Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Daging Kurban Biasanya Alot? Ini Penyebabnya
ilustrasi daging kurban (vecteezy.com/syech imam Al Kautsar)
  • Daging kurban sering terasa alot karena dipengaruhi usia hewan, teknik pemotongan, cara penyimpanan, hingga proses memasak yang kurang tepat setelah penyembelihan.
  • Hewan kurban yang stres sebelum disembelih dapat membuat otot kaku sehingga daging menjadi keras dan bahkan berpotensi memengaruhi kesehatan manusia melalui hormon stres.
  • Penyimpanan daging tanpa pendinginan awal serta tidak melakukan pelunakan atau marinasi saat memasak bisa membuat tekstur daging lebih keras dan sulit dikunyah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat Idul Adha, daging kurban biasanya diolah menjadi berbagai hidangan lezat seperti sate, gulai, hingga rendang. Namun, tidak sedikit orang yang mengeluhkan tekstur daging kurban terasa lebih keras atau alot saat dimasak. Kondisi ini sering membuat proses memasak menjadi lebih lama agar daging empuk dan nyaman disantap.

Kenapa daging kurban biasanya alot? Ada beberapa faktor yang memengaruhi tekstur daging, mulai dari usia hewan, bagian daging yang digunakan, hingga cara penyimpanan dan pengolahannya setelah penyembelihan. Yuk, cek penjelasannya di sini!

1. Teknik pemotongan yang kurang tepat

Salah satu hal paling dasar dalam mengolah daging adalah teknik pemotongannya. Jika menggunakan teknik kurang tepat atau salah, daging bisa alot. Teknik pemotongan yang benar adalah dengan memotong melawan arah serat guna memutus jaringan otot sehingga daging lebih empuk.

Selain itu, saat memotong pastikan juga pisau yang digunakan tajam. Karena itu, sangat disarankan untuk mengasah pisau terlebih dahulu, ya.

2. Hewan mengalami stres saat penyembelihan

ilustrasi kurban (unsplash.com/Mouaadh Tobok)

Layaknya manusia, hewan kurban seperti sapi, kambing, dan kerbau bisa mengalami stres. Tanda-tanda hewan kurban stres adalah menggerakan ekor dengan cepat karena gelisah.

Jika hewan stres saat disembelih, otot akan kaku dan daging menjadi alot. Tak hanya itu, bahkan daging hewan yang stres juga bisa memicu bahaya bagi manusia. Denny Widaya Lukman selaku Dokter Kedokteran Hewan IPB menjelaskan bahwa daging hewan yang stres bisa menyebarkan hormon ke manusia. Hormon tersebut dapat terakumulasi dan akhirnya memicu stres pada manusia.

3. Cara penyimpanan yang salah

Tak hanya teknik pemotongan, cara penyimpanan juga berpengaruh terhadap tekstur daging. Biasanya, daging akan alot dan seratnya mengeras jika kamu langsung memasukannya ke freezer tanpa proses pendinginan terlebih dahulu.

Idealnya, daging yang baru datang harus ditaruh di suhu ruang atau chiller selama beberapa jam. Setelah itu, barulah masukan daging kurban ke dalam freezer.

4. Usia hewan kurban yang sudah tua

ilustrasi sapi kurban (unsplash.com/Taliwang Mengaji)

Hewan kurban dengan usia yang tua umumnya punya tekstur daging lebih alot. Hal tersebut bisa terjadi karena serat ototnya lebih tebal dan kuat. Ketika hendak digigit, daging akan terasa keras dan seratnya sulit untuk dikunyah.

Di sisi lain, hewan kurban yang masih muda punya serat yang kecil dan terbilang lemah. Alhasil, dagingnya lembut, lebih mudah dimakan, dan proses memasaknya tidak selama daging dari hewan yang sudah berumur.

5. Proses masak yang kurang tepat

Tekstur alot tak cuma dipengaruhi dari daging itu sendiri, tapi bisa terjadi karena kesalahan manusia, salah satunya cara masak. Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak melakukan pelunakan (tenderizing). Padahal, pelunakan bisa dilakukan dengan mudah, seperti dengan cara memukul atau memarinasi daging.

Ketika sudah masuk ke wajan, kamu juga harus teliti agar daging tak alot. Jangan terlalu sering membalik, hindari memasak saat daging dalam kondisi beku, dan pastikan api tak terlalu besar. Ketiga hal tersebut memang membuat proses masak lebih lama, tapi nantinya daging jadi lembut, lezat, bumbu makin meresap, dan mudah dimakan.

Alasan kenapa daging kurban biasanya alot dipengaruhi oleh banyak hal. Karena itu, jangan sembarangan menangani daging kurban jika tak ingin teksturnya alot, ya.

FAQ seputar kenapa daging kurban biasanya alot

Kenapa daging kurban biasanya alot?

Beberapa hal yang biasanya bikin daging kurban alot adalah proses masak tidak benar, hewan stres, teknik pemotongan yang salah, hingga cara penyimpanan kurang tepat.

Apa yang harus dilakukan agar daging kurban tidak alot?

Agar tak alot kamu harus memahami bagaimana cara memasak, mengolah, memotong, hingga menyimpan daging. Selain itu, perhatikan usia dari hewan kurban yang hendak disembelih.

Apakah daging alot akan berpengaruh ke rasa dan proses masak?

Iya, daging alot bisa bikin proses masak lebih lama, rasa kurang lezat, dan tekstur jadi keras saat dimakan.

Editorial Team

Related Article