Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
9 Makanan yang Berbahaya jika Dipanaskan Ulang, Jangan Sepelekan!
ilustrasi sayur bayam (pixabay.com/Abank_88)

Siapa di antara kamu yang hobi banget menyimpan makanan di kulkas agar tinggal dipanaskan pas mager masak? Guys, kebiasaan ini emang penyelamat buat kaum super sibuk yang ingin hemat waktu dan praktis. Apalagi kalau kamu tipe yang sering masak porsi besar sekaligus demi menghemat budget bulanan. Namun, tahu gak kalau kebiasaan makanan yang berbahaya jika dipanaskan ulang ini bisa jadi bumerang buat kesehatan kamu, lho?

Kalau kamu asal menaruh sisa makanan ke microwave atau wajan tanpa tahu aturannya, siap-siap saja menghadapi risiko kesehatan yang gak main-main. Mulai dari sakit perut, diare, sampai risiko jangka panjang yang bisa bikin badan kamu tumbang. Jad yuk, mulai sekarang lebih selektif lagi demi menjaga tubuh tetap fit dan produktif menjalani hari!


1. Bayam yang berubah jadi racun

ilustrasi bayam (pexels.com/Jacqueline Howell)

Bayam adalah sayuran hijau yang kaya akan zat besi dan nitrat tinggi yang sangat baik untuk tubuh. Namun, sayuran ini menduduki kasta tertinggi dalam daftar makanan yang berbahaya jika dipanaskan ulang. Ketika kamu memanaskan bayam untuk kedua kalinya, kandungan nitrat alami di dalamnya akan berubah menjadi nitrit. Nantinya nitrit ini bisa berubah lagi menjadi zat karsinogenik yang memicu kanker.

Daripada kamu menimbun penyakit, lebih baik masak bayam dalam porsi sekali habis saja, ya. Kalaupun terpaksa bersisa, mending dimakan dalam kondisi dingin atau dijadikan campuran smoothies gurih. 


2. Nasi sisa semalam pembawa bakteri

ilustrasi nasi putih (unsplash.com/Pille R. Priske)

Nasi putih menjadi makanan pokok yang paling sering berakhir di dalam magic com selama berhari-hari. Masalah utamanya sebenarnya bukan terletak pada suhu panasnya, melainkan pada cara penyimpanan sebelum dipanaskan. Nasi yang dibiarkan di suhu ruangan terlalu lama bakal memicu spora bakteri bernama Bacillus cereus yang dapat berkembang biak dengan cepat. Ketika kamu memanaskannya kembali, bakteri ini justru menghasilkan racun yang tahan panas dan bisa memicu muntaber, lho.

Jadi, kalau nasi kamu sudah telanjur dingin di meja makan lebih dari dua jam, mending jangan dipanaskan lagi, deh. Solusi terbaiknya, langsung masukkan nasi sisa ke dalam wadah kedap udara dan simpan di kulkas begitu suhunya turun. Pas mau dimakan lagi, pastikan kamu memanaskannya sampai benar-benar panas menyeluruh, bukan cuma hangat kuku doang, ya.


3. Ayam yang bikin pencernaan kacau

ilustrasi ayam goreng (pexels.com/Harry Dona)

Ayam goreng atau ayam gulai sisa semalam emang selalu menggoda buat dijadikan menu sarapan kilat. Namun kamu harus tahu kalau ayam punya komposisi protein yang sangat kompleks dan padat, lho. Saat ayam mengalami proses pemanasan berulang, struktur protein di dalamnya akan pecah dan mengalami denaturasi. Perubahan struktur kimia inilah yang sering banget bikin lambung kamu kaget dan berakhir dengan masalah pencernaan alias diare, deh.

Agar perut kamu gak sakit, ada trik khusus kalau memang terpaksa harus memanaskan ayam sisa, nih. Gunakan api yang sangat kecil dan pastikan seluruh bagian ayam panas merata sampai ke tulang dalam waktu singkat. Atau kalau mau lebih aman, kamu bisa menyuwir ayam dingin tersebut untuk dijadikan toping bubur atau isian roti tanpa perlu memanaskannya berkali-kali.


4. Jamur yang memicu masalah jantung

ilustrasi jamur tiram (pexels.com/Irina Novikova)

Jamur menjadi salah satu bahan makanan yang paling rentan layu dan cepat sekali mengalami degradasi setelah dimasak. Kandungan protein dan mikroorganisme baik dalam jamur akan langsung rusak begitu terkena suhu panas untuk kedua kalinya, lho. Jadi, selain bisa mengacaukan sistem pencernaan, perubahan komposisi ini juga disinyalir kurang baik untuk kesehatan kardiovaskular atau jantung kamu.

Lebih baik kamu langsung menghabiskan hidangan jamur sesaat setelah matang. Kalau memang porsinya kebanyakan, simpan sisa jamur di dalam kulkas dan makan dalam kondisi dingin keesokan harinya.

5. Telur yang melepaskan zat toksik

ilustrasi telur ayam (pexels.com/Klaus Nielsen)

Sebagai sumber protein murah meriah andalan anak kos, telur memang juara banget dalam hal kepraktisan. Namun, memanaskan ulang telur, baik itu telur rebus, dadar, maupun ceplok, sangat gak direkomendasikan. Suhu panas yang tinggi akan mengubah kandungan nitrogen dalam telur menjadi racun karsigenik. Selain itu, aroma belerang yang menyengat biasanya akan muncul sebagai tanda bahwa nutrisinya sudah rusak, lho.

Bayangkan betapa ruginya kamu kalau dapet asupan racun alih-alih dapat protein buat energi harian. Mulai sekarang kalau bikin telur dadar atau ceplok, pastikan langsung dihabiskan dalam sekali makan saja. Kalaupun ada sisa telur rebus, mending kamu hancurkan dan campur dengan sedikit mayones untuk dijadikan isian sandwich dingin yang lezat.

6. Kentang yang mengundang botulisme

ilustrasi menggoreng kentang (pexels.com/Ron Lach)

Kentang rebus atau kentang goreng sering disisakan karena porsinya yang bikin cepat kenyang. Bahaya utama kentang bukan terletak pada proses pemanasannya, melainkan cara mendinginkannya setelah dimasak. Jika kentang yang sudah dimasak dibiarkan mendingin di suhu ruangan begitu saja, bakteri Clostridium botulinum yang langka bisa tumbuh subur. Memanaskannya kembali di microwave sering kali gak cukup panas untuk membunuh bakteri berbahaya ini.

Daripada kamu mengambil risiko terkena keracunan makanan yang parah, mending langsung masukkan kentang ke kulkas setelah selesai dimasak. Jangan biarkan kentang tergeletak layu di atas meja makan berjam-jam, apalagi kalau masih terbungkus aluminium foil. Kalau ingin dipanaskan ulang, pastikan kamu menggunakan oven dengan suhu tinggi sampai bagian dalamnya benar-benar panas merata.


7. Seledri yang memicu hemoglobin abnormal

ilustrasi tanaman seledri (pexels.com/Greta Hoffman)

Sama seperti bayam, seledri yang sering jadi pelengkap semangkuk bakso atau sup ini juga kaya akan kandungan nitrat. Ketika sup yang berisi seledri dipanaskan berulang kali, nitrat tersebut akan berubah menjadi nitrit yang beracun bagi tubuh. Konsumsi nitrit berlebih bisa mengganggu kemampuan sel darah merah dalam mengedarkan oksigen atau yang dikenal dengan istilah methemoglobinemia.

Jadi, trik cerdas buat kamu yang hobi masak sup dalam porsi besar adalah memisahkan seledrinya, ya. Masukkan seledri segar hanya pada porsi sup yang akan kamu santap saat itu juga. Sisa sup di panci besar biarkan polos tanpa seledri, sehingga aman saat harus dipanaskan kembali keesokan harinya tanpa merusak kualitas darah kamu.


8. Minyak goreng yang membentuk radikal bebas

ilustrasi minyak goreng (pexels.com/RODNAE Productions)

Memanaskan minyak goreng sisa atau minyak jelantah jadi kebiasaan hemat yang paling sering dilakukan di dapur rumah tangga. Padahal, minyak yang dipanaskan melampaui titik asapnya berkali-kali akan mengalami oksidasi yang sangat parah. Proses ini mengubah struktur lemak baik menjadi lemak trans dan melepaskan senyawa akrolein yang bersifat karsinogenik. Selain itu, radikal bebas yang terbentuk di dalam minyak rusak ini bisa mempercepat penuaan dini pada kulit kamu, lho.

Niatnya mau hemat minyak, tapi malah bayar mahal buat perawatan kulit dan kesehatan di masa depan kan sayang. So, batasi pemakaian minyak goreng maksimal hanya untuk dua kali penggorengan saja, asalkan warnanya belum berubah gelap. Kalau minyaknya sudah hitam dan berbau tengik, langsung buang dan jangan pernah dipakai lagi demi investasi kesehatan jangka panjang.


9. Lobak yang merusak sistem internal

ilustrasi lobak (pexels.com/Lum3n)

Lobak sering kali ditemukan dalam hidangan soto atau sup sehat karena teksturnya yang lembut dan segar. Sayangnya, lobak juga termasuk dalam keluarga sayuran akar yang memiliki akumulasi nitrat cukup tinggi dari dalam tanah, lho. Memanaskan hidangan dari lobak secara berulang akan memicu reaksi kimia berbahaya yang mengubah nutrisinya menjadi zat toksik. Efek ringannya bisa bikin kamu kembung, sedangkan efek jangka panjangnya bisa mengiritasi dinding lambung.

Jika kamu memasak menu masakan yang menggunakan lobak, usahakan untuk selalu menghabiskannya dalam hari yang sama. Kalau memang gak habis, pisahkan potongan lobak dari kuahnya sebelum kamu menyimpan sisa sup ke dalam lemari es. Langkah kecil ini bakal menyelamatkan sistem pencernaan kamu dari gangguan yang gak perlu.

Memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh menjadi bentuk investasi jangka panjang yang paling murah dan mudah. Mengurangi kebiasaan memproses ulang makanan yang berbahaya jika dipanaskan ulang bakal bikin tubuh kamu lebih segar dan bebas dari ancaman penyakit tersembunyi. Yuk, lebih bijak lagi dalam mengolah makanan demi hidup yang lebih sehat dan bahagia!




This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article