Siomay dan batagor adalah dua kuliner khas Bandung yang sering dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk keluarga maupun kerabat. Rasanya yang gurih dan pilihan isi yang beragam membuat keduanya cukup praktis untuk dinikmati bersama keluarga setelah perjalanan. Namun, keduanya termasuk makanan yang mudah rusak, sehingga perlu diperhatikan cara penyimpanannya. Apalagi kalau siomay atau batagor harus dibawa dalam perjalanan cukup jauh.
Suhu penyimpanan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya tahan keduanya. Siomay yang sudah matang mengandung bahan seperti ikan, ayam, atau tepung yang mudah mengalami perubahan kualitas. Begitu pula dengan batagor yang umumnya menggunakan adonan ikan atau ayam serta tahu. Jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, pertumbuhan bakteri dapat berlangsung lebih cepat. Hal ini membuatnya jadi cepat busuk atau basi dan tidak layak konsumsi lagi.
Lantas, berapa lama siomay dan batagor dapat disimpan dan bagaimana cara membawanya sebagai oleh-oleh? Simak penjelasannya di bawah ini, ya!
