ilustrasi daging sapi (vecteezy.com/Irina Kvyatkovskaya)
Daripada langsung mencuci daging begitu sampai rumah, ada urutan penanganan yang lebih baik untuk menjaga kualitas daging tetap optimal. Pertama, keluarkan daging dari kemasannya dan periksa kondisinya. Kalau tidak ada kotoran kasar yang terlihat, daging bisa langsung dibumbui atau dimasak tanpa perlu dibilas sama sekali.
Kalau daging memang perlu dibersihkan, lakukan dengan cepat lalu segera keringkan permukaannya sebelum mulai membumbui. Untuk daging yang akan dipanggang atau di-sear, pastikan permukaan daging benar-benar kering sebelum masuk ke wajan panas agar hasilnya maksimal. Kebiasaan kecil seperti ini yang membedakan masakan rumahan yang biasa-biasa saja dengan masakan yang tekstur dan rasanya benar-benar memuaskan.
Dicuci atau tidaknya daging sapi sebelum masak ternyata punya dampak langsung pada hasil akhir di piring. Daging yang ditangani dengan tepat sejak awal akan lebih mudah menyerap bumbu, lebih baik teksturnya, dan lebih enak rasanya.
Kenapa banyak chef menyarankan daging sapi tidak dicuci? | Karena mencuci daging mentah bisa menyebabkan cipratan air yang membawa bakteri menyebar ke wastafel, talenan, meja dapur, dan peralatan masak lainnya. Kondisi ini disebut kontaminasi silang. |
Apakah mencuci daging sapi bisa membuat teksturnya berubah? | Bisa. Permukaan daging yang terlalu basah akan lebih sulit menghasilkan efek kecokelatan saat dimasak dan berpotensi membuat teksturnya lebih lembek atau alot. |
Kalau tidak dicuci, bagaimana cara membersihkan daging sapi? | Biasanya cukup dilap menggunakan tisu dapur bersih untuk menghilangkan darah, serpihan tulang, atau kotoran kecil di permukaannya. |
Apakah semua bagian sapi tidak boleh dicuci? | Tidak. Beberapa bagian seperti jeroan, babat, atau usus tetap perlu dicuci karena lebih rentan menyimpan kotoran dan sisa isi pencernaan. |