butiran nasi sehingga memberikan sensasi lebih halus saat dikunyah.
Berbeda dengan maizena dan mentega, wijen berperan memberikan sensasi kontras yang membuat nasi terasa lebih menarik dan tidak monoton, meskipun tekstur dasar nasi berasal dari beras pera. Dengan takaran satu sendok teh maizena, setengah sendok teh mentega, dan satu sendok teh wijen; kombinasi ketiganya saling melengkapi untuk menghasilkan nasi yang lebih pulen, lembut, dan nikmat.
4. Menambahkan kacang hijau dan maizena menjadi solusi praktis untuk memperbaiki kualitas nasi

Kacang hijau mengandung pati, protein, dan serat yang terbungkus dalam struktur biji. Ketika dimasak bersama beras, kacang hijau menyerap air dan melepaskannya kembali secara perlahan. Proses ini membantu menjaga kelembapan selama pemasakan. Selain itu, keberadaan kacang hijau memberikan variasi tekstur serta meningkatkan nilai gizi nasi melalui tambahan protein nabati dan serat pangan.
Jika maizena dan kacang hijau dimasukkan ke dalam beras, maka keduanya bekerja melalui mekanisme yang berbeda namun saling melengkapi. Kombinasi ini menghasilkan nasi yang tidak terlalu kering, tetap terpisah, namun lebih nyaman dikonsumsi dibandingkan nasi beras pera tanpa perlakuan tambahan. Cara ini dapat dikonsumsi harian, terutama bagi yang menghindari penggunaan mentega maupun minyak.
5. Garam dapat membantu nasi terasa tidak terlalu kering pada beras pera

Garam dapat memengaruhi cara air berinteraksi selama proses pemasakan, sehingga nasi terasa tidak terlalu kering setelah matang. Sebab, saat dilarutkan dalam air masak, garam dapat membantu menstabilkan air selama pemanasan. Nasi jadi lebih lembap, terutama ketika nasi disimpan dalam kondisi hangat.
Fungsi utama garam pada nasi beras pera juga bermanfaat untuk meningkatkan rasa. Sedikit rasa asin membantu menonjolkan cita rasa alami nasi. Jadi, penggunaan garam harus dilakukan dengan takaran yang tepat. Jika ditambahkan terlalu banyak, garam justru dapat menghambat penyerapan air oleh beras dan menghasilkan nasi yang lebih keras serta rasa yang tidak seimbang. Oleh karena itu, garam sebaiknya digunakan dalam jumlah minimal dan ditambahkan sejak awal agar larut merata.
Penerapan teknik yang sesuai menunjukkan bahwa cara memasak beras pera jadi pulen dapat menjadi solusi praktis untuk menghasilkan nasi yang lebih lembut dan nyaman dikonsumsi.

















