Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Ciri Daging Sapi Segar di Pasar yang Wajib Kamu Perhatikan

5 Ciri Daging Sapi Segar di Pasar yang Wajib Kamu Perhatikan
ilustrasi daging (unsplash.com/Sergey Kotenev)
Intinya Sih
  • Memilih daging sapi segar penting karena memengaruhi rasa, tekstur, dan daya tahan masakan; kesalahan memilih bisa membuat hasil masakan alot atau cepat rusak.
  • Ciri utama daging segar meliputi warna merah cerah, tekstur kenyal saat ditekan, aroma alami tidak menyengat, serta permukaan lembap tanpa lendir.
  • Lemak berwarna putih kekuningan dan tampak bersih menandakan kualitas baik; mengenali ciri ini membantu mendapatkan bahan masakan yang aman dan lezat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Memilih daging sapi segar di pasar membutuhkan perhatian yang lebih teliti karena kualitas daging sangat memengaruhi rasa dan tekstur masakan. Daging yang masih bagus biasanya menghasilkan olahan yang lebih empuk, aroma masakannya lebih sedap, dan bumbu lebih mudah meresap saat dimasak. Jika salah memilih, hasil masakan bisa terasa alot, berbau kurang enak, atau cepat rusak meskipun baru disimpan sebentar.

Banyak orang hanya melihat warna daging saat membeli, padahal ada beberapa tanda lain yang sama pentingnya untuk diperhatikan. Kondisi permukaan, aroma, hingga tekstur saat disentuh bisa memberi petunjuk apakah daging masih segar atau sudah terlalu lama dipajang. Berikut beberapa ciri yang bisa membantu kamu memilih daging sapi berkualitas saat berbelanja di pasar.

1. Warna daging terlihat merah segar

Potongan daging sapi mentah berwarna merah segar di atas piring batu hitam dengan daun ketumbar hijau di sampingnya.
ilustrasi daging (unsplash.com/David Foodphototasty)

Daging sapi yang masih segar biasanya memiliki warna merah cerah dan tampak bersih saat terkena cahaya. Warna seperti ini menunjukkan kondisi jaringan daging masih baik dan belum mengalami perubahan akibat penyimpanan terlalu lama. Tampilan permukaannya juga terlihat lebih hidup dan tidak kusam.

Jika warna daging mulai berubah menjadi cokelat gelap atau abu-abu di banyak bagian, kualitasnya sudah mulai menurun. Perubahan warna tersebut sering muncul karena daging terlalu lama terkena udara atau disimpan dalam kondisi yang kurang baik. Sebaiknya pilih potongan yang warnanya merata agar hasil masakan lebih maksimal.

2. Tekstur terasa kenyal saat ditekan

Dua potong daging sapi mentah di atas meja batu hitam dengan garam, bawang putih, rosemary, dan pisau dapur di sekitarnya.
ilustrasi daging mentah (unsplash.com/Sergey Kotenev)

Daging segar memiliki serat yang masih padat sehingga terasa kenyal saat ditekan perlahan menggunakan jari. Setelah ditekan, permukaannya akan kembali ke bentuk semula dan tidak meninggalkan bekas cekungan yang dalam. Kondisi seperti ini menunjukkan jaringan daging masih bagus.

Sebaliknya, daging yang terlalu lembek atau mudah hancur menandakan kualitasnya sudah berkurang. Tekstur yang terlalu lunak juga bisa menjadi tanda penyimpanan yang kurang higienis. Pilihan daging dengan serat yang masih kokoh akan memberi hasil masakan yang lebih enak saat dimasak lama maupun cepat.

3. Aroma daging tidak menyengat

Potongan daging sapi merah segar dengan serat lemak putih yang terlihat jelas di atas permukaan meja pemotongan.
ilustrasi daging (unsplash.com/Cindie Hansen)

Daging sapi segar memiliki aroma khas yang ringan dan tidak menusuk hidung. Saat didekatkan, baunya terasa alami tanpa kesan asam atau amis berlebihan. Aroma seperti ini menandakan kondisi daging masih layak diolah.

Jika tercium bau tajam, asam, atau sedikit busuk, sebaiknya hindari membeli daging tersebut. Aroma yang berubah biasanya menandakan adanya aktivitas bakteri akibat penyimpanan terlalu lama. Meskipun warna daging masih terlihat cukup bagus, perubahan bau tetap menjadi tanda penting yang tidak boleh diabaikan.

4. Permukaan tidak berlendir

Potongan daging sapi mentah dengan marbling lemak di atas meja hitam, dikelilingi tomat, bawang, bawang putih, dan rempah segar.
ilustrasi daging mentah (unsplashc.com/Sergey Kotenev)

Saat disentuh, permukaan daging segar terasa lembap alami tanpa lapisan licin yang berlebihan. Kondisi ini menunjukkan daging masih dalam keadaan baik dan belum mengalami perubahan tekstur akibat pembusukan. Bagian luarnya juga terlihat bersih tanpa cairan keruh yang menumpuk.

Daging yang mulai berlendir biasanya terasa lengket di tangan dan tampak terlalu basah. Lapisan seperti ini menjadi tanda bahwa kualitasnya sudah menurun dan tidak aman disimpan terlalu lama. Sebaiknya pilih daging dengan permukaan yang terasa bersih dan tidak licin.

5. Lemak berwarna cerah dan tidak kusam

Potongan daging sapi mentah dengan lapisan lemak putih di atas permukaan meja kayu berwarna gelap.
ilustrasi lemak daging (unsplash.com/Curated Lifestyle)

Bagian lemak pada daging sapi segar umumnya berwarna putih kekuningan dengan tampilan yang bersih. Teksturnya terlihat padat dan tidak mudah hancur saat disentuh. Kondisi lemak juga bisa menjadi penanda kualitas keseluruhan daging.

Jika lemak terlihat pucat, terlalu lembek, atau mulai berubah warna menjadi kusam, kualitas daging kemungkinan sudah menurun. Lemak yang tidak segar juga bisa memengaruhi aroma masakan saat dimasak. Memilih daging dengan kondisi lemak yang masih baik membantu menghasilkan rasa masakan yang lebih gurih.

Mengenali ciri daging sapi segar membantu kamu mendapatkan bahan masakan yang lebih aman dan berkualitas. Warna, tekstur, aroma, hingga kondisi permukaan bisa menjadi petunjuk penting sebelum membeli di pasar. Dengan memilih daging yang masih segar, hasil masakan akan terasa lebih enak dan aman disantap bersama keluarga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Related Articles

See More