ilustrasi makan buah semangka (magnific.com/jcomp)
Jus buah sering dianggap sebagai bagian dari sarapan sehat karena berasal dari buah. Namun, kamu perlu memperhatikan apakah minuman tersebut mengandung gula tambahan dan seberapa banyak buah yang benar-benar digunakan. Berbeda dengan buah utuh, sebagian besar jus memiliki kandungan serat yang jauh lebih sedikit sehingga gula dapat diserap tubuh lebih cepat dan menyebabkan lonjakan kadar gula darah.
Menurut penelitian dalam Frontiers in Nutrition, konsumsi minuman berpemanis berkaitan dengan risiko penyakit ginjal kronis, dengan kondisi metabolik turut berperan dalam hubungan tersebut. Penelitian dalam Nutrition Bulletin juga membahas perbedaan antara konsumsi buah utuh dan jus buah, termasuk peran serat dalam pola konsumsi keduanya. Betz juga menjelaskan bahwa jus dapat membuat seseorang mengonsumsi kalium dalam jumlah besar dengan lebih mudah dibandingkan ketika mengonsumsi buah utuh.
Menjaga kesehatan ginjal sebenarnya gak harus dimulai dari perubahan besar. Kamu bisa memulainya dengan memperhatikan menu sarapan yang dikonsumsi secara rutin, terutama makanan tinggi natrium, gula tambahan, dan bahan yang sangat diproses.
Membuat lebih banyak makanan sendiri di rumah dapat membantu mengontrol kandungan garam dan bahan tambahan yang masuk ke tubuh. Selain itu, memperbanyak buah dan sayuran, memilih sumber protein nabati, serta memenuhi kebutuhan cairan juga dapat mendukung kesehatan ginjal.
Betz menekankan bahwa kebutuhan cairan setiap orang gak selalu sama karena dipengaruhi ukuran tubuh, aktivitas, serta kondisi kesehatan. Jika kamu sudah memiliki penyakit ginjal, kebutuhan protein, kalium, fosfor, dan cairan juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Ducharme menyarankan orang dengan penyakit ginjal berkonsultasi secara rutin dengan ahli diet terdaftar karena kebutuhan nutrisi dapat berbeda berdasarkan hasil pemeriksaan, riwayat kesehatan, dan tujuan kesehatan.