Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

⁠Berapa Lama Siomay dan Batagor Tahan Disimpan sebagai Oleh-oleh?

⁠Berapa Lama Siomay dan Batagor Tahan Disimpan sebagai Oleh-oleh?
Potret siomay (unsplash.com/Ridwan Abdurrohman)
  • Siomay matang hanya tahan beberapa jam pada suhu ruang; setelah tiba, simpan dalam wadah kedap udara di kulkas hingga 3–4 hari dan panaskan merata sebelum dimakan.
  • Batagor sebaiknya dikonsumsi pada hari yang sama bila di suhu ruang. Jika didinginkan, tahan sekitar 3–4 hari dan bisa dipanaskan dengan oven, air fryer, atau wajan.
  • Untuk perjalanan jauh, gunakan tas pendingin dan ice pack, pisahkan saus kacang, lalu segera simpan di kulkas. Jangan konsumsi bila aroma, warna, rasa, atau teksturnya berubah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Siomay dan batagor adalah dua kuliner khas Bandung yang sering dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk keluarga maupun kerabat. Rasanya yang gurih dan pilihan isi yang beragam membuat keduanya cukup praktis untuk dinikmati bersama keluarga setelah perjalanan. Namun, keduanya termasuk makanan yang mudah rusak, sehingga perlu diperhatikan cara penyimpanannya. Apalagi kalau siomay atau batagor harus dibawa dalam perjalanan cukup jauh.

Suhu penyimpanan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya tahan keduanya. Siomay yang sudah matang mengandung bahan seperti ikan, ayam, atau tepung yang mudah mengalami perubahan kualitas. Begitu pula dengan batagor yang umumnya menggunakan adonan ikan atau ayam serta tahu. Jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, pertumbuhan bakteri dapat berlangsung lebih cepat. Hal ini membuatnya jadi cepat busuk atau basi dan tidak layak konsumsi lagi.

Lantas, berapa lama siomay dan batagor dapat disimpan dan bagaimana cara membawanya sebagai oleh-oleh? Simak penjelasannya di bawah ini, ya!

  1. 1. Siomay tahan beberapa jam pada suhu ruang

    Siomay matang sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Jika berada dalam kondisi panas atau perjalanan tanpa pendingin, kualitasnya dapat menurun dalam hitungan jam.

    Selama perjalanan, siomay sebaiknya segera dimasukkan ke dalam wadah tertutup setelah uap panas berkurang. Jika akan disantap dalam waktu beberapa jam, simpan di dalam wadah yang bersih dan hindari paparan sinar matahari langsung.

    Saat perjalanan jauh, penyimpanan pada suhu ruang sebaiknya dihindari. Siomay lebih aman dibawa menggunakan tas pendingin dengan ice pack, agar suhunya tetap rendah selama perjalanan.

    Jika sudah sampai di rumah, siomay dapat langsung disimpan di dalam kulkas. Masukkan siomay ke dalam wadah kedap udara, agar tidak mudah terkontaminasi dan tidak menyerap aroma makanan lain. Dalam kondisi dingin, siomay matang umumnya dapat disimpan sekitar 3–4 hari. Sebelum dikonsumsi kembali, siomay perlu dipanaskan hingga benar-benar panas dan merata.

  2. 2. Batagor sebaiknya lebih cepat dimakan

    Potret batagor khas Bandung
    Potret batagor khas Bandung (vecteezy.com/Fatkhul Mu'in)

    Berbeda dari siomay, batagor memiliki tekstur kulit yang digoreng hingga renyah. Tekstur tersebut mudah berubah ketika terkena udara lembap atau disimpan di dalam wadah tertutup saat masih panas.

    Batagor matang sebaiknya dikonsumsi pada hari yang sama jika disimpan pada suhu ruang. Jika dibawa dalam perjalanan sebagai oleh-oleh, batagor perlu dikemas dengan baik dan tidak dicampur dengan saus kacang sejak awal, karena saus dapat membuat kulit batagor cepat lembek.

    Jika tidak langsung dimakan, batagor dapat disimpan di dalam kulkas selama sekitar 3–4 hari. Saat akan disantap kembali, panaskan menggunakan oven, air fryer, atau wajan, agar teksturnya kembali lebih renyah.

  3. 3. Saus kacang sebaiknya dipisahkan

    Satu hal yang sering luput saat membawa siomay atau batagor sebagai oleh-oleh adalah saus kacang. Sebaiknya saus tidak langsung dituangkan ke makanan, terutama jika makanan akan dibawa dalam perjalanan.

    Saus kacang mengandung air yang dapat membuat siomay atau kulit batagor lebih cepat lembek. Selain itu, saus juga memiliki daya simpan yang berbeda dari makanan utamanya.

    Simpan saus di dalam wadah terpisah dan tertutup rapat. Jika memungkinkan, saus juga dibawa dalam kondisi dingin, terutama untuk perjalanan yang cukup panjang.

  4. 4. Gunakan tas pendingin untuk perjalanan jauh

    Potret cooler box
    Potret cooler box (pexels.com/Kampus Production)

    Jika perjalanan memakan waktu lebih dari beberapa jam, tas pendingin dapat membantu menjaga makanan tetap berada pada suhu rendah. Gunakan ice pack yang cukup dan letakkan di sekitar wadah makanan.

    Hindari membuka tas pendingin terlalu sering, agar suhu di dalamnya tetap stabil. Setelah sampai di tujuan, segera masukkan siomay atau batagor ke dalam kulkas jika belum ingin segera menyantapnya.

    Yang perlu diingat, meski disimpan di dalam tas pendingin, bukan berarti siomay dan batagor bisa disimpan tanpa batas waktu. Jika makanan sudah terlalu lama berada dalam kondisi hangat atau menunjukkan perubahan aroma, warna, rasa, maupun tekstur, sebaiknya jangan dikonsumsi.

    Siomay dan batagor memang bisa menjadi oleh-oleh yang praktis, tetapi keduanya tetap termasuk makanan yang perlu diperhatikan penyimpanannya. Dalam perjalanan singkat, makanan bisa dibawa dengan kemasan yang tepat. Sedangkan saat perjalanan jauh, sebaiknya gunakan tas pendingin atau pilih produk yang memang dikemas khusus untuk perjalanan. Dengan begitu, oleh-oleh yang dibawa pulang tetap lebih aman dan nikmat saat disantap bersama keluarga.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More