Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Makanan yang Gak Boleh Dimasak Bersamaan, Merusak Rasa!

7 Makanan yang Gak Boleh Dimasak Bersamaan, Merusak Rasa!
Potret ikan jahe kukus (pexels.com/@shardar-tarikul-islam)

Saat memasak di dapur, kita sering menjajal berkreasi dengan berbagai bahan makanan. Menggabungkan beberapa bahan sekaligus memang bisa membuat rasa masakan menjadi lebih kaya dan menarik.

Namun, gak semua bahan makanan cocok dimasak bersamaan, lho. Ada beberapa kombinasi bahan yang justru kurang cocok jika dimasak dalam waktu bersamaan. Hal ini bukan mitos atau pantangan aneh, melainkan berkaitan dengan reaksi kimia pada makanan yang bisa memengaruhi tekstur, rasa, hingga hasil akhir masakan.

Dengan memahami kombinasi bahan yang sebaiknya dipisahkan, kamu bisa menghasilkan masakan dengan rasa yang lebih maksimal. Masih banyak kombinasi bahan di dapur yang sering dianggap aman, padahal hasilnya bisa membuat rasa makanan kurang seimbang, teksturnya berubah, bahkan merusak cita rasanya.

Berikut beberapa makanan yang sebaiknya gak dimasak bersamaan, supaya rasa dan teksturnya tetap terjaga baik alias tidak rusak.

Table of Content

1. Daging, baking soda, dan bahan asam

1. Daging, baking soda, dan bahan asam

Baking soda sering digunakan untuk melunakkan daging sebelum dimasak. Namun, jika daging langsung dimasak bersama bahan asam seperti lemon, tomat, atau cuka, maka efek dari baking soda berpotensi tidak akan optimal.

Hal ini terjadi karena bahan asam dapat menetralkan baking soda. Jadi, daging tetap terasa keras saat dimasak. Sebaiknya marinasi daging terlebih dahulu dengan baking soda selama beberapa menit. Setelah itu, bilas daging hingga bersih. Terakhir, masak bersama bahan asam.

2. Udang dan susu

Potret udang
Potret udang (pixabay.com/shenfei337)

Jangan masak udang bersama susu karena protein di dalamnya dapat bereaksi dengan susu. Kombinasi bahan ini bisa menimbulkan aroma amis yang lebih kuat.

Jika ingin membuat hidangan udang dengan tekstur creamy, kamu bisa mengganti susu dengan santan yang sudah dimasak. Santan biasanya lebih cocok dipadukan dengan seafood dan memberikan rasa gurih yang lebih seimbang. Sebaiknya santan dimasukkan di tahap akhir memasak, agar rasanya tetap segar.

3. Jamur dan makanan beraroma kuat

Jamur dikenal sebagai bahan makanan yang mudah menyerap aroma dari bahan lain. Jika dimasak bersama bahan beraroma kuat, seperti petai atau jengkol, rasa asli jamur bisa hilang.

Nah, agar cita rasa jamur tetap terasa, sebaiknya masak jamur dengan bahan yang aromanya lebih ringan. Contohnya dengan bawang putih, mentega, lada, atau saus krim.

4. Telur dan bayam

Potret telur dan bayam
Potret telur dan bayam (pexels.com/@daka)

Bayam sering dicampur dengan telur di dalam berbagai hidangan. Namun, bayam mengandung senyawa tertentu yang dapat menghambat penyerapan zat besi dari telur.

Jika ingin menggunakan kedua bahan ini, sebaiknya masak bayam sebentar terlebih dahulu. Setelah itu, tambahkan telur atau sajikan secara terpisah, agar nutrisinya tetap optimal.

5. Cumi dan kapur sirih

Kapur sirih sering digunakan saat mengolah cumi-cumi. Bahan ini memang dapat membantu mengurangi bau amis dan membuat teksturnya lebih renyah saat digoreng.

Jika menggunakan terlalu banyak atau direndam terlalu lama, kapur sirih bisa membuat tekstur cumi menjadi keras dan alot saat dimasak. Oleh karena itu, gunakan kapur sirih dalam jumlah sedikit saja dan cukup rendam sebentar. Setelah itu, bilas cumi hingga benar-benar bersih sebelum dimasak.

6. Pare dan labu

Potret pare
Potret pare (pexels.com/Lars H Knudsen)

Pare memiliki rasa pahit yang cukup kuat. Sedangkan, labu dikenal dengan rasa manis alaminya. Jika kedua bahan ini dimasak bersama, perpaduan rasanya bisa terasa kurang seimbang.

Rasa pahit pare biasanya akan mendominasi, sehingga rasa manis dari labu justru gak terasa maksimal. Sebaiknya masak pare secara terpisah dengan bumbu yang kuat, biar rasanya lebih nikmat. Kamu bisa menggunakan bawang, cabai, atau rempah-rempah biar cita rasanya bisa lebih menonjol.

7. Ikan dan jahe dalam jumlah banyak

Jahe memang sering digunakan untuk mengurangi bau amis pada ikan. Jika digunakan dalam jumlah terlalu banyak justru bisa memengaruhi tekstur ikan.

Protein pada ikan dapat bereaksi dengan jahe, sehingga tekstur ikan menjadi lebih keras dan kenyal seperti karet. Selain itu, aroma jahe yang terlalu kuat juga bisa menutupi rasa alami ikan.

Agar hasil masakan tetap lezat, gunakan jahe secukupnya saja atau tambahkan di tahap akhir memasak. Jadi, aromanya gak akan terlalu mendominasi.

Itu dia beberapa bahan yang sebaiknya gak dimasak bersamaan. Jadi, sebelum bereksperimen di dapur, pastikan kamu sudah mengetahui kombinasi bahan yang tepat, agar hasil masakan tetap maksimal. Selamat memasak!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Food

See More

Kenapa Santan Pecah saat Dimasak? Ini Penyebabnya!

31 Mar 2026, 09:20 WIBFood