Tepung Hunkwe Terbuat dari Apa?

- Tepung hunkwe terbuat dari pati murni kacang hijau, tanpa kulit atau serat kasar.
- Tekstur kenyalnya berasal dari proses gelatinisasi pati kacang hijau yang sering disalahartikan sebagai bahan sintetis.
- Pati kacang hijau telah digunakan selama puluhan tahun di Asia Timur dan Asia Tenggara, termasuk dalam jajanan pasar tradisional Indonesia.
Tepung hunkwe kembali menjadi sorotan publik seiring ramainya perbincangan tentang es gabus di media sosial. Jajanan tradisional yang identik dengan tekstur kenyal dan tampilan berpori ini sempat disalahpahami mengandung bahan berbahaya, bahkan memicu kepanikan hingga berujung pada penggerebekan pedangang es gabus beberapa waktu lalu di Jakarta Pusat (24/1/2026).
Hasilnya, Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memastikan seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat dinyatakan aman dan layak konsumsi. Aparat pun mengakui adanya kesalahpahaman dan menyampaikan permintaan maaf kepada pedagang.
Dari sini, publik pun membuka kembali diskusi soal bahan utama yang digunakan. Di balik teksturnya yang unik, es gabus dan berbagai jajanan sejenis justru dibuat dari bahan alami yang telah lama dikenal dalam tradisi kuliner Nusantara, yakni tepung hunkwe. Lantas, sebenarnya tepung hunkwe ini terbuat dari apa, sih?
Table of Content
1. Berasal dari pati kacang hijau
Tepung hunkwe terbuat dari pati murni kacang hijau. Proses pembuatannya dimulai dengan merendam kacang hijau, kemudian menghaluskannya bersama air. Cairan hasil saringan tersebut akan menghasilkan endapan pati di bagian bawah. Endapan inilah yang kemudian dikeringkan hingga menjadi tepung putih halus yang dikenal sebagai hunkwe.
Karena hanya diambil patinya, tepung hunkwe tidak mengandung kulit atau serat kasar kacang hijau. Hal ini akan membuat teksturnya sangat lembut dan berbeda dari tepung kacang hijau utuh yang masih mengandung serat.
2. Tekstur kenyal yang sering disalahartikan

Salah satu ciri khas tepung hunkwe adalah kemampuannya membentuk tekstur kenyal, padat, dan sedikit berpori setelah dimasak. Tekstur ini muncul akibat proses gelatinisasi pati. Saat dipanaskan dengan air atau santan, pati kacang hijau menyerap cairan dan mengembang, lalu membentuk gel elastis.
Ketika didinginkan, gel tersebut mengeras dan menciptakan sensasi “menggigit” yang khas. Karakter alami inilah yang kerap disalahartikan sebagai bahan sintetis oleh sebagian masyarakat yang belum memahami proses pembuatannya.
3. Aman dan sudah digunakan sejak lama
Penggunaan pati kacang hijau sebagai bahan pangan bukanlah hal baru. Di berbagai negara Asia Timur dan Asia Tenggara, pati ini telah digunakan selama puluhan, bahkan ratusan tahun sebagai bahan dasar makanan dan pengental alami.
Di Indonesia sendiri, tepung hunkwe menjadi komponen penting dalam berbagai jajanan pasar, seperti es gabus, kue lapis, kue talam, hingga puding tradisional. Selama diproduksi dan diolah secara higienis serta menggunakan bahan tambahan pangan yang aman, tepung hunkwe tergolong layak dan aman untuk dikonsumsi.
4. Berbeda dengan tepung lainnya

Meski terlihat sama, tepung hunkwe tidak bisa disamakan dengan tepung tapioka, sagu, atau agar-agar. Hasil olahannya cenderung lebih lembut dan padat, tidak elastis seperti tapioka, serta tidak rapuh seperti agar-agar. Karena itu, hunkwe memiliki fungsi khusus yang sulit digantikan dalam resep tertentu.
Pemahaman mengenai asal-usul tepung hunkwe menjadi penting, agar masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang belum tentu benar. Perlu diketahui bahwa tepung hunkwe bukan hanya sekadar bahan makanan, tetapi juga merupakan bagian dari warisan kuliner Indonesia yang patut dilestarikan.


















