- Kue inovatif di zamannyaChiffon cake pernah disebut sebagai kue paling "baru" di abad ke-20 karena menggunakan minyak sayur, alih-alih mentega. Inovasi ini bikin teksturnya lebih ringan dan lembap.
- Gagal sedikit, langsung bantatMeski kelihatannya simpel, chiffon cake butuh teknik yang tepat. Salah kocok putih telur atau lipat adonan, hasilnya bisa langsung zonk, lho.
- Harus dibalik setelah keluar oven
Chiffon cake gak boleh langsung didinginkan dengan teknik yang biasa. Cake harus dibalik supaya tetap tinggi dan gak mengempis. - Mudah di-mix dengan rasa lokal
Chiffon cake termasuk kue yang gampang dikreasikan, mulai dari rasa keju hingga pandan. Itulah kenapa kue ini populer di banyak negara, termasuk Indonesia. - Ringan di mulut, gak cepat enek
Teksturnya yang airy dan gak berat rasanya bikin chiffon cake sering jadi pilihan aman buat camilan atau dessert penutup.
Asal-Usul Chiffon Cake, dari Dapur Rahasia Hingga Kini Mendunia

- Chiffon cake adalah jenis kue ringan, lembut, dan fleksibel dalam variasi rasa.
- Chiffon cake pertama kali diciptakan di Los Angeles pada tahun 1927 oleh Harry Baker.
- Chiffon cake berbeda dari kue lainnya karena menggunakan minyak sayur, teknik pembuatan yang unik, dan tekstur yang ringan namun lembap.
Pernah gak sih kamu makan cake yang teksturnya ringan banget, lembut, dan hampir terasa "menghilang" di mulut? Yes, chiffon cake. Kue ini sering jadi andalan di acara keluarga, teman ngopi sore, sampai jadi primadona di etalase bakery. Dari rasa original, keju, pandan klasik, cokelat, sampai lemon yang segar, chiffon cake selalu punya tempat spesial di hati pencinta dessert.
Di balik tampilannya yang sederhana dan rasanya yang lembut, chiffon cake ternyata punya sejarah panjang dan unik yang gak banyak orang tahu. Kue ini bukan resep warisan turun-temurun ala dapur nenek, melainkan hasil eksperimen hampir seabad lalu. Bahkan, sempat jadi resep rahasia yang hanya dinikmati kalangan tertentu sebelum akhirnya mendunia. Yuk, kenalan lebih dekat dengan chiffon cake, kue ringan yang ternyata penuh cerita.
1. Apa itu chiffon cake?

Chiffon cake adalah jenis kue yang dikenal karena teksturnya ringan, lembut, dan airy, sampai sering dibilang seperti kapas atau awan. Secara tampilan, chiffon cake mungkin terlihat sederhana, biasanya berbentuk bulat dengan lubang di tengah atau disajikan polos tanpa banyak hiasan. Namun, begitu digigit, sensasinya langsung terasa berbeda dari cake pada umumnya. Teksturnya empuk, gak seret di tenggorokan, dan tetap moist meski tanpa olesan krim berlebihan.
Dari segi rasa, chiffon cake sangat fleksibel dan mudah dikreasikan. Mulai dari rasa klasik seperti keju, cokelat, dan lemon, hingga versi lokal seperti pandan, jeruk, atau kopi, semuanya cocok diaplikasikan ke dalam chiffon cake. Karena rasanya gak terlalu berat dan gak enek, chiffon cake sering jadi pilihan aman untuk berbagai suasana, baik sebagai camilan sore, hidangan acara keluarga, hingga kue ulang tahun minimalis.
2. Asal-usul chiffon cake: dari hobi jadi ikon cake Amerika

Chiffon cake pertama kali diciptakan di Los Angeles, California, pada tahun 1927 oleh seorang pria bernama Harry Baker. Dulu, Baker bukanlah chef profesional, tapi agen asuransi yang hobi baking. Dia gak sengaja bikin chiffon cake ketika memutuskan pakai minyak sayur alih-alih mentega dalam adonan cake. Hal itu justru bikin teksturnya luar biasa ringan, bahkan Baker menyebut kue ini seperti kain chiffon yang tipis dan halus, sehingga lahirlah nama chiffon cake.
Selama 20 tahun, resep ini dirahasiakan banget. Baker hanya membuatnya untuk beberapa restoran eksklusif dan pelanggan Hollywood Elite Bakery. Fantastis, bukan? Tapi akhirnya pada 1947, resep itu dibeli oleh General Mills, dan tahun berikutnya pada 1948, resep chiffon cake mulai dipublikasikan ke seluruh Amerika melalui pamflet Betty Crocker. Sejak itu, chiffon cake meledak dan jadi favorit banyak orang.
3. Apa bedanya chiffon cake dengan kue lainnya?

Sekilas, chiffon cake memang terlihat mirip dengan sponge cake atau cotton cake. Sama-sama ringan, sama-sama lembut, dan tampilannya polos tanpa dekorasi berlebihan. Tapi, chiffon cake punya karakter yang cukup berbeda, baik dari segi bahan, teknik pembuatan, hingga teksturnya.
Perbedaan paling mendasar ada pada jenis lemak yang digunakan. Chiffon cake gak menggunakan mentega, melainkan minyak sayur yang membuat tekstur cake menjadi lebih lembap dan lentur, bahkan setelah disimpan beberapa hari. Sementara itu, butter cake mengandalkan mentega yang memberi rasa gurih kuat, tapi teksturnya cenderung lebih padat dan berat.
Dari sisi teknik, chiffon cake juga punya keunikan karena menggunakan dua metode sekaligus. Putih telur dikocok terpisah hingga mengembang kaku seperti pada sponge atau angel food cake, lalu dilipat perlahan ke dalam adonan kuning telur yang sudah dicampur minyak dan cairan. Hasilnya adalah cake yang mengembang tinggi, berpori halus, dan terasa ringan tanpa kehilangan kelembapan.
Jika dibandingkan dengan angel food cake, chiffon cake juga punya perbedaan yang jelas. Angel food cake sama sekali gak menggunakan kuning telur dan lemak, sehingga teksturnya sangat ringan tapi cenderung kering dan rapuh. Chiffon cake justru menggabungkan kuning telur dan minyak, membuat rasanya lebih "berisi" dan gak hambar.
Dari segi rasa dan fleksibilitas, chiffon cake terbilang paling adaptif. Rasanya ringan, gak terlalu manis, dan mudah dipadukan dengan berbagai varian, mulai dari lemon, cokelat, kopi, hingga pandan dan jeruk. Inilah yang membuat chiffon cake sering diandalkan untuk berbagai acara, karena bisa dinikmati hampir semua kalangan tanpa terasa enek.
Kesimpulannya, jika butter cake identik dengan rasa kaya dan padat, sponge cake terkenal ringan tapi kering, dan angel food cake super airy namun minim rasa, maka chiffon cake berada di titik tengah yang ideal: ringan, lembap, dan seimbang. Perpaduan inilah yang membuat chiffon cake punya tempat tersendiri di dunia per-kue-an dan tetap relevan hingga sekarang.
4. Fakta unik lain tentang chiffon cake

Chiffon cake adalah hasil perpaduan teknik, bahan, dan inovasi yang menghasilkan tekstur unik yang ringan tapi tetap kaya rasa. Gak heran kalau chiffon cake tetap bertahan sebagai salah satu jenis cake paling digemari dari generasi ke generasi, hingga saat ini.


















