Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Jenis Wadah yang Gak Boleh Dipanaskan di Microwave, Bahaya!
ilustrasi microwave (pexels.com/AJ Ahamad)
  • Wadah logam, aluminium foil, serta peralatan beraksen emas atau perak dapat memantulkan gelombang mikro, memicu percikan api, merusak microwave, dan berisiko menyebabkan kebakaran.
  • Styrofoam dan plastik sekali pakai tidak tahan suhu tinggi; keduanya bisa meleleh, berubah bentuk, atau melepaskan zat yang berpotensi bercampur dengan makanan.
  • Kantong kertas cokelat berisiko menjadi terlalu panas, berasap, atau terbakar; gunakan wadah khusus berlabel microwave-safe untuk menghangatkan makanan dengan aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Microwave menjadi salah satu peralatan dapur yang sangat membantu untuk menghangatkan makanan dalam waktu singkat. Namun, masih banyak orang yang belum memahami bahwa tidak semua wadah aman digunakan di dalam microwave. Banyak yang belum tahu, sehingga hal ini dapat menimbulkan bahaya.

Kesalahan memilih wadah dapat menyebabkan makanan terkontaminasi, merusak microwave, hingga memicu risiko kebakaran. Karena itu, penting untuk mengetahui jenis wadah yang gak boleh masuk ke microwave agar proses memanaskan makanan tetap aman dan nyaman.

1. Logam dan aluminium foil

ilustrasi aluminium foil (pexels.com/cottonbro studio)

Jenis wadah pertama yang tidak boleh dimasukkan ke microwave adalah wadah logam dan aluminium foil. Material logam memiliki sifat memantulkan gelombang mikro sehingga panas tidak dapat terserap dengan baik oleh makanan.

Selain membuat makanan tidak hangat secara merata, logam juga dapat menimbulkan percikan api di dalam microwave. Percikan tersebut berpotensi merusak komponen perangkat dan dalam kondisi tertentu bisa memicu kebakaran.

Banyak orang masih menggunakan wadah makanan berbahan aluminium karena dianggap praktis. Padahal, penggunaan wadah seperti ini sangat berisiko jika dimasukkan ke dalam microwave, bahkan hanya dalam waktu singkat.

2. Wadah styrofoam

ilustrasi styrofoam (pexels.com/Polina Semernina)

Wadah styrofoam sering digunakan untuk kemasan makanan karena ringan dan murah. Meski terlihat praktis, wadah ini termasuk salah satu wadah yang pantang dimasukkan ke dalam microwave.

Saat terkena suhu tinggi, styrofoam dapat meleleh atau berubah bentuk. Tidak hanya itu, bahan kimia tertentu dari wadah tersebut berpotensi berpindah ke makanan yang sedang dipanaskan.

Risiko tersebut tentu tidak baik bagi kesehatan jika terjadi terus-menerus. Karena itu, sebaiknya pindahkan makanan ke wadah yang aman sebelum menghangatkannya menggunakan microwave.

3. Plastik sekali pakai

ilustrasi wadah plastik (pexels.com/Ibrahim Plastic Industry)

Tidak semua plastik aman digunakan di microwave. Salah satu yang wajib dihindari adalah plastik sekali pakai seperti wadah makanan murah, gelas plastik tipis, atau kemasan makanan cepat saji.

Plastik jenis ini umumnya tidak dirancang untuk menahan suhu tinggi. Ketika dipanaskan, wadah bisa melengkung, meleleh, atau bahkan melepaskan zat tertentu yang dapat bercampur dengan makanan.

Jika kamu ingin menggunakan wadah plastik di microwave, pastikan terdapat label microwave-safe. Label tersebut menunjukkan bahwa wadah telah dirancang untuk tahan terhadap suhu yang dihasilkan microwave.

4. Kantong kertas cokelat (paper bag)

ilustrasi paper bag (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Banyak orang mengira semua jenis kertas aman digunakan di microwave. Faktanya, kantong kertas cokelat atau paper bag termasuk benda yang tidak disarankan untuk dipanaskan di dalamnya.

Kantong kertas dapat menjadi sangat panas saat terkena gelombang microwave dalam waktu tertentu. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kantong terbakar atau mengeluarkan asap yang mengganggu.

Selain itu, beberapa kantong kertas juga mengandung lem, tinta, atau bahan tambahan lain yang tidak dirancang untuk terkena panas tinggi. Oleh karena itu, lebih baik menggunakan wadah khusus yang memang aman untuk microwave.

5. Wadah dengan aksen emas atau perak

ilustrasi wadah dengan aksen emas (pexels.com/Eky Rima Nurya Ganda)

Sebagian peralatan makan memiliki hiasan berupa garis atau motif berwarna emas dan perak. Meski terlihat cantik dan mewah, wadah seperti ini sebaiknya tidak digunakan di dalam microwave.

Aksen emas maupun perak biasanya mengandung unsur logam. Sama seperti logam lainnya, material tersebut dapat memantulkan gelombang mikro dan memicu percikan api saat microwave sedang bekerja.

Bahkan jika jumlah aksennya sedikit, risiko kerusakan tetap ada. Untuk alasan keamanan, gunakan piring atau mangkuk polos yang memang memiliki keterangan aman digunakan di microwave.

Memahami jenis wadah yang pantang dimasukkan ke microwave merupakan langkah sederhana yang dapat meningkatkan keamanan saat memasak atau menghangatkan makanan. Mulai dari logam dan aluminium foil, styrofoam, plastik sekali pakai, kantong kertas cokelat (paper bag), hingga wadah dengan aksen emas atau perak, semuanya sebaiknya dihindari.

Dengan memilih wadah yang tepat, kamu bisa menggunakan microwave dengan lebih aman, praktis, dan tanpa khawatir merusak perangkat maupun makanan yang dikonsumsi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article