5 Ekiben Ikonik Khas Kanto yang Wajib Dicicipi

- Ekiben adalah bekal khas Jepang yang dijual di stasiun kereta, menonjolkan bahan lokal musiman dan wadah unik yang sering dijadikan suvenir.
- Lima ekiben ikonik Kanto meliputi Daruma Ekiben dan Toge no Kamameshi dari Gunma, Shumai Bento dari Kanagawa, Makunouchi Bento dari Tokyo, serta Nanohana Bento dari Chiba.
- Masing-masing ekiben mencerminkan budaya daerahnya dengan cita rasa khas dan tampilan menarik, tersedia di stasiun utama JR East dengan harga mulai 700 hingga 3.500 yen.
Kamu tentu sudah tidak asing dengan istilah bento dalam bahasa Jepang. Itu merupakan makanan yang menjadi bekal untuk dibawa ke sekolah, bekerja, atau perjalanan. Masih ada istilah lain yang berkaitan dengan bekal makanan, yakni eki bento atau ekiben.
Berbeda dengan bento biasa, ekiben merujuk pada bekal makanan yang dibeli di stasiun kereta api. Keberadaannya sudah menjadi bagian dari budaya kuliner Jepang, karena bukan sekadar untuk disantap saat perjalanan jauh. Ekiben lebih unik, banyak pilihan, umumnya menggunakan bahan lokal musiman dari daerah asalnya, dan sebagian wadahnya bisa untuk suvenir.
Kamu dapat membelinya hampir di seluruh stasiun besar di Jepang. Penasaran seperti apa ekiben? Berikut ini beberapa ekiben ikonik khas Kanto yang wajib dicicipi.
1. Daruma Ekiben, Gunma

Daruma, boneka tradisional Jepang yang dibuat berdasarkan penggambaran pendiri Buddha Zen dan menunjukkan keberuntungan, menjadi simbol Prefektur Gunma. Oleh karena itu, tidak heran jika ada Daruma Ekiben dari Gunma, tepatnya Kota Takasaki. Kamu bisa mengenalinya dari bentuk wadah yang menyerupai boneka Daruma.
Salah satu ekiben paling ikonik di Jepang ini punya menu utama berupa makanan khas pegunungan di Gunma. Biasanya berisi gulungan ayam Hachiman, bola konjac merah dan hitam, jamur shitake, rebung, sayuran rebus, akar burdock, terung, dan kastanye. Setelah menyantapnya, kotak ekiben itu bisa digunakan sebagai celengan karena terdapat lubang di bagian mulutnya.
Mereka juga telah meluncurkan edisi khusus pada waktu tertentu seperti Daruma Hello Kitty, versi putih untuk Olimpiade Musim Dingin 1998, dan warna hijau untuk memperingati pembukaan Shinkansen Nagano pada 1997. Para pencinta kuliner pun dapat menikmati kelezatan olahan khas Gunma dan menjadikan wadahnya sebagai suvenir maupun hadiah. Kamu bisa membelinya di Stasiun Takasaki sebagai stasiun utamanya.
2. Toge no Kamameshi, Gunma

Masih dari Prefektur Gunma, Toge no Kamameshi punya kesan berbeda dengan wadah tembikarnya yang unik. Wadahnya terbuat dari keramik yang dapat digunakan ulang dan mudah dikenali. Isinya hampir mirip dengan Daruma Ekiben karena memang berasal dari daerah pegunungan yang sama. Bedanya, ada tambahan sarden, telur puyuh, jahe, acar, dan kacang polong.
Toge no Kamameshi telah dijual sejak 1953 di Stasiun Yokokawa dan masih eksis hingga saat ini. Ekiben satu ini memberikan kesan yang lebih tradisional, tapi tetap bisa beradaptasi dengan budaya modern. Tampak beberapa kali berkolaborasi dengan anime ternama.
3. Shumai Bento, Kanagawa

Berbeda dengan kedua jenis ekiben sebelumnya, Shumai Bento mencerminkan kekayaan kuliner yang dipengaruhi budaya Tionghoa di Yokohama, Kanagawa. Sesuai dengan namanya, isinya bisa ditebak berupa shumai (shaomai dalam bahasa Mandarin) sebagai menu utamanya. Isian shumai tersebut berisi daging babi cincang dan bawang bombai yang dibumbui dengan kecap serta rempah-rempah lainnya.
Kemudian, bento ini disajikan bersama nasi, acar sayuran, dan lauk pauk seperti tamagoyaki. Biasanya terdiri dari sembilan jenis lauk pauk yang meliputi ayam goreng dan acar tuna. Dapat dikenali dengan kotak yang memberikan kesan rapi, berwarna cerah, dan bisa digunakan kembali.
4. Makunouchi Bento, Tokyo

Makunouchi Bento bisa dibilang sebagai ekiben paling awal yang sudah ada sejak Zaman Edo (1803–1868). Mulanya, bekal tersebut dijual di kedai teh dan teater pertunjukan kabuki. Namanya pun berarti kotak makan siang di antara babak.
Seiring perkembangan kereta api sebagai transportasi umum, bekal tersebut menjadi ekiben dan popularitasnya meningkat, terutama setelah Perang Dunia II. Kini, dikenal sebagai ekiben yang punya banyak varian dengan penyajian seimbang. Isian utamanya berupa nasi, ikan bakar, acar, berbagai macam sayuran musiman, dan tentu protein seperti bakso, udang, atau ayam.
5. Nanohana Bento, Chiba

Nanonaha Bento punya penataan yang menarik untuk menunjukkan ciri khas Chiba. Telur panggang berwarna kuning cerah akan mengingatkan penikmatnya pada bunga nanohana (rapeseed atau kanola). Disajikan dengan ayam cincang kecokelatan yang tampak selaras secara visual.
Sebagai salah satu kota pesisir, tidak ketinggalan kerang asari yang ditata di antara telur panggang dan ayam cincang. Dilengkapi dengan beberapa sayuran rebus yang tampak lebih simpel dibanding ekiben dari Gunma. Kamu bisa membelinya di Stasiun Chiba atau stasiun lain di prefektur tersebut.
Kelima ikonik khas Kanto tersebut dapat dibeli di stasiun kereta api, terutama di stasiun yang menjadi wilayah operasional JR East. Namun, mereka punya stasiun utama di daerah asalnya masing-masing. Harganya mulai dari 700 yen (Rp75 ribu) dan dapat mencapai 3.500 yen (Rp375 ribu) untuk yang premium.


















