Video Raditya Dika dan konten kreator Tepe (Teguh Prakoso) saat menyantap hidangan omakase menjadi sorotan dan viral di berbagai media sosial. Hal ini dikarenakan sikap Tepe yang dinilai kurang menghargai Radit selaku pengundang, sering ngeyel, serta memberikan pertanyaan-pertanyaannya yang tidak biasa, baik kepada Radit maupun chef omakase.
Sontak, warganet membanjiri kolom komentar dengan beragam kritikan terhadap Tepe. Meski demikian, tak sedikit warganet yang penasaran tentang omakase itu sendiri dan mendapat banyak insight ketika menyaksikan video yang diunggah di kanal YouTube Raditya Dika pada Sabtu (3/10/2026) tersebut.
Menurut berbagai sumber, omakase merupakan sebuah tren kuliner Jepang yang mulai populer sejak awal 1990-an. Semula, konsep ini hanya dilakukan berlaku di restoran sushi. Seiring perkembangan zaman, banyak restoran Jepang, seperti ramen dan teppanyaki, mengadaptasi omakase.
Prinsip dari omakase adalah tamu harus mempercayakan sepenuhnya pesanan mereka kepada chef. Mereka tinggal duduk manis di counter dan memerhatikan chef "beratraksi" atau mengolah sajiannya dari bahan-bahan segar. Aktivitas ini memberikan pengalaman kuliner yang unik dan istimewa bagi tamu.
Bagi kamu yang ingin mencoba pengalaman makan omakase seperti Raditya Dika dan Tepe, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan selama berada di meja counter. Simak etika makan di omakase yang perlu kita pahami berikut ini, ya!
