Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cara Membedakan Kurma Alami vs Kurma Dilapisi Gula

Cara Membedakan Kurma Alami vs Kurma Dilapisi Gula
Potret kurma (unsplash.com/Rauf Alvi)

Selama bulan Ramadan, permintaan kurma biasanya meningkat tajam di pasaran. Beragam jenis dan merek tersedia dengan tampilan yang sama-sama mengilap dan menggoda.

Namun, tidak semua kurma yang dijual memiliki rasa manis alami. Sebagian di antaranya telah melalui proses penambahan atau pelapisan gula untuk meningkatkan cita rasa dan daya tarik visualnya.

Kondisi ini tentu perlu menjadi perhatian, terutama bagi kamu yang ingin mengonsumsi kurma dengan kandungan gula alami tanpa tambahan pemanis. Nah, kali ini, IDN Times akan membagikan cara membedakan kurma alami dan kurma yang dilapisi gula, agar kamu tidak salah beli. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, ya!

1. Perhatikan tampilan permukaannya

Kurma alami biasanya berwarna cokelat tua hingga kehitaman (tergantung jenisnya), permukaan agak kusam atau tidak terlalu mengilap, dan kulitnya sedikit berkerut.

Sementara itu, kurma yang dilapisi gula atau sirup biasanya tampak sangat mengilap, permukaannya terlihat basah atau lengket berlebihan, dan warnanya lebih seragam serta menarik. Kilau yang terlalu sempurna patut dicurigai sebagai hasil tambahan sirup.

2. Cek tekstur saat disentuh

Potret kurma
Potret kurma (pexel.com/Konevi)

Kurma alami memang manis dan sedikit lengket, karena kandungan gula alaminya. Namun, lengketnya tidak berlebihan dan tidak meninggalkan lapisan cairan pada tangan.

Berbeda dengan kurma yang dilapisi gula. Saat disentuh, biasanya terasa sangat lengket, bahkan seperti ada lapisan tipis cairan manis di permukaannya. Jika didiamkan di dalam wadah, seringkali terlihat genangan kecil atau kristal gula di bagian bawah.

3. Uji dengan air

Cara sederhana lainnya adalah dengan membilas kurma menggunakan air mengalir. Pada kurma alami, air tidak akan berubah warna secara signifikan. Namun, kurma yang dilapisi gula terkadang air menjadi sedikit keruh atau terasa licin akibat larutnya sirup tambahan. Hal ini bisa menjadi indikasi adanya lapisan gula eksternal.

4. Perhatikan rasa manisnya

Potret kurma
Potret kurma (pexels.com/hello aesthe)

Kurma alami memiliki rasa manis khas dan tidak menusuk. Manisnya terasa seimbang dengan sedikit rasa karamel atau legit alami. Sebaliknya, kurma yang dilapisi gula seringkali memiliki rasa manis yang sangat tajam dan dominan. Saat menyantapnya, sensasi manisnya cenderung menempel di lidah dan terasa berlebihan.

5. Cek label kemasan

Jika membeli kurma dalam kemasan, periksa komposisi pada label. Kurma alami umumnya hanya mencantumkan kurma sebagai bahan tunggal. Apabila terdapat tambahan seperti sirup glukosa, gula cair, dan pemanis tambahan, maka besar kemungkinan kurma tersebut telah melalui proses pelapisan atau penambahan rasa.

6. Harga juga bisa menjadi petunjuk

Potret kurma
Potret kurma (unsplash.com/Mona Mok)

Meski tidak selalu mutlak, kurma alami berkualitas baik umumnya memiliki harga yang lebih stabil sesuai jenisnya. Beberapa jenis kurma premium, seperti Kurma Ajwa atau Kurma Medjool, memang terkenal secara alami memiliki rasa manis dan tekstur lembut tanpa perlu tambahan gula. Jika menemukan kurma yang tampak sangat menarik dengan harga jauh lebih murah dari standar pasaran, sebaiknya lebih teliti sebelum membeli.

Memilih kurma bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal kualitas dan kesehatan. Kurma alami sudah mengandung gula alami yang cukup tinggi, sehingga tambahan gula sebenarnya tidak diperlukan.

Dengan memperhatikan tampilan, tekstur, rasa, hingga label kemasan, kamu bisa lebih cermat membedakan kurma alami dan kurma yang dilapisi gula. Jadi, sebelum memasukkannya ke dalam keranjang belanja, pastikan kamu sudah memilih yang terbaik untuk dikonsumsi, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Food

See More

5 Bahan Kuah untuk Es Campur yang Rasanya Creamy Tanpa Bikin Enek

23 Feb 2026, 15:12 WIBFood