- Kandungan serat: Jus rendah serat karena menghilangkan bagian padatnya saat diolah. Sementara itu, smoothie kaya serat karena mempertahankan sebagian besar nutrisi dari buah dan sayuran.
- Konsentrasi nutrisi: Jus menyediakan nutrisi dalam jumlah tinggi. Smoothie juga menawakan nutrisi, termasuk serat, dalam bentuk yang kurang terkonsentrasi atau low nutrient density.
- Isian: Jus tidak terlalu mengenyangkan karena rendah serat. Sedangkan smoothie sangat mengenyangkan atau dapat menggantikan satu kali makan.
Jus vs. Smoothie, Mana yang Lebih Baik?

Siapa yang suka mengonsumsi buah-buahan setiap hari, nih? Tak hanya ideal untuk menurunkan berat badan, buah kaya akan serat yang dapat mencegah sembelit, menjaga kesehatan saluran pencernaan, hingga memberikan rasa kenyang lebih lama, lho.
Buah juga bisa dikreasikan menjadi jus maupun smoothie. Namun, cara penyajian yang berbeda mungkin akan memberikan keunggulan nutrisi pada salah satunya, nih. Kira-kira antara jus dan smoothie, mana yang lebih baik? Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini.
1. Apa itu jus dan smoothie?

Jus merupakan minuman yang dihasilkan dari ekstraksi atau pemerasan cairan alami yang terkandung dalam buah-buahan ataupun sayuran segar. Namun, jus biasanya akan disaring atau diolah dengan juicer untuk memisahkan sari buah dari ampasnya. Karena itu, jus lebih mudah diserap oleh tubuh.
Sementara smoothie adalah minuman dari campuran buah-buahan atau sayuran segar yang dihaluskan dengan blender. Tak hanya itu, smoothie sering kali dipadukan dengan jus, yogurt maupun susu. Cara tersebut membuat tekstur smoothie lebih padat daripada jus karena menyertakan serat dari bahan utuhnya.
Dari penjelasan di atas, perbedaan utama antara jus dan smoothie adalah cara pengolahannya. Saat membuat smoothie, bahan-bahan akan dicampur menjadi satu sehingga akan memberikan tekstur yang kental. Sedangkan jus cair karena disajikan dengan mengekstrak sari buah maupun sayuran dan memisahkan ampasnya.
2. Jus vs. smoothie, mana yang lebih baik?

Cara pengolahan yang berbeda tentunya akan memberikan keunggulan nutrisi pada salah satunya, nih. Dilansir dari Wexner Medical Center, The Ohio State University, smoothie dinilai lebih bermanfaat bagi tubuh. Berdasarkan cara pembuatannya, smoothie menggunakan seluruh bagian buah dan sayur, sehingga mempertahankan serat dan meningkatkan rasa kenyang.
Di sisi lain, jus juga menawarkan berbagai nutrisi hingga vitamin dari sari buah atau sayur yang cepat diserap oleh tubuh. Namun, cara pengolahan jus yang memisahkan cairan alami dan membuang ampasnya membuat minuman ini kehilangan banyak serat, memicu rasa lapar lebih cepat, dan bahkan berisiko tinggi meningkatkan gula darah, lho.
Karena itu, jus memiliki kepadatan kalori yang lebih rendah daripada smoothie, sehingga sering kali ditambahkan ke dalam menu diet reguler sebagai camilan. Sedangkan kandungan kalori smoothie yang lebih tinggi sangat cocok untuk pengganti nasi karena campuran bahan tambahan dan penggunaan sayur dan buah utuh.
3. Perbandingan manfaaat jus dan smoothie

Kandungan nutrisi jus dan smoothie memang menjadi berbeda setelah melalui proses pengolahan. Namun, apakah benar smoothie lebih unggul karena menggunakan buah dan sayur utuh? Agar lebih jelas, berikut ini perbandingan manfaat jus dan smoothie dilansir health.
4. Cara memilih antara jus dan smoothie

Meski smoothie lebih baik diprioritaskan daripada jus karena kandungan serat yang tinggi, bukan berarti jus tidak sehat, lho. Dari laman Martha Stewart, kamu dapat memilih antara jus dan smoothie berdasarkan nutrisi yang ingin dipenuhi. Terutama untuk orang-orang yang sedang diet, nih. Lalu, bagaimana cara menentukannya, ya?
Jika kamu mencari sesuatu yang mengenyangkan, mendukung energi yang stabil, dan menyeimbangkan gula darah, smoothie adalah pilihan yang lebih baik karena mengandung buah dan sayur utuh. Namun, jika menginginkan peningkatan nutrisi yang cepat atau cara sederhana untuk menambahkan lebih banyak sayuran ke dalam menu harian, jus merupakan opsi yang tepat.
Agar smoothie tetap enak, jangan lupa untuk membahkan sumber protein, seperti yogurt. Kandungan serat juga bisa ditingkatkan dengan topping biji-bijian. Namun, ada baiknya membatasi atau menghindari yogurt rasa atau bahkan pemanis alami, seperti madu atau sirup maple. Sedangkan untuk jus, fokuslah pada yang sebagian besar terbuat dari sayuran dan tanpa tambahan gula. Jangan salah, ya!


















