Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Takaran Kopi dan Air yang Pas agar Rasa Kopi Seimbang dan Nikmat

ilustrasi membuat kopi
ilustrasi membuat kopi (vecteezy.com/Suwinai Sukanant)

Menentukan takaran kopi sering dianggap sepele, padahal keputusan kecil ini sangat menentukan rasa akhir di cangkir. Banyak orang merasa kopinya pahit berlebihan atau justru hambar, bukan karena kualitas biji, melainkan karena perbandingan kopi dan air yang kurang pas. Takaran bukan soal rumus rumit, tetapi soal kebiasaan menciptakan rasa kopi yang nikmat.

Kopi yang enak tidak harus mahal atau ribet, asal ukurannya jelas dan konsisten. Saat takaran tepat, aroma keluar seimbang, rasa tidak saling menabrak, dan aftertaste terasa bersih. Karena itu, memahami takaran kopi sejak awal penting supaya pengalaman minum kopi lebih menyenangkan. Berikut penjelasannya.

1. Takaran kopi menentukan kuat atau ringannya rasa seduhan

ilustrasi takaran kopi
ilustrasi takaran kopi (vecteezy.com/Suwinai Sukanant)

Takaran kopi langsung memengaruhi seberapa tebal rasa yang terasa di lidah saat menyeruput. Saat bubuk kopi terlalu sedikit dibanding air, rasa yang muncul cenderung tipis dan cepat hilang. Sebaliknya, bubuk kopi berlebihan membuat seduhan terasa berat dan pahit, bahkan menutup aroma aslinya. Banyak orang mulai dari rasio 1:17, artinya 1 gram kopi untuk 17 ml air, karena rasanya relatif seimbang. Rasio ini sering dipakai untuk seduhan manual seperti drip atau pour over karena mudah dikontrol.

Kalau ingin rasa sedikit lebih kuat, takaran bisa digeser ke 1:15 tanpa membuat kopi terasa kasar. Perubahan kecil pada takaran sudah cukup mengubah karakter rasa secara signifikan. Karena itu, menakar kopi sebaiknya tidak asal kira-kira, apalagi jika ingin hasil yang konsisten.

2. Air memegang peran besar dalam mengangkat rasa kopi

ilustrasi menyeduh kopi
ilustrasi menyeduh kopi (vecteezy.com/Srinrat Wuttichaikitcharoen)

Air sering dianggap pelengkap, padahal jumlahnya sangat menentukan hasil akhir seduhan. Terlalu banyak air membuat kopi terasa encer meski bubuknya berkualitas. Sebaliknya, air yang terlalu sedikit membuat rasa kopi terasa menekan dan tidak nyaman diminum. Untuk satu cangkir standar sekitar 200 ml, takaran yang umum dipakai adalah 12 gram kopi dengan air penuh sesuai ukuran cangkir.

Perbandingan ini membuat rasa kopi tetap terasa, tetapi tidak mendominasi. Air juga membantu membawa aroma kopi keluar secara bertahap saat diseduh. Dengan takaran air yang pas; rasa pahit, asam, dan manis terasa lebih rapi.

3. Metode seduh memengaruhi kebutuhan takaran kopi

ilustrasi menyeduh kopi
ilustrasi menyeduh kopi (vecteezy.com/Srinrat Wuttichaikitcharoen)

Setiap cara seduh membutuhkan takaran kopi yang sedikit berbeda. Untuk seduhan drip atau pour over, rasio 1:16 hingga 1:17 sering dipilih karena menghasilkan rasa bersih dan ringan. French press biasanya memakai rasio lebih rapat, sekitar 1:12 sampai 1:15, karena bubuk kopi terendam lebih lama. Espresso berbeda lagi karena memakai rasio sangat padat, sekitar 1:2 atau 1:3, sehingga rasanya pekat.

Perbedaan ini bukan soal benar atau salah, melainkan menyesuaikan gaya minum. Jika takaran tidak disesuaikan dengan metode, rasa kopi bisa terasa janggal. Karena itu, mengenali cara seduh membantu menentukan takaran yang masuk akal. Metode dan takaran selalu berjalan beriringan.

4. Timbangan membantu menjaga rasa tetap konsisten

ilustrasi menimbang kopi
ilustrasi menimbang kopi (vecteezy.com/Suwinai Sukanant)

Mengandalkan sendok sering membuat hasil seduhan berubah-ubah. Ukuran sendok bisa berbeda, begitu juga kepadatan bubuk kopi. Timbangan dapur memberi kepastian karena takaran dihitung berdasarkan berat, bukan perkiraan. Dengan menimbang 10 gram kopi dan menuang 170 ml air, rasa seduhan bisa diulang dengan hasil serupa.

Konsistensi ini penting jika kamu sudah menemukan rasa yang disukai. Tanpa timbangan, sulit mengingat takaran yang sama persis setiap hari. Alat sederhana ini justru membuat proses seduh lebih praktis dalam jangka panjang. Kepastian ukuran sering membuat hasil lebih memuaskan

5. Selera pribadi tetap jadi penentu akhir takaran kopi

ilustrasi membuat kopi
ilustrasi membuat kopi (vecteezy.com/Suwinai Sukanant)

Takaran kopi seimbang bukan berarti semua orang harus memakai ukuran yang sama. Ada yang menyukai kopi ringan untuk diminum santai, ada juga yang memilih rasa lebih tebal. Rasio dasar seperti 1:17 bisa dijadikan titik awal sebelum disesuaikan. Dari sana, takaran bisa dinaikkan atau diturunkan sedikit sesuai selera.

Perubahan 1–2 gram kopi saja sudah cukup terasa bedanya. Dengan mencoba beberapa kali, lidah akan mengenali takaran yang paling pas. Di sinilah proses memasak rasa terjadi, bukan sekadar mengikuti angka. Takaran kopi akhirnya menjadi kebiasaan pribadi di dapur masing-masing.

Menentukan takaran kopi dan air agar rasanya seimbang sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan jika fokus pada ukuran yang jelas dan logis. Takaran membantu rasa tetap nyaman tanpa menghilangkan karakter kopi itu sendiri. Setelah memahami dasar ini, takaran mana yang paling cocok untuk kopi favoritmu di rumah?

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Deep Roast Oolong Milk Tea ala Teazzi

12 Jan 2026, 09:28 WIBFood