Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hati-hati, 5 Menu Sarapan Populer Ini Bisa Merusak Ginjal!

5 min read
Hati-hati, 5 Menu Sarapan Populer Ini Bisa Merusak Ginjal!
ilustrasi organ ginjal (vecteezy.com/Titiwoot Weerawong)
  • Daging olahan, sandwich siap makan, serta roti cepat saji dapat tinggi natrium dan bahan tambahan, yang berpotensi meningkatkan tekanan darah serta beban kerja ginjal.

  • Protein shake dan protein bar perlu dikonsumsi sesuai kondisi fungsi ginjal; asupan protein tinggi dapat meningkatkan kerja penyaringan, terutama pada orang dengan penyakit ginjal.

  • Smoothie bowl, yogurt manis, dan jus bergula tambahan dapat menaikkan gula darah; memilih makanan rumahan, buah utuh, serta bahan rendah natrium membantu mengontrol asupan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sarapan sering dianggap sebagai waktu makan yang bisa dilewati begitu saja, terutama ketika kamu sedang terburu-buru menjalani aktivitas. Padahal, pilihan makanan pada pagi hari tetap perlu diperhatikan, lho, karena kebiasaan makan yang dilakukan berulang bisa memengaruhi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Ginjal termasuk organ yang punya peran penting karena membantu menyaring limbah dari darah, mengatur cairan dan mineral, serta membantu menjaga tekanan darah. Beberapa menu sarapan yang terlihat praktis bahkan dianggap sehat ternyata bisa mengandung banyak natrium, gula tambahan, protein, atau bahan tambahan tertentu. Karena itu, ada baiknya kamu lebih cermat memilih menu sarapan supaya gak memberikan beban berlebihan pada ginjal.

Yuk, kenali beberapa menu sarapan populer yang sebaiknya gak terlalu sering dikonsumsi demi menjaga kesehatan ginjal.

  1. 1. Daging olahan seperti bacon dan sosis kalkun

    ilustrasi masak daging bacon dan telur
    ilustrasi masak daging bacon dan telur (freepik.com/Drazen Zigic)

    Bacon dan sosis berbahan kalkun sering dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat dibandingkan produk berbahan daging babi. Namun, setelah diproses menjadi daging olahan, makanan ini tetap bisa mengandung cukup banyak natrium. Melanie Betz, M.S., RD, CSR, FNKF, FAND, menjelaskan bahwa konsumsi natrium berlebihan perlu dihindari untuk membantu menjaga tekanan darah dan mengurangi beban kerja ginjal.

    Menurut penelitian dalam International Journal of Molecular Sciences, asupan natrium memiliki kaitan dengan kesehatan ginjal dan penyakit ginjal kronis. Selain natrium, sejumlah produk daging olahan juga dapat mengandung bahan tambahan berupa kalium dan fosfor. Betz menjelaskan bahwa kalium dan fosfor dalam bentuk bahan tambahan dapat lebih mudah diserap tubuh dibandingkan mineral alami dari sejumlah makanan utuh.

  2. 2. Protein shake dan protein bar

    ilustrasi protein bar
    ilustrasi protein bar (freepik.com/freepik)

    Protein shake dan protein bar memang praktis, terutama ketika kamu ingin sarapan sambil mengejar aktivitas atau sedang berusaha meningkatkan asupan protein. Masalahnya, konsumsi protein dalam jumlah tinggi gak selalu lebih baik bagi kesehatan ginjal, terutama apabila fungsi ginjal sudah mengalami gangguan. Lindsay Ducharme, RD, CSR, LDN, menjelaskan bahwa kebutuhan protein perlu disesuaikan dengan kondisi fungsi ginjal seseorang.

    Menurut penelitian dalam Journal of the American Society of Nephrology, pola makan tinggi protein dapat memberikan dampak berbeda tergantung kondisi kesehatan ginjal. Pada orang yang mengalami penyakit ginjal, konsumsi protein dalam jumlah tinggi dapat meningkatkan pekerjaan ginjal dalam menyaring hasil pemecahan protein. Betz juga menjelaskan bahwa pola makan tinggi protein, terutama dari sumber hewani, dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal pada orang dengan penyakit ginjal.

  3. 3. Sandwich sarapan dan roti siap makan

    ilustrasi menu sarapan
    ilustrasi menu sarapan (pexels.com/David Brown)

    Sandwich sarapan beku atau siap makan memang terasa sebagai solusi ketika pagi hari kamu gak punya banyak waktu. Namun, makanan praktis seperti ini sering menggabungkan daging olahan, keju, saus, dan roti dalam satu menu sehingga kandungan natriumnya bisa cukup tinggi. Ducharme menjelaskan bahwa konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, sementara tekanan darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak fungsi ginjal.

    Kandungan natrium juga gak selalu berasal dari daging atau keju. Roti cepat saji seperti biskuit, pancake, dan waffle dapat memberikan tambahan natrium karena penggunaan baking powder atau baking soda dalam proses pembuatannya. Betz menyarankan pembuatan menu tersebut sendiri di rumah agar jumlah bahan yang digunakan bisa lebih mudah dikendalikan. Kamu juga dapat memilih bahan dengan kandungan natrium lebih rendah untuk membuat sarapan yang lebih ramah bagi ginjal.

  4. 4. Smoothie bowl dan yogurt dengan gula tambahan

    ilustrasi smoothie bowl
    ilustrasi smoothie bowl (vecteezy.com/Siraphol Siricharattakul)

    Smoothie bowl atau yogurt dengan granola sekilas terlihat seperti pilihan sarapan yang sehat. Namun, produk yang dibeli dari restoran atau toko bisa mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi, terutama jika menggunakan yogurt berperisa, granola manis, sirup, atau bahan pemanis lainnya. Betz menjelaskan bahwa smoothie bowl dari restoran sering kali mengandung banyak gula tambahan meskipun tampilannya dipenuhi buah.

    Menurut Betz, kadar gula darah yang tinggi dapat memberikan dampak buruk terhadap ginjal, sementara diabetes merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal. Karena itu, membatasi asupan gula tambahan dapat membantu menjaga kadar gula darah sekaligus mendukung kesehatan ginjal dalam jangka panjang. Alternatifnya, kamu bisa membuat smoothie bowl sendiri menggunakan yogurt tawar (plain yogurt), buah segar atau buah beku, serta chia seed atau kacang-kacangan sebagai tambahan serat dan protein nabati.

  5. 5. Jus dengan gula tambahan

    ilustrasi makan buah semangka
    ilustrasi makan buah semangka (magnific.com/jcomp)

    Jus buah sering dianggap sebagai bagian dari sarapan sehat karena berasal dari buah. Namun, kamu perlu memperhatikan apakah minuman tersebut mengandung gula tambahan dan seberapa banyak buah yang benar-benar digunakan. Berbeda dengan buah utuh, sebagian besar jus memiliki kandungan serat yang jauh lebih sedikit sehingga gula dapat diserap tubuh lebih cepat dan menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

    Menurut penelitian dalam Frontiers in Nutrition, konsumsi minuman berpemanis berkaitan dengan risiko penyakit ginjal kronis, dengan kondisi metabolik turut berperan dalam hubungan tersebut. Penelitian dalam Nutrition Bulletin juga membahas perbedaan antara konsumsi buah utuh dan jus buah, termasuk peran serat dalam pola konsumsi keduanya. Betz juga menjelaskan bahwa jus dapat membuat seseorang mengonsumsi kalium dalam jumlah besar dengan lebih mudah dibandingkan ketika mengonsumsi buah utuh.

    Menjaga kesehatan ginjal sebenarnya gak harus dimulai dari perubahan besar. Kamu bisa memulainya dengan memperhatikan menu sarapan yang dikonsumsi secara rutin, terutama makanan tinggi natrium, gula tambahan, dan bahan yang sangat diproses.

    Membuat lebih banyak makanan sendiri di rumah dapat membantu mengontrol kandungan garam dan bahan tambahan yang masuk ke tubuh. Selain itu, memperbanyak buah dan sayuran, memilih sumber protein nabati, serta memenuhi kebutuhan cairan juga dapat mendukung kesehatan ginjal.

    Betz menekankan bahwa kebutuhan cairan setiap orang gak selalu sama karena dipengaruhi ukuran tubuh, aktivitas, serta kondisi kesehatan. Jika kamu sudah memiliki penyakit ginjal, kebutuhan protein, kalium, fosfor, dan cairan juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Ducharme menyarankan orang dengan penyakit ginjal berkonsultasi secara rutin dengan ahli diet terdaftar karena kebutuhan nutrisi dapat berbeda berdasarkan hasil pemeriksaan, riwayat kesehatan, dan tujuan kesehatan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More