Perbedaan Soft Cookies vs. Crispy Cookies, Mana Favoritmu?

Pernah bingung memilih antara soft cookies yang chewy atau crispy cookies yang renyah saat digigit? Keduanya sama-sama lezat, tapi punya karakter rasa dan tekstur yang sangat berbeda. Kalau kamu penasaran apa saja perbedaannya dan bagaimana cara membuatnya, artikel ini pas banget untuk kamu baca sampai habis.
Dengan memahami perbedaan soft cookies dan crispy cookies, kamu bisa menentukan jenis cookies favorit sesuai selera. Cara bikin dan teknik memanggang kedua jenis cookies ini berpengaruh besar terhadap cita rasa. Yuk, kita bahas satu per satu supaya kamu tidak salah langkah saat baking di rumah.
1. Perbedaan tekstur yang paling terasa

Soft cookies dikenal dengan teksturnya yang lembut, empuk, dan sedikit kenyal di bagian tengah. Saat digigit, cookies terasa moist dan tidak mudah hancur. Tekstur ini biasanya jadi favorit pencinta kue yang lembut dan nyaman di mulut.
Sebaliknya, crispy cookies punya tekstur kering dan renyah dari pinggir hingga ke tengah. Saat digigit, cookies langsung patah dan berbunyi kriuk. Sensasi ini cocok untuk kamu yang suka camilan garing dan tahan lama saat disimpan.
2. Komposisi bahan yang membuat perbedaan

Soft cookies biasanya menggunakan lebih banyak bahan pelembap seperti brown sugar, mentega, dan telur. Brown sugar berperan besar dalam menciptakan tekstur chewy dan rasa yang lebih karamel. Selain itu, penggunaan kuning telur lebih dominan juga membantu cookies tetap lembut.
Crispy cookies cenderung menggunakan lebih banyak gula pasir dibanding brown sugar. Gula pasir membantu menciptakan tekstur yang lebih kering dan renyah setelah dipanggang. Tak jarang, jumlah telur dan lemak juga dikurangi agar cookies tidak terlalu lembap.
3. Teknik pengadukan adonan

Untuk soft cookies, adonan sebaiknya tidak diaduk terlalu lama. Pengadukan berlebihan bisa membuat gluten terbentuk dan cookies menjadi keras. Teknik ini penting agar hasil cookies tetap empuk dan tidak bantat.
Sementara itu, adonan crispy cookies bisa diaduk sedikit lebih lama hingga tercampur rata. Tekstur adonan yang lebih homogen membantu cookies matang merata dan renyah. Meski begitu, tetap hindari overmix agar hasilnya tidak terlalu keras.
4. Suhu dan waktu pemanggangan

Soft cookies dipanggang dengan waktu yang lebih singkat dan suhu sedang. Cookies biasanya dikeluarkan saat bagian tengah masih terlihat sedikit lembut. Proses ini memungkinkan cookies mengeras perlahan saat dingin tanpa kehilangan kelembutannya.
Crispy cookies membutuhkan waktu panggang lebih lama dengan suhu sedikit lebih rendah atau stabil. Tujuannya agar kadar air dalam adonan benar-benar menguap. Hasilnya, cookies menjadi kering sempurna dan tahan lama.
5. Cara penyimpanan yang berbeda

Soft cookies sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat agar tidak cepat kering. Kamu juga bisa menambahkan roti tawar di dalam wadah untuk menjaga kelembapannya. Cara ini membantu cookies tetap lembut meski disimpan beberapa hari.
Crispy cookies justru harus disimpan di wadah kering dan tidak lembap. Pastikan wadah benar-benar kedap udara agar kerenyahannya terjaga. Hindari menyimpannya bersama makanan lembap karena bisa membuat cookies melempem.
Jadi, kamu tim soft cookies atau crispy cookies? Apapun pilihannya, sekarang kamu sudah tahu trik dan cara bikinnya agar hasilnya maksimal. Siap bereksperimen di dapur dan bikin cookies favorit versi kamu sendiri?
















