Pemilik Meninggal, Es Krim Baltic Tutup Permanen setelah 87 Tahun Berdiri

- Toko es krim legendaris Baltic di Kwitang, Jakarta Pusat resmi tutup permanen setelah pemiliknya, Mulya Setiawan, meninggal dunia pada November 2025.
- Didirikan sejak 1939, Baltic dikenal dengan cita rasa autentik dan varian klasik seperti cokelat, vanila, serta kopyor yang menjadi favorit lintas generasi.
- Kabar penutupan Baltic viral di media sosial, memunculkan banyak kenangan dari warganet yang pernah menikmati es krim dan suasana khas toko tersebut.
Baltic, toko es krim legendaris di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, resmi menutup gerainya secara permanen setelah 87 tahun berdiri. Tempat yang dikenal dengan es krim jadul bercita rasa autentik ini sudah ada sejak 1939. Bahkan, Baltic sudah menjadi langganan banyak warga Jakarta lintas generasi.
Kabar penutupan tersebut terjadi setelah Baltic kehilangan sosok yang selama ini berada di balik bisnisnya, yakni Mulya Setiawan. Jumiati, mantan karyawan Baltic, mengonfirmasi bahwa toko es krim legendaris tersebut memang sudah tidak lagi beroperasi. "Baltic tutup (permanen)," ujarnya saat dihubungi IDN Times pada Kamis (16/7/2026).
Berikut fakta di balik tutupnya toko es krim Baltic.
1. Tutup permanen setelah pemilik meninggal dunia

Jumiati menjelaskan pemilik toko es krim Baltic telah meninggal dunia karena sakit. Menurut dia, sang pemilik wafat pada 24 November 2025 pukul 10.30 WIB.
Ia juga mengatakan toko tersebut sudah tutup permanen sejak Januari 2026. Bangunan dan bisnisnya kini dijual, karena tidak ada keluarga yang melanjutkan usaha tersebut. "Tidak ada penerusnya," tutur Jumiati.
2. Toko es krim yang mempertahankan cita rasa legendaris

Es Krim Baltic menjadi salah satu toko es krim tertua di Jakarta. Bangunannya cukup ikonik karena memiliki desain yang berbeda dibandingkan deretan bangunan di sekitarnya. Lokasinya yang berada dekat persimpangan lampu merah Senen juga membuat toko ini mudah dikenali.
Pada masa awal berdiri, Es Krim Baltic menyajikan produknya menggunakan mangkuk keramik maupun dalam bentuk stik. Seiring perkembangan zaman, mereka terus berinovasi dengan menghadirkan berbagai varian rasa baru. Baltic juga memperbaharui logo, mempercantik dekorasi toko, hingga menggunakan tagline "Es Krim Sejak 1939."
Meski terus beradaptasi, Baltic tetap mempertahankan cita rasa khas yang membuatnya dikenal selama 86 tahun. Beberapa rasa favoritnya, antara lain cokelat, vanila, stroberi, alpukat, kopyor, mangga, dan mocca.
3. Kabar penutupan ramai diperbincangkan di media sosial

Kabar tutupnya Es Krim Baltic juga ramai dibagikan di media sosial. Salah satunya melalui unggahan akun Instagram @vida_adisti yang memperlihatkan kondisi toko telah tutup permanen. Dalam video tersebut, terlihat ruko Baltic terkunci rapat dan terdapat informasi bahwa bangunan tersebut sedang dalam proses dijual.
Unggahan itu memancing banyak komentar dari warganet yang mengaku memiliki kenangan dengan toko es krim Baltic. Akun @bcm.poms menulis, "Eh, serius, nih, tutup? Ini dekat banget rumah saya, sedih."
Komentar serupa juga datang dari akun @ekikusumasari yang menuliskan, "Padahal semua rasanya enak-enak lho. Saya suka es krim Baltic."
Sementara itu, akun @tina_firga mengenang momen bersama suaminya di toko tersebut. "Punya kenangan sama paksu, pas awal nikah kita sering ke sini karena dekat dari kantor paksu. Rasa ice cream-nya enak banget," tulisnya.
Penutupan toko es krim Baltic menandakan berakhirnya perjalanan salah satu toko es krim legendaris di Jakarta yang telah beroperasi puluhan tahun. Meski tokonya kini telah tutup permanen, cita rasa dan kenangan yang ditinggalkan Baltic akan tetap melekat di hati banyak pelanggannya.

![[QUIZ] Pilih Kedai Es Krim Legendarismu, lalu Pesanlah Menu Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251111/1762829421899_178acbfc-e54f-4cfb-a471-d05fe75467aa_watermarked_idntimes-2.jpg)


















