Dos and Don'ts Membuat Salt Bread yang Lembut, Gurihnya Maksimal!

- Campurkan tepung terigu protein tinggi dan sedang agar adonan lebih mengembang serta lembut; teknik tangzhong juga dapat menambah kelembutan.
- Pastikan ragi aktif melalui tes air hangat dan gula, lalu lakukan proofing dua kali agar serat roti lembut, fleksibel, dan tidak padat.
- Kunci adonan berisi mentega dengan rapat, gunakan sea salt flakes yang dibasahi, lalu panggang pada 190–200°C agar bagian luar renyah dan dalamnya bermentega.
Salt bread belakangan ini menjadi salah satu sajian atau menu yang sangat populer di berbagai toko roti dan kafe. Perpaduan rasa gurih, serta tekstur renyah di luar lembut di dalam membuat roti ini terasa begitu nikmat. Semakin mantap lagi kalau dinikmati bersama kopi atau teh untuk melepas lelah setelah seharian beraktivitas.
Meski tampak sederhana dan bahan-bahannya mudah didapat, membuat salt bread yang nikmat membutuhkan teknik tepat. Salah langkah dalam mengolah adonan atau memilih bahan bisa membuat roti jadi keras, kurang mengembang, atau rasanya kurang enak.
Nah, supaya eksperimen dapurmu berhasil, simak dos and don’ts membuat salt bread berikut ini, yuk!
1. Do: gunakan tepung terigu protein tinggi dan protein sedang

Potret tepung terigu untuk membuat kue (unsplash.com/Maria Petersson) Dalam adonan salt bread, gunakan campuran tepung terigu protein tinggi dan protein sedang. Jika hanya menggunakan tepung terigu protein tinggi, adonannya jadi kurang "naik" nantinya. Tepung protein sedang akan membantunya cepat mengembang dan hasilnya jadi lebih lembut. Kalau kamu menggunakan 500 gram tepung, 350 gramnya adalah tepung terigu protein tinggi dan 150 gramnya protein rendah.
Untuk menambah kelembutanya, kamu juga bisa menggunakan teknik tangzhong, yakni memasak tepung terigu protein tinggi dengan sedikit air sampai mengental. Diamkan adonan tersebut hingga dingin, lalu dicampur dengan bahan-bahan lain.
2. Don't: lupa mengecek raginya terlebih dahulu

Potret adonan kue dengan ragi (vecteezy.com/Petr Tkachenko) Ragi punya peran penting dalam pembuatan salt bread. Banyak pembuat roti pemula langsung mencampurkan ragi ke dalam adonan tanpa memastikan apakah ragi tersebut aktif atau tidak. Ragi yang sudah mati atau sudah lama disimpan tidak bisa membuat adonan mengembang secara optimal.
Sebelum membuat adonan salt bread, tes dulu raginya ke dalam air hangat dan gula. Jika tidak muncul busa atau gelembung setelah beberapa menit, artinya ragi sudah mati dan harus diganti baru, agar rotimu tidak berakhir bantat. Sebaliknya, jika muncul gelembung-gelembung kecil, itu tandanya ragi aktif dan bisa langsung digunakan.
3. Do: proofing dilakukan sebanyak dua kali

Potret proofing adonan (pexels.com/Anhelina Vasylyk) Setelah mengembang (proofing pertama), adonan bisa langsung dikempiskan dan dibagi menjadi beberapa bagian. Kamu bisa menimbang masing-masing adonan, supaya seimbang, yakni sekitar 65-70 gram, lalu di-rounding atau dibulat-bulatkan dengan tangan di atas alas adonan yang bersih sembari ditaburi tepung terigu.
Adonan ini tidak boleh langsung diberi isian, melainkan di-proofing lagi hingga mengembang sekitar 15 menit. Jika tidak di-proofing lagi, tekstur roti akan jadi padat. Proofing yang cukup akan menghasilkan serat roti yang lembut, fleksibel, serta siap menampung lelehan mentega dengan sempurna.
4. Don't: menggulung adonan kurang rapat

Potret menggulung adonan roti (pexels.com/Skyler Ewing) Saat mengisi adonan dengan mentega, ada kesalahan umum yang sering dilakukan pembuat kue ini, yakni tidak menggulung adonan dengan rapat. Pastikan kamu memipihkan adonan, lalu diisi dengan mentega, dan bagia ujugnya bisa dicubit sedikit sampai benar-benar terkunci rapat sebelum roti ditaruh di loyang.
Jika kuncian adonan terlalu longgar, mentega akan meleleh dan keluar begitu saja ke loyang saat terkena panas oven. Akibatnya, bagian dalam roti jadi tidak "bermentega" dan bagian bawahnya justru bisa gosong karena genangan minyak berlebih.
5. Do: gunakan sea salt flakes dan semprotan air di atas adonan

Potret sea salt (vecteezy.com/Seksak Kerdkanno) Untuk taburan di atas roti, selalu gunakan sea salt flakes atau garam laut bertekstur kasar. Garam jenis ini memberikan sensasi gurih yang pas saat digigit dan rasa asin yang tidak terlalu menusuk di lidah. Jangan menggantinya dengan garam meja halus, karena akan cepat meleleh saat dipanggang dan membuat permukaan roti jadi terlalu asin.
Pastikan adonan diolesi atau disemprot air setelah ditaburi garam dan sebelum dimasukkan ke dalam oven. Tujuannya agar butiran garam laut tersebut dapat menempel dengan kuat dan tidak berjatuhan saat roti dipanggang atau disajikan.
6. Don't: memanggang dengan suhu rendah

Potret memanggang kue di dalam oven (vecteezy.com/Deni Joliyanto) Salt bread membutuhkan suhu oven yang cukup tinggi, biasanya sekitar 190–200 derajat Celsius. Suhu tinggi ini diperlukan, agar mentega di dalam adonan meleleh dengan cepat dan membuat bagian dalam kopong, tetapi bagian luranya tetap renyah. Memanggang dengan suhu terlalu rendah hanya akan membuat mentega mencair pelahan dan merembes keluar. Selain itu, kulit roti akan menjadi keras dan kering, karena terlalu lama berada di dalam oven.
Kamu juga bisa menggunakan metode steam. Letakkan wadah berisi air biasa di rak oven paling bawah selama proses pemanggangan berlangsung. Teknik ini akan bantu membuat tekstur salt bread jadi renyah dan warnanya cantik.
Nah, sekarang kamu sudah tahu dos and don'ts saat membuat salt bread. Tujuannya untuk mendapatkan rasa yang gurih maksimal dan teksturnya lembut. Mau coba mempraktikkan tipsnya sekarang?






















