Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Harga Makanan di Bandara Selalu Mahal?

Kenapa Harga Makanan di Bandara Selalu Mahal?
ilustrasi menikmati makanan (freepik.com/freepik)
Intinya Sih

  • Harga makanan di bandara mahal karena biaya sewa tempat dan biaya konsesi ke otoritas bandara sangat tinggi, membuat restoran harus menaikkan harga untuk menutup pengeluaran operasional.
  • Proses logistik yang rumit, aturan keamanan ketat, serta keterbatasan ruang penyimpanan menambah biaya distribusi dan operasional, sehingga berdampak langsung pada harga jual makanan dan minuman.
  • Minimnya persaingan antar tenant serta posisi penumpang sebagai “captured audience” membuat restoran tidak perlu menurunkan harga, sebab pilihan pembeli di area bandara sangat terbatas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kamu mungkin pernah kaget saat melihat harga makanan di bandara yang terasa “gak masuk akal”, kan? Air mineral bisa 2—3 kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan di luar, apalagi kopi atau makanan berat. Padahal, rasa dan suasananya belum tentu lebih istimewa daripada restoran biasa.

Fenomena ini bukan cuma terjadi di satu bandara, tapi hampir di seluruh dunia. Jadi, sebenarnya kenapa harga makanan di bandara selalu mahal, ya? Yuk, pahami penjelasannya supaya kamu gak cuma mengeluh, tapi juga mengerti alasan di baliknya.

1. Harga sewa tempat di bandara sangat tinggi

ilustrasi bandara
ilustrasi bandara (pexels.com/ClickerHappy)

Salah satu alasan utama kenapa harga makanan di bandara mahal adalah biaya sewa tempat yang luar biasa tinggi. Bandara adalah lokasi premium dengan lalu lintas penumpang yang sangat besar setiap hari. Oleh karena itu, pengelola bandara bisa mematok harga sewa yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan pusat perbelanjaan biasa.

Buat kamu yang punya bisnis, tentu tahu kalau biaya sewa adalah komponen besar dalam operasional. Semakin strategis lokasinya, semakin mahal sewanya. Di bandara, persaingan untuk mendapatkan spot strategis sangatlah ketat, sehingga tenant harus rela membayar lebih dan akhirnya membebankan biaya itu ke harga jual makanan.

2. Ada biaya konsesi tambahan ke otoritas bandara

ilustrasi bandara
ilustrasi bandara (unsplash.com/Max Harlynking)

Selain sewa, restoran di bandara biasanya juga harus membayar biaya konsesi. Biaya ini berupa persentase dari total penjualan yang diberikan kepada otoritas bandara. Jadi, bukan cuma bayar sewa tetap, tapi juga berbagi keuntungan. Artinya, setiap makanan atau minuman yang kamu beli, sebagian hasilnya masuk ke pengelola bandara. Skema seperti ini membuat margin keuntungan restoran jadi lebih kecil. Untuk menutupinya, mereka menaikkan harga jual agar tetap bisa bertahan dan mendapatkan profit.

3. Tantangan logistik dan distribusi lebih rumit

ilustrasi pengiriman barang logistik
ilustrasi pengiriman barang logistik (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Mengirim barang ke dalam area bandara bukanlah perkara sederhana. Semua proses harus melewati pemeriksaan keamanan yang ketat. Bayangkan saja, kalau kamu sebagai penumpang harus antre dan diperiksa, tentu proses untuk truk pengiriman barang juga lebih kompleks.

Selain itu, ruang penyimpanan di bandara terbatas. Restoran gak bisa menyimpan stok dalam jumlah besar seperti di luar bandara. Akibatnya, pengiriman harus lebih sering dilakukan, yang berarti biaya logistik jadi lebih tinggi dan kurang efisien.

4. Aturan keamanan dan regulasi yang ketat

ilustrasi bandara
ilustrasi bandara (unsplash.com/Grant Durr)

Bandara punya aturan keamanan yang jauh lebih ketat dibandingkan dengan lokasi umum lainnya. Setiap karyawan biasanya harus memiliki izin khusus untuk bekerja di area tertentu. Proses ini memakan waktu, tenaga, dan biaya tambahan.

Vendor makanan juga harus mematuhi standar keamanan dan prosedur operasional yang spesifik. Semua regulasi ini tentu berdampak pada biaya operasional. Ujung-ujungnya, lagi-lagi harga makanan yang kamu bayar ikut menyesuaikan.

5. Sulitnya mencari dan mempertahankan karyawan

ilustrasi restoran di bandara
ilustrasi restoran di bandara (commons.wikimedia.org/Marek Slusarczyk)

Bekerja di bandara gak selalu mudah. Jam kerja bisa panjang, ritmenya cepat, dan akses keluar-masuk area kerja harus melewati prosedur keamanan. Hal ini membuat tingkat pergantian karyawan di restoran bandara cenderung tinggi.

Ketika turnover tinggi, biaya rekrutmen dan pelatihan ikut meningkat. Restoran harus terus melatih staf baru agar pelayanan tetap berjalan lancar. Semua biaya tambahan ini pada akhirnya ikut dihitung dalam harga makanan yang kamu beli.

6. Persaingan yang dibatasi

ilustrasi bandara
ilustrasi bandara (freepik.com/rawpixel.com)

Di bandara, jumlah restoran atau vendor makanan gak sebanyak di luar. Pengelola bandara biasanya mengontrol jumlah tenant supaya gak terlalu banyak. Dengan pilihan yang terbatas, persaingan harga pun jadi tidak terlalu ketat.

Dalam ilmu ekonomi, kondisi ini berkaitan dengan konsep supply and demand. Ketika pilihan sedikit dan permintaan tinggi, harga cenderung naik. Karena kamu gak punya banyak alternatif, restoran gak merasa perlu menurunkan harga untuk bersaing.

7. Kamu adalah “captured audience”

ilustrasi bandara
ilustrasi bandara (freepik.com/Lifestylememory)

Ini mungkin alasan yang paling jujur sekaligus menyebalkan. Saat sudah melewati pemeriksaan keamanan dan menunggu boarding, kamu praktis gak punya pilihan lain selain membeli makanan di dalam bandara. Keluar lagi jelas bukan opsi.

Penjual tahu bahwa penumpang sering kali dalam kondisi lapar, lelah, atau stres karena penerbangan tertunda. Dalam situasi seperti itu, kamu cenderung gak terlalu memikirkan harga. Selama kebutuhan terpenuhi, banyak orang tetap akan membeli meski harganya mahal.

Sekarang kamu tahu bahwa harga makanan di bandara mahal bukan semata-mata karena “niat jahat” penjual. Ada banyak faktor seperti sewa tinggi, biaya konsesi, logistik rumit, hingga minimnya persaingan yang ikut memengaruhi. Ditambah lagi, posisi kamu sebagai penumpang membuat pilihan jadi terbatas.

Memahami alasan-alasan ini bisa membantumu lebih bijak saat bepergian. Kalau ingin lebih hemat, kamu bisa makan sebelum ke bandara atau membawa camilan sendiri sesuai aturan yang berlaku.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Food

See More