5 Soft Cheese Khas Italia yang Paling Sering Dipakai untuk Bikin Dessert

Keju sering diolah menjadi berbagai hidangan lezat, mulai dari sekadar topping, saus, hingga bahan utama membuat dessert. Salah satu jenis keju yang mudah dijumpai di pasaran adalah keju lunak atau soft cheese. Sesuai dengan namanya, jenis keju punya tekstur yang lembut dan mudah dijadikan olesan, isian, maupun topping.
Soft cheese umumnya berupa keju segar sehingga memiliki rasa yang ringan, kadar air tinggi, lembut, mudah dioleskan, dan memberikan sensasi menyegarkan di mulut. Oleh sebab itu, soft cheese untuk membuat dessert. Bagi kamu yang mau bikin dessert, bisa menggunakan salah satu dari soft cheese Italia yang paling populer berikut ini.
1. Robiola

Keju robiola diyakini berasal dari wilayah Piedmont, Italia yang dibuat sejak abad ke-14. Namanya mungkin kurang familier di telinga, tapi keju ini termasuk yang paling populer di Italia. Seringkali dibandingkan dengan keju brie dan camembert.
Robiola terbuat dari campuran susu sapi, domba, dan kambing yang dipanaskan serta dikentalkan menggunakan rennet. Dadih yang dihasilkan kemudian dipotong dan ditiriskan, lalu keju dicetak serta dimatangkan selama beberapa minggu. Selama proses aging, keju akan membentuk kulit yang mengembang dan bagian dalamnya menjadi lembut serta creamy.
Keju ini rasanya ringan, sedikit asam, dan sedikit manis. Teksturnya lembut dan creamy, bagian dalam agak encer dengan kulit tipis yang mengembang. Aromanya lembut dan bersahaja dengan sedikit jamur dan kacang-kacangan.
Rasanya yang kompleks membuat keju ini dapat digunakan dalam berbagai hidangan, termasuk roti, crackers, hingga buah segar. Meski sering digunakan dalam hidangan pasta dan pizza, tetapi dapat menjadi campuran dessert. Biasanya dessert yang menggunakan keju ini antara lain cheesecake, cheese tart, dan bavarois dengan tambahan rasa maupun irisan buah segar.
2. Stracchino

Jenis keju asal Italia lain yang lebih lembut, yaitu stracchino. Keju ini berasal dari Lombardy, Italia bagian utara. Terbuat dari susu sapi yang dibiarkan merumput dengan bebas, tetapi versi modernnya dapat menggunakan susu pasteurisasi.
Proses pembuatannya lebih cepat dibanding keju robiola. Susu dipanaskan hingga suhu tertentu dan diberi tambahan renner, proses ini hanya beberapa jam. Setelah susu menggumpal, dipotong dan dimasukkan ke dalam cetakan, whey dipisahkan selama proses ini.
Kemudian keju diberi sedikit garam dan dimatangkan dalam waktu singkat, biasanya hanya beberapa hari. Oleh sebab itu, rasanya ringan, sedikit asam, dan segar. Kulitnya tipis, hampir tidak terlihat, teksturnya yang lembut, hampir mudah dioleskan, sehingga ideal untuk berbagai hidangan.
Stracchino punya banyak varian, tergantung pada daerah di mana dibuat dan lamanya waktu pematangan. Keju ini cocok untuk membuat dessert berupa kue dengan rasa manis dengan sedikit gurih. Beberapa di antaranya meliputi della duchessa, tartlets, dan flatbread.
3. Ricotta

Kamu tentu sudah sering mendengar keju ricotta dalam berbagai resep makanan Barat, terutama dari Italia. Keju ini memang populer dan sangat dihargai karena keserbagunaannya. Ricotta dapat digunakan untuk hidangan manis atau gurih, panas atau dingin, makan langsung maupun dimasak hingga matang.
Ricotta dibuat menggunakan air dadih (whey) yang tersisa dari produksi keju lain, kemudian dimasak ulang. Sering ditambahkan susu sapi, domba, kambing, atau kerbau. Namun, juga dibuat hanya menggunakan susu, terutama susu sapi.
Rasanya yang ringan, sedikit manis, dan creamy. Teksturnya halus dan lembut sehingga cocok untuk membuat dessert. Keju ini menjadi andalan dalam kuliner Sisilia, seperti cannoli, crispelle, cassata, hingga es krim dan gelato.
4. Burrata

Burrata merupakan keju segar dari Apulia, Italia bagian selatan. Keju ini dibuat dari susu sapi segar dengan proses mirip mozarella. Bagian kulitnya luarnya dari mozarella, sementara bagian dalamnya berupa campuran krim dan dadih.
Cara membuatnya, susu sapi ditambahkan rennet dan dipanaskan untuk membentuk dadih. Kemudian dadih diregangkan dan dibentuk menjadi kantong, yang diisi dengan campuran krim serta stracciatella. Kantong tersebut diikat dengan hati-hati agar isian krimnya tetap utuh.
Keju burrata memiliki tekstur yang lembut dan halus. Rasanya kaya, seperti mentega. Sama seperti jenis keju sebelumnya, burrata juga serbaguna. Namun, kalau ingin membuat dessert menggunakan burrata, sebaiknya mengombinasikannya dengan buah segar, cokelat, cookies, atau menjadikannya es krim.
5. Mascarpone

Satu lagi soft cheese Italia yang paling populer untuk membuat dessert, yaitu mascarpone. Keju tersebut berasal dari wilayah yang sama dengan stracchino, Lombardy. Profil rasa yang lembut, ringan, dan manis membuatnya sering disandingkan dengan cheese cream dan ricotta.
Mascarpone terbuat dari krim susu sapi dan tinggi lemak. Ciri khas yang membuat keju ini mewah adalah teksturnya yang lembut, halus, dan lumer di mulut. Rasanya ringan dan sedikit manis sehingga cocok untuk dessert manis, tapi tetap dapat digunakan dalam hidangan gurih.
Di Italia, mascarpone sering digunakan sebagai isian atau topping untuk dessert. Keju ini merupakan bahan penting dalam dessert klasik Italia, seperti tiramisu, cheesecake, dan cannoli. Kamu juga bisa menggunakannya sebagai pelengkap dessert yang menggunakan buah segar, terutama beri.
Tekstur yang lembut, creamy, dan rasanya yang ringan membuat kelima soft cheese Italia tersebut populer untuk membuat dessert. Sebagian menjadi bahan penting untuk hidangan klasik di negara asalnya. Ada keju favoritmu?


















