Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Kopi Susu Kekinian di Jakarta vs Harga Sembako

4 min read
Harga Kopi Susu Kekinian di Jakarta vs Harga Sembako
Potret minum kopi (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
  • Harga kopi premium di Jakarta berkisar Rp40 ribu-Rp100 ribu per gelas, didorong pilihan bahan, biji kopi, dan racikan khas.

  • Bujet Bacha Coffee Rp80 ribu-Rp100 ribu setara sekitar 5-6 kilogram beras, sementara Harlan Coffee Rp60 ribu dapat membeli sekitar dua liter minyak goreng.

  • Harga kopi lain dapat dialihkan untuk telur, ayam dan bumbu, atau paket sayur, tahu, tempe, telur, serta cumi untuk kebutuhan memasak rumahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kopi susu menjadi salah satu minuman yang semakin menjamur, khususnya di Jakarta. Kamu bisa menemukannya di berbagai tempat, mulai dari kafe, coffee shop, hingga restoran. Pilihan rasa, kreasi menu, dan tampilannya pun semakin beragam untuk menarik perhatian pelanggan.

Sejumlah coffee shop bahkan menawarkan minuman dengan bahan premium, biji kopi pilihan dari berbagai negara, hingga racikan khas yang membuatnya berbeda dari tempat lain. Gak heran kalau harga segelas kopi bisa mencapai puluhan ribu rupiah.

Namun, pernahkah kamu membandingkan harga minuman kekinian tersebut dengan kebutuhan sehari-hari? Dengan nominal yang sama, kamu bisa membeli beras, telur, minyak goreng, hingga bahan makanan untuk memasak di rumah.

Lantas, apa saja kebutuhan dapur yang bisa dibeli dengan harga minuman kekinian di Jakarta? Yuk, simak perbandingannya berikut ini!

  1. 1. Bacha Coffee vs beras

    Bacha Coffee, Plaza Indonesia, Jakarta (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
    Bacha Coffee, Plaza Indonesia, Jakarta (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

    Bacha Coffee dikenal sebagai merek kopi premium yang menawarkan beragam pilihan kopi Arabika dari berbagai wilayah dunia. Koleksi kopinya berasal dari Afrika, Semenanjung Arab, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Karibia, dan Asia.

    Beberapa menu favorit Bacha Coffee antara lain I Love Paris Coffee dan Arabian Nights. Harga menu signature Bacha Coffee muali dari Rp80 ribu per cup. Sementara itu, kopi takeaway dengan kemasan khasnya bisa dibanderol sekitar Rp100 ribuan, tergantung menu yang dipilih.

    Dengan bujet Rp80 ribu hingga Rp100 ribu, kamu bisa membeli sekitar 5-6 kilogram beras jika menggunakan patokan harga Rp15 ribu per kilogram. Sebagai gambaran, harga rata-rata beras di Jakarta mencapai Rp15.770 per kilogram berdasarkan data infopangan.jakarta.go.id.

    Artinya bujet untuk segelas kopi premium bisa dialihkan untuk membeli beras yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Jumlah pastinya tetap bergantung pada jenis beras dan harga yang berlaku di toko.

  2. 2. Harlan Coffee vs minyak goreng

    Harlan Coffee menawarkan pilihan minuman kopi dengan tampilan yang menarik. Salah satu menu yang bisa dicoba adalah Butterscotch Latte, dengan sentuhan remahan biskuit di bagian bibir gelas. Harganya sekitar Rp60 ribu per cup.

    Dengan bujet tersebut, kamu bisa mengalokasikan uang untuk membeli dua liter minyak goreng dengan harga sekitar Rp50 ribu-Rp64 ribuan. Jadi, uang yang biasanya kamu keluarkan untuk menikmati segelas latte juga bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan memasak di rumah.

  3. 3. % Arabica vs telur

    Potret gerai Arabica terbaru di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat
    Potret gerai Arabica terbaru di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

    Coffee shop % Arabica asal Kyoto, Jepang, dikenal dengan desain gerai yang ikonik dan minimalis. Salah satu menu andalannya adalah Kyoto Latte Iced yang cocok buat kamu pencinta kopi susu dengan cita rasa khas. Untuk menikmati segelas Kyoto Latte Iced, kamu perlu menyiapkan bujet sekitar Rp63 ribu.

    Jika dibandingkan dengan harga telur ayam rata-rata di Jakarta yang mencapai Rp27 ribuan per kilogram, nominal tersebut setara dengan sekitar 2 kilogram telur ayam biasa. Apalagi jika kamu ingin mengonsumsi telur yang lebih berkualitas seperti telur omega. Di mana harganya mulai Rp30 ribuan per kilogram.

    Dengan bujet yang sama, kamu bisa membeli dua kilogram telur omega. Bahan makanan seperti ini bisa untuk beberapa kali makan. Tergantung jumlah anggota keluarga dan menu yang dibuat.

  4. 4. The Coach Coffee vs daging ayam dan bumbu dapur

    Potret The Coach Coffee Shop, Grand Indonesia, Jakarta (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)
    Potret The Coach Coffee Shop, Grand Indonesia, Jakarta (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

    The Coach Coffee merupakan food and beverage dari Coach, merek fashion asal New York, Amerika Serikat. Selain menawarkan suasana yang khas, coffee shop ini memiliki sejumlah menu kopi dengan harga sekitar Rp45 ribu-Rp65 ribu per cup.

    Dengan bujet tersebut, kamu bisa membeli daging ayam sekaligus beberapa bumbu dapur untuk memasak di rumah. Berdasarkan data harga rata-rata pangan Jakarta, daging ayam dijual sekitar Rp43 ribuan per kilogram.

    Jika menggunakan bujet Rp65 ribu, kamu bisa membeli sekitar satu kilogram daging ayam dan sisanya sekitar Rp22 ribu untuk membeli sebagian kebutuhan bumbu. Kamu bisa membeli bawang merah, bawang putih, dan cabai. Jumlah setiap bahan bisa disesuaikan dengan harga dan takaran yang dibutuhkan.

    Bahan-bahan tersebut bisa diolah menjadi beragam hidangan rumahan, mulai dari ayam goreng hingga ayam tumis pedas. Jadi, bujet segelas kopi di coffee shop premium juga bisa menjadi modal untuk menyiapkan lauk makan di rumah.

  5. 5. Kurasu Kissaten vs sayur dan bahan makanan lainnya

    Suasana di Kurasu Indonesia (Instagram.com/kurasu.id)
    Suasana di Kurasu Indonesia (Instagram.com/kurasu.id)

    Kurasu Kissaten, kafe hits di Jakarta ini menawarkan pilihan minuman kopi dengan racikan khas. Harga menu signature kopinya berkisar Rp40 ribu–Rp55 ribu. Selain kopi, ada pula Kurasu Signature Matcha Latte yang populer, dibanderol sekitar Rp50 ribu–Rp55 ribu.

    Dengan bujet tersebut, kamu bisa menyusun belanja sederhana untuk kebutuhan makan sehari-hari. Misalnya membeli dua ikat kangkung (Rp6.000), satu papan tempe (Rp6.000), satu bungkus tahu (Rp6.000), serta bahan lauk seperti 1/4 kilogram telur ayam (Rp8.000). Selain itu, bumbu dapur seperti cabai rawit, bawang, dan garam (Rp10.000). Total belanjaan dasar ini baru mencapai Rp36.000.

    Kamu juga bisa menambahkan bahan makanan lain jika harganya masih sesuai bujet, seperti 250 gram cumi basah (Rp14.000). Jadi total belanja menjadi Rp50.000.

    Itu dia perbandingan harga minuman kekinian di Jakarta dengan sejumlah kebutuhan dapur sehari-hari. Bujet untuk segelas kopi premium ternyata dapat dialokasikan untuk membeli bahan makanan. Jadi, kalau punya uang Rp50 ribu-Rp100 ribu, kamu lebih memilih ngopi di coffee shop favorit atau belanja bahan makanan untuk masak di rumah?

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More