Ilustrasi yaksik (pexels.com/Cats Coming)
Kalau kamu ingin rice cake yang lebih padat dan kaya isian, yaksik bisa menjadi pilihan. Berbeda dari injeolmi atau chapssaltteok yang berbentuk adonan kenyal, yaksik dibuat dari beras ketan yang dicampur bahan seperti chestnut, jujube, dan kacang pinus. Cita rasanya manis dan aromanya khas karena menggunakan bahan pemanis serta rempah tertentu. Yaksik termasuk sajian tradisional Korea yang juga dikategorikan sebagai makanan manis berbahan beras.
Untuk membuat versi yang lebih praktis, kamu bisa menyesuaikan isian menggunakan bahan yang mudah ditemukan. Kacang, kurma, atau buah kering bisa digunakan untuk memberikan rasa dan tekstur tambahan. Setelah matang, yaksik dapat dipotong menjadi bagian kecil sehingga lebih mudah disajikan sebagai camilan. Rasanya yang manis dan teksturnya yang cukup padat juga membuatnya cocok untuk menemani secangkir teh pada sore hari.
Tteok ternyata punya banyak jenis dan gak semuanya dibuat untuk hidangan gurih. Injeolmi, chapssaltteok, songpyeon, gyeongdan, dan yaksik merupakan beberapa contoh yang dapat dinikmati sebagai camilan manis. Masing-masing punya tekstur, bentuk, dan cara penyajian yang berbeda. Beberapa bahkan sudah lama menjadi bagian dari perayaan atau tradisi tertentu dalam budaya Korea.
Kalau ingin mencoba membuatnya di rumah, kamu bisa mulai dari jenis yang paling sederhana seperti injeolmi atau gyeongdan. Setelah terbiasa mengolah tepung beras ketan, kamu bisa mencoba chapssaltteok dengan berbagai isian atau songpyeon yang membutuhkan proses membentuk adonan. Gak perlu membuat semuanya sekaligus karena setiap jenis punya teknik yang berbeda. Jadi, kalau biasanya kamu mengenal rice cake Korea dari tteokbokki, kini saatnya mencoba versi manisnya.