Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Tips Memilih Brokoli Segar agar Kandungan Gizinya Optimal

ilustrasi brokoli
ilustrasi brokoli (unsplash.com/CJ Dayrit)
Intinya sih...
  • Perhatikan warna kepala brokoli, hindari yang pucat atau bercak gelap
  • Cek kepadatan dan tekstur bunganya, rapat dan tidak mudah rontok adalah tanda kesegaran
  • Perhatikan kondisi batang brokoli, pilih yang kokoh dan beraroma segar
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Brokoli merupakan salah satu sayuran yang kaya akan serat, vitamin, dan antioksidan sehingga kerap dijadikan sebagai pilihan menu sehat sehari-hari. Namun, manfaat brokoli hanya bisa diperoleh secara maksimal apabila bahan yang digunakan benar-benar dalam kondisi segar dan kualitasnya baik.

Kesalahan dalam memilih brokoli justru bisa membuat rasanya kurang enak dan kandungan gizinya pun menurun. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui beberapa tips berikut ini dalam memilih brokoli segar agar kandungan gizinya tetap optimal dalam waktu yang lama.

1. Perhatikan warna kepala brokoli

ilustrasi brokoli
ilustrasi brokoli (unsplash.com/Annie Spratt)

Brokoli segar pada umumnya memiliki warna hijau tua yang merata dan terlihat cerah, sehingga menandakan kandungan klorofilnya masih sangat baik. Warna yang pucat atau mulai menguning biasanya menunjukkan brokoli sudah terlalu lama disimpan.

Bintik kecoklatan atau bercak gelap pada kepala brokoli menjadi tanda awal dari proses pembusukan. Kondisi tersebut sebaiknya dapat dihindari karena bisa mengurangi rasa dan juga kualitas nutrisi brokoli secara keseluruhan.

2. Cek kepadatan dan tekstur bunganya

ilustrasi brokoli
ilustrasi brokoli (unsplash.com/Miles Peacock)

Kepala brokoli yang segar pada umumnya memiliki bunga yang rapat, padat, dan tidak mudah rontok pada saat disentuh. Struktur yang kompak menandakan brokoli masih muda dan belum kehilangan kelembaban alaminya.

Sebaliknya jika kamu menemukan brokoli dengan bunga yang terlihat renggang dan mudah lepas biasanya sudah menunjukkan tanda kelayuan. Teknik seperti ini menunjukkan kualitas brokoli sudah mulai menurun dan tidak lagi optimal untuk dikonsumsi kembali.

3. Perhatikan kondisi batang brokoli

ilustrasi brokoli
ilustrasi brokoli (unsplash.com/Tyrrell Fitness And Nutrition)

Batang brokoli segar pada umumnya akan terasa lebih kokoh, tidak lembek, dan memiliki warna hijau cerah hingga ke bagian pangkalnya. Batang yang masih keras menandakan brokoli tersebut baru dipanen dan belum terlalu lama disimpan.

Jika batangnya terasa lunak atau tampak keriput maka hal tersebut menandakan brokoli sudah mulai kehilangan banyak cairan. Kondisi ini jelas dapat memengaruhi rasa dan tekstur akhir pada saat brokoli tersebut dimasak.

4. Cium aroma brokoli

ilustrasi brokoli
ilustrasi brokoli (unsplash.com/Louis Hansel)

Brokoli segar pada umumnya memiliki aroma yang ringan dan segar khas sayuran hijau. Jika kamu menemukan bau yang cenderung netral, maka menunjukkan bahwa brokoli masih dalam kondisi yang baik dan layak untuk dikonsumsi.

Sebaliknya jika menemukan brokoli yang beraroma asam atau tidak sedap, maka menandakan proses pembusukan sudah mulai terjadi. Brokoli dengan bau yang asam seperti ini sebaiknya tidak dipilih karena bisa berdampak terhadap kesehatan.

Memilih brokoli segar merupakan langkah awal untuk memastikan kualitas masakan dan asupan gizi tetap terjaga dengan baik. Dengan memperhatikan beberapa hal di atas koma maka kamu bisa memeroleh brokoli terbaik untuk menunjang pola makan sehat sehari-hari. Jangan sampai mereka pemilihan brokoli untuk keperluan memasak di rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Food

See More

5 Jenis Keju yang Cocok Diolah untuk Cheesecake agar Teksturnya Creamy

30 Jan 2026, 23:12 WIBFood