Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Rekomendasi Salt Bread di Semarang yang Bikin Kalap, Gurih Banget!

6 Rekomendasi Salt Bread di Semarang yang Bikin Kalap, Gurih Banget!
potret salt bread solti.id Semarang (instagram.com/solti.id)
Share Article

Belakangan ini, salt bread atau shio pan tiba-tiba jadi salah satu roti paling viral di Asia. Bentuknya memang sekilas mirip croissant mini, tapi teksturnya berbeda total. Bagian bawah crispy karena lelehan butter, luarnya tipis lembut, sementara bagian dalamnya chewy dan airy seperti Japanese milk bread. Kombinasi asin, gurih, dan buttery inilah yang bikin banyak orang menyebut shio pan sebagai “Asian croissant” generasi baru. Bahkan tren ini sekarang lagi meledak di Jepang, Korea Selatan, Singapura, hingga Amerika Serikat.

Menariknya, Semarang ternyata mulai punya banyak bakery yang serius menggarap salt bread dan pastry artisan ala Jepang-Korea. Ada yang memang spesialis shio pan, ada juga bakery artisan yang menghadirkan versi premium dengan tekstur lebih chewy dan aroma butter yang kuat. Buat kamu yang penasaran ingin berburu salt bread terenak di Kota Semarang, berikut rekomendasi tempat yang paling layak masuk wishlist kulinermu!

1. Solti Salt Bread and Cafe, jadi surganya pencinta salt bread autentik

potret salt bread solti.id Semarang
potret salt bread solti.id Semarang (instagram.com/solti.id)

Solti Salt Bread and Cafe bisa dibilang adalah salah satu spot kuliner paling “jujur” kalau kamu lagi berburu salt bread di Semarang. Karena mereka memang menjadikan salt bread sebagai identitas utama, bukan sekadar menu tambahan. Di sini, konsepnya benar-benar fokus ke pengalaman menikmati roti yang sederhana tapi punya karakter kuat. Bagian luar renyah karena lapisan butter yang dipanggang, bagian dalam lembut dan sedikit chewy, serta rasa gurih asin yang seimbang tanpa terasa berlebihan. Banyak pengunjung menyebut Solti sebagai tempat paling aman untuk pertama kali mengenal salt bread. Apalagi rasanya tidak terlalu eksperimental, tapi tetap satisfying.

Dari sisi harga, Solti juga termasuk ramah di kantong untuk ukuran bakery spesialis. Salt bread di sini umumnya berada di kisaran Rp13.000 sampai Rp25.000 per pcs, tergantung varian, seperti original atau yang sudah diberi tambahan isian ringan—seperti keju atau garlic butter. Struktur harga ini membuat Solti cukup accessible untuk anak muda, mahasiswa, maupun pekerja kantoran yang ingin sekadar “ngemil serius” tanpa harus mengeluarkan budget besar. Meski terlihat simpel, kualitas butter dan teknik baking mereka jadi kunci utama kenapa produk ini terasa konsisten.

Untuk lokasinya, Solti berada di Jl. Jenderal Sudirman No.211, kawasan Semarang Barat yang cukup mudah dijangkau dari pusat kota maupun area bisnis. Jam operasionalnya relatif panjang, sekitar pukul 07.30 hingga 22.00 WIB, sehingga kamu bisa datang pagi untuk sarapan ringan atau malam hari saat craving makanan buttery muncul tiba-tiba. Kombinasi lokasi strategis, jam buka fleksibel, dan fokus menu yang jelas membuat Solti jadi “starting point” paling ideal. Terlebih kalau kamu ingin memahami karakter asli salt bread sebelum mencoba versi yang lebih eksperimental.

2. Studio Panpan 塩パン, bakery mungil dengan vibes Jepang yang kuat

potret salt bread studio Panpan Semarang
potret salt bread studio Panpan Semarang (instagram.com/panpan.saltbread)

Studio Panpan termasuk salah satu tempat paling menarik untuk pencinta salt bread di Semarang. Karena mereka benar-benar mengangkat identitas salt bread Jepang secara eksplisit, bahkan langsung lewat nama “塩パン / shio pan” yang dalam bahasa Jepang berarti “roti asin”. Dibanding bakery modern lain yang sekadar ikut tren pastry viral, Studio Panpan justru terasa lebih niche dan fokus. Konsep tempatnya cenderung kecil, intimate, dan memiliki nuansa Japanese bakery yang sederhana tetapi hangat. Hal inilah yang membuat banyak pengunjung merasakan pengalaman lebih personal dan autentik saat membeli roti di sini. Seolah sedang mampir ke bakery kecil di kawasan Tokyo atau Osaka yang spesialis menjual shio pan fresh from oven.

Dari sisi produk, Studio Panpan cukup menarik. Mereka tidak hanya bermain di rasa original, tetapi juga berani mengeksplor berbagai varian modern, seperti garlic butter cheese, double cheese butter salted, hingga beberapa seasonal menu yang mengikuti tren bakery Asia Timur. Harga salt bread di sini juga masih cukup masuk akal untuk ukuran artisan-style bakery, yakni sekitar Rp17.000–Rp25.000 per pcs tergantung topping dan jenis isiannya.

Karakter rotinya cenderung punya bagian bawah yang buttery dan crispy, sementara bagian atasnya lebih lembut dengan tekstur airy khas Japanese milk bread. Banyak pecinta salt bread percaya bahwa kualitasnya justru terlihat dari keseimbangan teksturnya—tidak terlalu berat, tidak terlalu asin, tetapi tetap punya aroma butter yang kuat dan lingering setelah digigit.

Lokasi Studio Panpan berada di Jl. Letjen Suprapto No.61, kawasan Kota Lama Semarang yang memang terkenal sebagai salah satu pusat wisata paling estetik di kota ini. Posisi tersebut membuat Studio Panpan terasa cocok menjadi tempat “pit stop” setelah jalan-jalan menikmati bangunan heritage atau berburu foto di area Kota Lama. Jam operasionalnya sekitar pukul 12.00 hingga 20.00 WIB, sehingga biasanya suasana mulai ramai menjelang sore sampai malam hari ketika area Kota Lama dipenuhi pengunjung.

Kombinasi konsep Japanese bakery, lokasi heritage yang artistik, dan karakter salt bread yang serius membuat Studio Panpan terasa bukan sekadar tempat membeli roti, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata kuliner modern di Semarang.

3. Firstdate by Kays, cafe aesthetic yang sering punya menu viral

potret salt bread Firstdate by Kays Semarang
potret salt bread Firstdate by Kays Semarang (instagram.com/at.firstdate)

Firstdate by Kays Semarang dikenal sebagai salah satu kafe modern yang mengutamakan pengalaman nongkrong yang estetik, tenang, dan terasa “personal”. Sesuai dengan konsep namanya yang merujuk pada suasana kencan pertama yang hangat dan memorable. Interiornya cenderung minimalis modern dengan pencahayaan yang hangat. Tentunya membuat tempat ini sering dipilih bukan hanya untuk ngopi, tetapi juga bekerja, ngobrol santai, atau sekadar menikmati dessert dan pastry yang tampilannya selalu dibuat menarik. Di beberapa periode, kafe ini juga menghadirkan menu bakery yang mengikuti tren, termasuk roti butter dan pastry dengan karakter rasanya mirip salt bread, meski bukan selalu menu permanen.

Dari sisi harga, menu di Firstdate by Kays berada di kisaran menengah kafe modern Semarang. Untuk pastry dan bakery, termasuk menu yang kadang mirip konsep salt bread atau butter bread, biasanya berada di rentang sekitar Rp30.000 sampai Rp45.000 per item tergantung varian dan seasonal menu yang sedang tersedia. Sementara untuk minuman seperti coffee dan non-coffee, kisarannya juga masih cukup ramah di kantong anak muda yang menjadikan kafe ini sebagai tempat hangout rutin. Fleksibilitas menu inilah yang membuat Firstdate by Kays lebih terasa seperti “lifestyle cafe” dibanding bakery spesialis.

Untuk lokasi, Firstdate by Kays berada di Jl. KH. Ahmad Dahlan No.8, kawasan Semarang Tengah yang cukup strategis dan mudah diakses dari berbagai titik kota. Jam operasionalnya umumnya cukup panjang, sekitar pukul 08.00 hingga 23.00 WIB, sehingga cocok untuk berbagai kebutuhan waktu—mulai dari morning coffee sampai late-night chill.

Walaupun bukan spesialis salt bread seperti bakery Jepang atau Korea, daya tarik utama tempat ini justru ada pada ambience dan kemampuannya mengikuti tren pastry modern. Sehingga kalau beruntung kamu bisa menemukan menu butter bread atau salt bread style yang muncul sebagai menu musiman.

4. Butterhalf, cocok jadi hidden gem buat pencinta salt bread modern

potret salt bread butterhalf Semarang
potret salt bread butterhalf Semarang (instagram.com/butterhalf.co)

Butterhalf mungkin lebih dikenal karena brownies, cookies, dan dessert manisnya yang viral di media sosial. Namun, di situlah justru daya tarik unik tempat ini sebagai salah satu destinasi bakery modern di Semarang. Konsep mereka terasa sangat “urban dessert culture”, yaitu bakery yang bukan sekadar tempat membeli roti, tetapi juga ruang nongkrong dengan identitas visual yang kuat, interior estetik, dan menu yang mengikuti tren pastry anak muda. Walaupun bukan spesialis salt bread, seperti Solti atau Studio Panpan,

Butterhalf punya karakter produk yang sama-sama menonjolkan elemen butter, tekstur lembut, dan sensasi rich yang memanjakan lidah. Buat pencinta salt bread, tempat seperti ini menarik karena sering menghadirkan pastry dan salt bread modern dengan profil rasa buttery yang mirip bakery Korea-Jepang.

Dari sisi harga, Butterhalf berada di kelas menengah cafe-dessert modern dengan kisaran menu sekitar Rp30.000 sampai Rp100.000 tergantung produk yang dipilih. Untuk pastry, cookies premium, dan bakery items, rata-rata berada di rentang 30 ribuan sampai 50 ribuan per item, sementara box brownies atau dessert platter bisa jauh lebih tinggi. Harga tersebut sebenarnya cukup sebanding dengan konsep dan kualitas bahan yang mereka tonjolkan. Terutama karena Butterhalf memang bermain di area comfort dessert dan bakery premium yang fokus pada pengalaman rasa. Banyak pelanggan juga menyukai bagaimana tekstur produk mereka cenderung soft, gooey, dan rich butter flavor—karakter yang cukup dekat dengan sensasi makan salt bread modern.

Lokasi Butterhalf berada di Jl. Imam Bonjol No. 188A, Pendrikan Kidul, Semarang Tengah. Area yang cukup strategis dan dekat dengan pusat aktivitas kota. Tempat ini buka cukup panjang, sekitar pukul 07.00 hingga 22.00 WIB setiap hari, sehingga fleksibel untuk breakfast pastry, coffee break sore, maupun dessert hunting malam hari. Atmosfernya sendiri lebih mengarah ke bakery-cafe modern dengan nuansa cozy dan youthful, membuat banyak pengunjung datang bukan hanya untuk membeli makanan, tetapi juga menikmati ambience tempatnya.

Di berbagai ulasan online, Butterhalf sering dipuji karena dessert dan bakery mereka terasa indulgent, namun tetap nyaman dinikmati untuk nongkrong santai.

5. Levure Bakehouse, bakery modern yang lagi naik daun

potret salt bread Levure Bakehouse Semarang
potret salt bread Levure Bakehouse Semarang (instagram.com/levure.bakehouse)

Levure Bakehouse punya posisi menarik di ekosistem bakery Semarang. Karena mereka bukan hanya menjual roti, tetapi juga ikut membentuk selera pastry anak muda yang mengikuti tren Korea dan Jepang. Di tempat ini, kamu bisa menemukan berbagai jenis pastry modern dengan tampilan estetik, dan dalam beberapa momen tertentu mereka juga menghadirkan roti dengan karakter buttery yang mirip salt bread. Walaupun bukan spesialis salt bread, Levure sering menjadi tempat “uji coba tren” sebelum akhirnya viral di media sosial.

Dari sisi harga, Levure berada di kisaran Rp25.000—Rp50.000 untuk pastry dan roti, sementara minuman berada di range cafe modern pada umumnya. Salt bread style atau butter bread yang muncul secara seasonal biasanya tidak selalu ada setiap hari, sehingga pengalaman di sini lebih seperti eksplorasi menu daripada mencari satu produk spesifik. Justru karena sifatnya yang dinamis, Levure sering jadi tempat repeat visit bagi pengunjung yang suka kejutan menu baru.

Lokasinya ada di Jl. Pandanaran 2 No.2A, Mugassari, Semarang Selatan. Area yang cukup mudah dijangkau dari pusat kota dan dekat dengan jalur utama. Jam operasionalnya sekitar pukul 07.00 hingga 21.00 WIB, membuatnya fleksibel untuk sarapan, brunch, atau sekadar coffee break sore hari. Atmosfernya yang modern dan clean membuat Levure sering dipilih bukan hanya karena makanannya, tetapi juga karena suasana yang mendukung untuk bekerja, ngobrol, atau sekadar menikmati waktu sendiri sambil mencoba pastry viral yang sedang berganti-ganti.

6. Lil Scoops jadi hidden gem bakery-dessert yang playful dan buttery

potret salt bread Lil Scoops Semarang
potret salt bread Lil Scoops Semarang (instagram.com/lil.scoops.smg)

Lil Scoops mungkin lebih dikenal sebagai tempat dessert dan gelato yang playful. Tapi, justru itulah yang membuatnya menarik masuk ke dalam daftar destinasi pencinta salt bread dan pastry modern di Semarang. Tempat ini punya karakter yang berbeda dibanding bakery artisan klasik. Karena konsepnya terasa lebih youthful, colorful, dan sangat mengikuti tren dessert cafe generasi sekarang.

Walaupun bukan spesialis salt bread murni seperti Solti atau Studio Panpan, Lil Scoops cukup menarik perhatian. Apalagi beberapa menu bakery dan pastry mereka memiliki karakter buttery, soft, dan indulgent yang mirip dengan sensasi menikmati salt bread ala Korea-Jepang. Tempat seperti ini biasanya jadi favorit anak muda yang suka eksplor makanan viral sambil nongkrong santai di cafe yang visualnya estetik dan nyaman buat foto-foto.

Dari sisi harga, Lil Scoops termasuk cukup fleksibel untuk ukuran dessert cafe modern. Menu bakery, pastry, dan dessert mereka rata-rata berada di kisaran Rp25.000—Rp75.000 tergantung jenis produk dan seasonal menu yang sedang tersedia. Untuk kategori roti atau pastry buttery, harganya masih relatif accessible buat mahasiswa maupun pekerja muda yang ingin sekadar “healing kecil” lewat makanan manis dan gurih. Yang membuat tempat ini menarik adalah bagaimana mereka menggabungkan konsep bakery modern dengan dessert culture, sehingga pengalaman datang ke sini bukan cuma soal membeli roti, tetapi juga menikmati ambience dan eksplor rasa yang playful. Banyak kafe modern sekarang memang mulai mengarah ke konsep hybrid seperti ini, karena pengunjung generasi muda cenderung mencari pengalaman yang lebih lengkap daripada sekadar makan cepat.

Lokasinya berada di Jl. Rinjani No.131, Bendungan, Gajahmungkur, Semarang; area yang cukup populer untuk cafe hopping dan wisata kuliner anak muda. Lil Scoops buka sekitar pukul 10.00—19.00 WIB dan tutup pada hari Senin. Sehingga paling cocok dikunjungi saat sore menjelang malam ketika suasananya mulai terasa lebih santai. Interiornya sendiri cenderung cozy dengan nuansa modern yang cheerful, membuat tempat ini cukup sering dipilih untuk nongkrong, ngobrol lama, atau sekadar mencari dessert setelah makan malam. Walaupun fokus utama mereka tetap berada di dessert dan gelato, kehadiran pastry buttery dan bakery modern membuat Lil Scoops tetap relevan buat masuk radar pecinta salt bread dan roti viral ala Jepang-Korea di Semarang.

Tren salt bread tampaknya memang belum akan berhenti dalam waktu dekat. Banyak bakery di Asia mulai menjadikannya sebagai menu andalan karena kombinasi rasa gurih, buttery, dan tekstur crispy-nya dianggap lebih ringan dibanding croissant biasa. Bahkan kini mulai muncul berbagai varian kreatif, seperti garlic cheese salt bread, honey butter, sampai salt bread durian.

Buat kamu yang tinggal di Semarang, sekarang nggak perlu jauh-jauh ke Seoul atau Tokyo cuma buat menikmati salt bread viral. Dari yang autentik ala Jepang sampai versi artisan modern, semuanya sudah mulai mudah ditemukan di Kota Semarang. Tinggal pilih mau yang buttery klasik, cheesy, atau versi chewy yang lebih kompleks rasanya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

Resep Chicken Nugget Homemade, Lebih Sehat Buat Si Kecil

03 Jun 2026, 19:25 WIBFood