Kenapa Air Rebusan Pertama Daging Kurban Wajib Dibuang?

Ketika momen kurban tiba, banyak orang yang langsung sibuk memasak daging segar hasil sembelihan. Tapi, ada satu tips penting yang sering banget dilewatkan yaitu membuang air rebusan daging yang pertama.
Mungkin terlihat sepele, tapi sebenarnya langkah ini punya banyak manfaat yang bikin masakan jadi jauh lebih enak lho. Namun sebelum itu, apakah kamu pernah berpikir kenapa air rebusan daging yang pertama harus dibuang? Bagi kamu yang penasaran dengan jawabannya, wajib simak artikel di bawah ini ya!
1. Mengandung kotoran dan darah beku

Air rebusan daging yang pertama kali dimasak biasanya mengandung kotoran dan darah beku yang sering menempel pada permukaan daging. Saat dipanaskan, kotoran ini akan larut dan muncul sebagai busa atau endapan yang membuat air rebusan menjadi keruh dan kurang menarik jika digunakan kembali.
Jika air ini tidak dibuang, cita rasa dan aroma masakan bisa menjadi kurang segar dan sedap karena adanya kotoran dan darah. Selain itu, keberadaan darah beku yang tercampur dalam air rebusan juga bisa membuat kaldu terasa lebih berat.
2. Cenderung berbau amis atau kurang sedap

Selain mengandung banyak kotoran dan darah, air rebusan pertama dari daging juga sering kali mengeluarkan bau amis atau kurang sedap yang cukup kuat. Jika air rebusan ini tidak dibuang, maka aroma tidak sedap tersebut akan menyerap ke dalam bumbu masakan dan mengurangi kenikmatan hidangan.
Dengan membuang air rebusan pertama, kamu dapat menghilangkan sebagian besar bau amis sehingga rasa masakan menjadi lebih segar dan nikmat. Cara ini sangat efektif digunakan terutama untuk daging kambing yang cenderung memiliki bau khas.
3. Mengandung banyak lemak dan bikin rasa masakan jadi berat

Saat daging kurban direbus pertama kali, biasanya air rebusan tersebut banyak lemak yang keluar dari jaringan daging saat dipanaskan. Lemak ini bisa membuat kuah atau kaldu menjadi lebih berat dan terasa berminyak jika tidak dibuang.
Sensasi yang terlalu berminyak ini seringkali kurang disukai karena bisa mengurangi kesegaran dan keseimbangan cita rasa hidangan. Dengan membuang air rebusan pertama, kamu bisa mengurangi kandungan lemak berlebih sehingga masakan menjadi lebih ringan dan enak untuk dinikmati.
4. Terkadang mengandung rasa pahit dan asam

Air rebusan pertama dari daging kurban terkadang juga bisa mengandung rasa pahit dan asam yang muncul akibat reaksi kimia antara protein terdenaturasi dan senyawa lain dalam daging saat dipanaskan.
Rasa ini bisa membuat kuah menjadi kurang sedap dan mengganggu cita rasa asli masakan. Dengan membuang air rebusan pertama, kamu dapat menghilangkan cita rasa pahit atau asam dan menjaga keaslian rasa daging.
5. Meningkatkan kualitas kaldu selanjutnya

Membuang air rebusan pertama dari daging ternyata sangat berpengaruh pada kualitas kaldu yang dihasilkan pada proses perebusan berikutnya. Setelah kotoran, darah, dan lemak berlebih terbuang, daging menjadi lebih bersih dan siap menghasilkan kaldu yang jernih dan kaya rasa.
Selain itu, kaldu yang bersih lebih mudah menyerap bumbu dan rempah yang dicampur di dalamnya sehingga cita rasa hidangan menjadi lebih kuat dan seimbang. Dengan cara ini, kamu bisa menghasilkan kaldu yang medok untuk digunakan dalam berbagai hidangan sup, gulai, atau semur yang lezat dan berkualitas tinggi.
Dengan beberapa alasan di atas, membuang air rebusan daging yang pertama bukan hanya soal kebersihan, tapi juga kunci untuk menghasilkan masakan yang lebih lezat dan berkualitas. Jadi, jangan ragu untuk selalu membuang rebusan pertama demi terciptanya hidangan yang lebih nikmat dan memuaskan!