Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kulit Sourdough Bisa Renyah Tapi Cepat Melempem?
ilustrasi sourdough (unsplash.com/Amy Humphries)
  • Sourdough paling nikmat saat baru matang karena keraknya masih renyah, namun tekstur ini cepat berubah seiring waktu akibat fermentasi alami tanpa bahan pengawet.
  • Penyimpanan dalam kantong plastik membuat kerak cepat lembap, sedangkan kemasan kertas membantu menjaga kerenyahan lebih lama meski tidak permanen.
  • Kulit sourdough bisa kembali garing setelah dipanaskan di oven, menjadikannya tetap lezat meski sempat melempem karena cuaca lembap atau penyimpanan kurang tepat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sourdough memiliki ciri khas yang mudah dikenali, yaitu kulit luar yang tebal, berwarna kecokelatan, dan renyah saat digigit. Banyak pencinta roti justru menganggap bagian kerak ini sebagai daya tarik utama karena memberikan tekstur yang berbeda dibandingkan roti tawar biasa. Namun, tidak sedikit yang merasa heran ketika sourdough yang baru dibeli terasa sangat garing, tetapi beberapa jam kemudian kulitnya mulai melempem.

Padahal, kondisi tersebut cukup umum terjadi pada sourdough artisan. Bahkan roti dari bakery terkenal sekalipun dapat mengalami hal yang sama setelah disimpan beberapa waktu. Karena itu, ada beberapa alasan yang membuat tekstur renyah tersebut tidak selalu bertahan lama. Berikut penjelasannya.

1. Sourdough paling nikmat saat masih segar

ilustrasi sourdough (unsplash.com/Vicky Ng)

Salah satu alasan kulit sourdough cepat melempem adalah karena roti ini memang baiknya  dinikmati dalam kondisi sesegar mungkin. Banyak bakery memanggang sourdough pada pagi hari agar pelanggan bisa menikmati tekstur terbaiknya beberapa jam setelah matang. Pada periode tersebut, kerak luar masih berada dalam kondisi paling renyah dan aromanya juga lebih kuat. Seiring berjalannya waktu, karakter tersebut perlahan mulai berubah meskipun rasa rotinya masih tetap enak.

Hal ini berbeda dengan beberapa roti komersial yang menggunakan bahan tambahan untuk mempertahankan tekstur lebih lama. Sourdough artisan umumnya mengandalkan fermentasi alami dan bahan yang relatif sederhana. Karena itu, perubahan tekstur menjadi bagian dari karakter roti itu sendiri. Tidak heran jika sourdough sering disarankan untuk segera dinikmati pada hari yang sama ketika dibeli.

2. Cara penyimpanan sangat memengaruhi tekstur kerak

ilustrasi sourdough (unsplash.com/Skyler Ewing)

Banyak orang langsung memasukkan sourdough ke dalam kantong plastik setelah membelinya. Cara ini memang membantu menjaga bagian dalam roti tetap lembut, tetapi sering kali membuat kulit luarnya kehilangan kerenyahan. Ketika roti berada dalam ruang yang tertutup rapat, kelembapan akan terkumpul di sekitar permukaan kerak. Akibatnya, tekstur yang sebelumnya garing perlahan menjadi lebih lunak.

Karena alasan tersebut, banyak bakery artisan justru membungkus sourdough menggunakan kantong kertas saat dijual. Kemasan seperti ini membantu roti tetap bisa bernapas tanpa membuat kerak terlalu cepat lembap. Meski tidak membuat kerenyahan bertahan selamanya, setidaknya tekstur kulit luar dapat terjaga lebih lama. Pemilihan wadah penyimpanan sering kali memberikan perbedaan yang cukup signifikan. Bahkan sourdough yang sama bisa menghasilkan tekstur berbeda tergantung cara menyimpannya di rumah.

3. Memotong roti saat masih hangat bisa memengaruhi kerak

ilustrasi sourdough (unsplash.com/Mathilda Khoo)

Banyak orang tergoda untuk langsung memotong sourdough yang masih hangat karena aroma rotinya sangat menggugah selera. Padahal, kebiasaan ini sering membuat tekstur kulit luar berubah lebih cepat. Saat bagian dalam roti masih sangat hangat, kelembapan yang tersimpan di dalamnya belum stabil. Ketika roti dipotong, kelembapan tersebut lebih mudah keluar melalui bagian yang terbuka.

Akibatnya, kondisi kerak juga ikut berubah dalam waktu yang lebih singkat. Inilah alasan mengapa banyak baker menyarankan sourdough didiamkan terlebih dahulu sebelum dipotong. Selain membantu mempertahankan tekstur, langkah ini juga membuat struktur bagian dalam roti lebih stabil saat diiris. Hasil potongan pun biasanya lebih rapi dan tidak mudah hancur. Meski terlihat sederhana, waktu memotong roti ternyata cukup berpengaruh terhadap pengalaman menikmatinya.

4. Cuaca lembap menjadi musuh kulit sourdough

ilustrasi sourdough (unsplash.com/Debbie Widjaja)

Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, kulit sourdough cenderung lebih cepat kehilangan kerenyahannya dibandingkan di daerah yang udaranya kering. Kondisi udara yang lembap membuat kerak roti lebih mudah menyerap kelembapan dari lingkungan sekitar. Bahkan ketika hanya diletakkan di meja dapur, tekstur kulit luar bisa berubah dalam beberapa jam. Karena itu, pengalaman menikmati sourdough sering berbeda tergantung lokasi dan cuaca.

Hal ini juga menjelaskan mengapa sourdough yang dibeli saat musim hujan terkadang terasa lebih cepat melempem dibandingkan hari-hari yang panas dan kering. Faktor lingkungan sering kali lebih berpengaruh daripada yang disadari banyak orang. Bakery biasanya tidak dapat sepenuhnya mengendalikan kondisi tersebut setelah roti dibawa pulang oleh pelanggan. Karena itu, perubahan tekstur bukan selalu disebabkan oleh kualitas produk. Kadang-kadang, cuaca memang menjadi faktor utama yang sulit dihindari.

5. Sourdough akan kembali renyah bila dipanaskan ulang

ilustrasi sourdough (unsplash.com/Amy Humphries)

Kabar baiknya, kulit sourdough yang melempem tidak selalu berarti roti sudah kehilangan kualitasnya. Dalam banyak kasus, tekstur renyah tersebut bisa muncul kembali setelah roti dipanaskan dengan cara yang tepat. Beberapa menit di oven biasanya cukup untuk membuat bagian luar kembali garing dan harum. Cara ini sering dilakukan oleh bakery maupun restoran ketika menyajikan sourdough yang tidak langsung dikonsumsi setelah dipanggang.

Menariknya, banyak orang justru merasa sourdough yang dipanaskan ulang memiliki tekstur yang lebih menyenangkan dibandingkan saat disimpan pada suhu ruang. Bagian luar menjadi renyah kembali sementara bagian dalam tetap terasa lembut. Karena itu, sourdough termasuk roti yang relatif mudah dipanaskan kembali sebelum disajikan. Selama belum berjamur atau rusak, perubahan tekstur bukanlah masalah besar. Dengan sedikit pemanasan, pengalaman menikmati sourdough bisa kembali mendekati saat pertama kali dibeli.

Kulit sourdough yang cepat melempem bukanlah tanda bahwa rotinya gagal atau kualitasnya buruk. Kondisi tersebut merupakan hal yang umum terjadi karena karakter sourdough memang terus berubah setelah keluar dari oven. Karena itu, banyak pencinta sourdough memilih menikmati roti ini sesegar mungkin atau menghangatkannya kembali sebelum disantap. Dengan memahami karakter tersebut, pengalaman menikmati sourdough pun bisa menjadi lebih maksimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article