Kapan Waktu Terbaik Memberi Makan Starter Sourdough?

Ketika memutuskan untuk membuat sourdough sendiri, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat starter terlebih dulu. Starter sourdough berupa campuran tepung dan air yang difermentasi hingga menghasilkan ragi alami. Fungsinya membuat adonan mengembang dan dapat memengaruhi hasil akhir roti, mulai dari tekstur hingga rasanya.
Kamu bisa membeli atau membuat starter sendiri, tetapi setelah itu perlu dirawat, agar dapat digunakan kembali. Selain disimpan dengan baik, kita juga perlu memberinya makan (feeding) setiap kali akan membuat adonan roti maupun tidak digunakan, agar raginya tetap aktif dan kuat.
Lantas, kapan waktu terbaik memberi makan starter sourdough? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, ya!
Table of Content
1. Kenali fase peak pada starter sourdough
Starter sourdough paling baik digunakan dalam kondisi mengembang hingga dua kali lipat (peak). Fase tersebut menunjukkan bahwa ragi dan bakteri dalam kondisi paling aktif. Gas yang dihasilkan pun tinggi, sehingga membantu adonan mengembang secara optimal dan struktur gluten dari starter masih stabil.
Kamu bisa mengenali tandanya dari volume saat mengembang, banyak gelembung, aromanya tidak terlalu asam, dan permukaannya cembung (domed). Setelah itu, starter akan mengempis secara perlahan jika tidak segera diberi makan. Oleh sebab itu, perlu menambahkan tepung protein tinggi dan air untuk membuatnya tetap aktif.
Tidak ada takaran spesifik, karena menyesuaikan dengan berat starter yang dibuat. Umumnya, menggunakan rasio 1:1:1 (starter : tepung : air) atau dikenal sebagai starter dengan hidrasi 100 persen. Misalnya 40 gram starter sourdough, maka tambahkan 40 gram tepung dan 40 gram (40 ml air).
Rasio yang lebih tinggi bisa digunakan, kalau kamu jarang memberinya makan. Contohnya rasio 1:2:2 setelah 2–3 hari tanpa feeding atau 1:10:10 dalam jangka waktu 1–2 minggu. Sederhananya, semakin lama starter tidak diberi makan, maka porsi makanan yang dibutuhkan juga semakin banyak untuk mengaktifkannya kembali.
2. Kapan waktu terbaik memberi makan starter sourdough?

Setelah mengetahui kondisi starter yang siap digunakan. Kini saatnya memahami kapan waktu terbaik memberinya makan. Kamu tidak perlu menambahkan tepung dan air setiap hari, karena frekuensinya tergantung pada cara penyimpanan dan kapan akan digunakan.
Starter yang disimpan pada suhu ruangan biasanya lebih aktif, karena suhunya hangat dibandingkan di dalam kulkas. Jadi, dibutuhkan feeding lebih sering. Sebaliknya, menyimpannya di kulkas akan membuat proses fermentasi melambat, sehingga tak perlu sering memberi makan.
Seringkali disarankan memberi makan starter sekitar 4–8 jam sebelum digunakan untuk membuat adonan. Starter perlu dibiarkan hingga mengembang maksimal dan dalam kondisi paling aktif. Ketika sudah mencapai peak, kamu dapat menggunakannya.
Kalau kamu tidak langsung menggunakannya setelah mencapai peak, maka dapat disimpan kembali di kulkas untuk memperlambat fermentasinya. Untuk rustic sourdough, bisa langsung menggunakan starter tanpa diberi makan dengan batas terakhir 2–3 hari sebelumnya.
3. Cara menyimpan starter agar awet
Cara penyimpanan akan memengaruhi jangka waktu penggunaan dan seberapa sering memberi makan starter sourdough. Penyimpanan pada suhu ruangan cocok untuk penggunaan harian, memerlukan feeding setidaknya 1–2 kali sehari. Sedangkan, untuk penggunaan jangka panjang, kamu perlu menyimpannya di kulkas dan memberinya makan 1–2 minggu sekali, biar tetap aktif.
Sebaiknya keluarkan starter dari kulkas dan tunggu 15–30 menit sebelum memberinya makan. Setelah menambahkan tepung dan air, beri tanda dan biarkan mengembang sebelum digunakan kembali. Kamu dapat melakukannya berulang kali selama masih layak.
Starter sourdough juga bisa bertahan hingga satu tahun jika dikeringkan. Caranya, oleskan starter tipis-tipis di atas kertas roti atau silikon mat. Setelah itu, biarkan kering pada suhu ruang hingga teksturnya menyerupai serpihan dan simpan di dalam wadah kedap udara.
Kamu bisa mengaktifkan kembali starter kering dengan air suhu ruang. Gunakan rasio 1:3, 1 bagian untuk biang sourdough dan 3 bagian air. Setelah mengembang, tambahkan 2 bagian tepung serbaguna dan aduk hingga tercampur rata, kamu pun bisa melanjutkan feeding secara teratur.
Dari penjelasan di atas, waktu terbaik memberi starter sourdough dilakukan saat mulai mengempis setelah mencapai peak atau beberapa jam sebelum digunakan. Kamu juga perlu menyesuaikan frekuensi feeding dengan suhu penyimpanan. Pemberian makan yang teratur akan membuat starter tetap aktif dan bisa digunakan dalam jangka panjang. Selamat mencoba!

















