Tekstur alot tak cuma dipengaruhi dari daging itu sendiri, tapi bisa terjadi karena kesalahan manusia, salah satunya cara masak. Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak melakukan pelunakan (tenderizing). Padahal, pelunakan bisa dilakukan dengan mudah, seperti dengan cara memukul atau memarinasi daging.
Ketika sudah masuk ke wajan, kamu juga harus teliti agar daging tak alot. Jangan terlalu sering membalik, hindari memasak saat daging dalam kondisi beku, dan pastikan api tak terlalu besar. Ketiga hal tersebut memang membuat proses masak lebih lama, tapi nantinya daging jadi lembut, lezat, bumbu makin meresap, dan mudah dimakan.
Alasan kenapa daging kurban biasanya alot dipengaruhi oleh banyak hal. Karena itu, jangan sembarangan menangani daging kurban jika tak ingin teksturnya alot, ya.
Kenapa daging kurban biasanya alot? | Beberapa hal yang biasanya bikin daging kurban alot adalah proses masak tidak benar, hewan stres, teknik pemotongan yang salah, hingga cara penyimpanan kurang tepat. |
Apa yang harus dilakukan agar daging kurban tidak alot? | Agar tak alot kamu harus memahami bagaimana cara memasak, mengolah, memotong, hingga menyimpan daging. Selain itu, perhatikan usia dari hewan kurban yang hendak disembelih. |
Apakah daging alot akan berpengaruh ke rasa dan proses masak? | Iya, daging alot bisa bikin proses masak lebih lama, rasa kurang lezat, dan tekstur jadi keras saat dimakan. |