Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Makanan yang Sebaiknya Gak Dijadikan Oleh-oleh saat Liburan
ilustrasi jajan pasar (unsplash.com/id/@aldrinrachmanpradana)
  • Hindari makanan berkuah dan jajanan basah bersantan sebagai oleh-oleh karena rentan bocor, tumpah, cepat basi, atau berubah kualitas selama perjalanan.
  • Buah beraroma tajam seperti durian segar berpotensi mengganggu penumpang dan dilarang di banyak transportasi; pilih olahan tersegel, kalengan, atau vakum.
  • Gorengan mudah melempem, sedangkan dessert dingin cepat meleleh tanpa penanganan khusus; pilih camilan kering, keripik, atau produk yang lebih tahan perjalanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Momen jalan-jalan ke luar kota memang kurang afdal kalau pulang tanpa membawa oleh-oleh. Mulai dari camilan khas, kue kekinian, hingga makanan tradisional yang legendaris, rasanya ingin kita bungkus untuk keluarga, teman kantor, atau tetangga.

Namun, sayangnya, gak semua makanan enak cocok buat diajak "traveling" dan dijadikan oleh-oleh. Biar pengalaman traveling-mu tetap menyenangkan sampai akhir, dan oleh-olehmu disambut senyuman, bukan helaan napas, simak makanan yang sebaiknya kamu hindari untuk dijadikan oleh-oleh berikut ini.

1. Makanan berkuah melimpah

ilustrasi soto betawi (unsplash.com/id/@jeraind)

Soto khas daerah, gudeg basah, atau gulai rempah memang juaranya kuliner lokal. Namun, kalau dipaksa masuk ke dalam koper atau ditenteng di bagasi bus selama berjam-jam? Duh, mending jangan.

  • Kenapa harus dihindari: Risiko tumpah dan bocor sangat tinggi! Sekali plastik bungkusnya bocor, baju-baju cantikmu di dalam koper bisa langsung berubah warna dan beraroma rempah. Jika tumpah di perjalanan pulang, pasti akan menyulitkanmu dan penumpang lain, kan?

  • Solusinya: Cari versi kemasan kaleng atau vakum kedap udara. Saat ini sudah banyak kuliner tradisional legendaris yang mengemas hidangan mereka dalam bentuk kalengan yang jauh lebih praktis dan tahan lama.

2. Jajanan basah bersantan

ilustrasi jajan pasar (unsplash.com/id/@aldrinrachmanpradana)

Kue-kue tradisional berbasis santan, seperti lupis, cenil, kue talam, atau lepet, memang menggoda iman. Warnanya yang cantik, bentuknya yang mungil, dan rasanya yang beragam cocok banget dijadikan buah tangan buat teman di kantor. Namun, kamu perlu tahu kalau makanan bersantan adalah musuh utama dalam perjalanan jauh, lho.

  • Kenapa harus dihindari: Makanan berbahan santan cair atau kelapa parut segar biasanya hanya bertahan hitungan jam pada suhu ruang. Kalau perjalananmu seharian penuh, ketika sampai di tujuan, makanan tersebut bisa-bisa berlendir, asam, atau bahkan basi.

  • Solusinya: Ketimbang gagal membawa oleh-oleh, pertimbangkan olahan kue lainnya. Misalnya, kue kering khas daerah setempat atau kue basah yang memang diproses dengan teknik memanggang (baked) yang relatif tahan 3–5 hari. Dengan begitu, makananmu akan lebih aman sampai ke penerimanya.

3. Buah beraroma "menyengat"

ilustrasi durian (unsplash.com/@davidkristianto)

Bagi pencinta durian, membawa pulang durian segar dari daerah penghasilnya mungkin terasa seperti ide yang jenius. Namun, bagaimana dengan penumpang lain di moda transportasi umum? Bisa jadi mimpi buruk!

  • Kenapa harus dihindari: Aromanya yang sangat tajam dan pekat dapat memicu pusing atau mual bagi orang lain. Selain itu, hampir semua maskapai penerbangan, kereta api, dan bus AKAP melarang keras penumpang membawa durian segar ke dalam kabin maupun bagasi. Jangankan sampai ke rumah, durian yang kamu beli bisa berakhir di tempat sampah bandara atau stasiun.

  • Solusinya: Kalau masih ingin membawa sesuatu yang berbau durian, sebaiknya bawa olahan turunan durian yang sudah tersegel rapi dan kedap udara. Misalnya, pancake durian beku yang dibungkus dengan styrofoam box aman, lempok durian, atau keripik durian yang jauh lebih mudah dibawa dan awet.

4. Gorengan dan makanan yang mudah melempem

ilustrasi gorengan (unsplash.com/id/@lm_____turtle02)

Siapa yang bisa tahan melihat gorengan? Apalagi gorengan hangat khas daerah yang renyah memang bikin lapar mata. Padahal, kelezatan gorengan itu sifatnya sementara alias cuma bertahan saat masih hangat.

  • Kenapa harus dihindari: Begitu dingin dan dimasukkan ke dalam wadah tertutup, uap panasnya akan membuat gorengan menjadi berminyak, lembek, dan kehilangan tekstur krispinya. Sampai di rumah, penampilannya sudah gak menggugah selera lagi.

  • Solusinya: Alih-alih gorengan basah, belilah versi keripik atau kerupuk mentah atau olahan keringnya yang bisa digoreng sendiri oleh si penerima di rumah. Gak cuma praktis buat kamu, si penerima akan lebih senang karena bisa dinikmati fresh dan hangat.

5. Dessert dingin tanpa penanganan khusus

ilustrasi rasa favorit gelato (pexels.com/@roman-odintsov)

Gelato lokal yang hits, pie es, atau puding buah es krim yang lembut memang pasti jadi idaman di musim dingin. Tampilannya yang menarik, keluarga sampai kolega pasti gak akan menolak. Sayangnya, membawanya pulang, apalagi tanpa coolbox atau dry ice, cuma bakal bikin kamu gigit jari.

  • Kenapa harus dihindari: Dalam hitungan puluh menit saja di suhu ruangan Indonesia yang tropis, dessert dingin bakal meleleh dan berubah bentuk jadi cairan manis yang berantakan. Sekalipun menggunakan coolbox, akan memakan tempat atau bagasi yang lebih saat pulang.

  • Solusinya: Nikmati dessert tersebut sepuasnya di tempat asalnya sebagai bagian dari kenangan liburan. Dan untuk oleh-oleh, belilah dalam bentuk makanan padat atau kering yang punya rasa manis atau segar untuk dibagikan.

Pada akhirnya, memilih oleh-oleh kuliner bukan hanya soal rasa yang lezat di tempat asal, tetapi juga tentang memastikan kualitasnya tetap terjaga hingga sampai di tangan penerima. Dengan menghindari makanan yang mudah basi, berbau menyengat, atau rentan tumpah, kamu bisa menikmati perjalanan dengan tenang tanpa khawatir barang bawaan rusak. Jadi, pastikan kamu lebih selektif saat berburu buah tangan agar niat baikmu membagikan kebahagiaan berjalan sempurna!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article