Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kesalahan Menyimpan Daging Kurban yang Bikin Cepat Rusak

5 Kesalahan Menyimpan Daging Kurban yang Bikin Cepat Rusak
Potret daging kurban (unsplash.com/Zainal Abidin)
Share Article

Hari Raya Iduladha identik dengan tradisi berbagi daging kurban kepada masyarakat. Umumnya, daging yang dibagikan berasal dari hewan kurban seperti sapi, kambing, atau domba.

Banyak orang yang menerima daging dalam jumlah cukup banyak. Bahkan, melebihi kebutuhan untuk sekali masak. Tentunya, sebagian daging biasanya disimpan untuk stok beberapa hari atau bahkan beberapa pekan ke depan.

Namun, menyimpan daging kurban ternyata gak bisa dilakukan sembarangan, lho. Masih banyak orang yang langsung memasukkan daging ke dalam freezer tanpa memerhatikan cara penyimpanan yang tepat.

Padahal, cara yang kurang tepat dapat memengaruhi kualitas daging, mulai dari tekstur, rasa, hingga mempercepat proses kerusakan. Untuk menhindari penurunan kualitas daging atau bahkan kerusakan dini, berikut beberapa kesalahan menyimpan daging kurban yang perlu kamu pahami, agar tidak melakukannya.

Table of Content

1. Langsung menyimpan daging ke freezer setelah disembelih

1. Langsung menyimpan daging ke freezer setelah disembelih

Setelah menerima daging kurban, banyak orang ingin segera menyimpannya ke dalam freezer. Padahal, daging yang baru disembelih masih menyimpan suhu tubuh hewan.

Jika langsung dibekukan, cairan di dalam daging bisa membentuk kristal es berlebih yang dapat merusak serat daging. Akibatnya, tekstur daging menjadi lebih keras dan kualitasnya menurun saat dimasak. Sebaiknya beri jeda sekitar 3–4 jam di ruangan, agar suhu daging lebih stabil sebelum masuk ke freezer.

2. Menyimpan daging dalam kantong plastik hitam

Potret kantong plastik
Potret kantong plastik (pexels.com/SuparergSuksai)

Banyak orang menggunakan plastik hitam sebagai wadah menyimpan daging kurban. Padahal, penggunaan plastik hitam tidak disarankan untuk menyimpan bahan makanan, termasuk daging kurban.

Daging yang dibungkus menggunakan plastik hitam berpotensi lebih cepat mengalami perubahan warna dan tekstur. Hal ini dipengaruhi kemungkinan adanya senyawa tertentu dari plastik yang dapat bereaksi dengan komponen biologis pada daging. Sebaiknya gunakan wadah food grade, plastik khusus makanan, atau wadah kedap udara, agar kualitas dagingnya lebih terjaga baik.

3. Mencuci daging sebelum masuk freezer

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah mencuci daging sebelum disimpan. Banyak yang menganggap cara ini membuat daging lebih bersih. Padahal dapat mempercepat kerusakan.

Air yang tertinggal di permukaan daging dapat meningkatkan kelembapan dan memicu pertumbuhan mikroorganisme penyebab bau tidak sedap. Selain itu, cipratan air saat mencuci juga berisiko menyebarkan bakteri ke area dapur. Daging sebaiknya disimpan dalam kondisi apa adanya, kemudian dicuci saat akan diolah.

4. Menyimpan daging dalam jumlah besar di satu wadah

Potret daging kurban
Potret daging kurban (pixabay.com/waldrebell)

Menyimpan daging dalam satu kantong atau wadah besar memang terlihat lebih praktis. Namun, cara ini bisa membuat proses pembekuan kurang merata.

Suhu dingin freezer akan lebih sulit mencapai bagian terdalam dari tumpukan daging. Akibatnya, sebagian daging berisiko mempercepat pertumbuhan bakteri. Sebaiknya potong-potong daging menjadi beberapa porsi kecil sesuai kebutuhan memasak harian. Jadi, lebih mudah digunakan dan cepat beku dengan merata.

5. Tidak memerhatikan suhu freezer

Suhu freezer yang kurang tepat juga dapat memengaruhi daya tahan daging. Banyak orang tidak menyadari bahwa suhu yang berubah-ubah dapat menurunkan kualitas daging.

Pastikan freezer berada pada suhu sekitar -18 derajat Celsius atau lebih rendah. Suhu yang stabil sangat penting untuk menjaga kesegaran daging, mempertahankan teksturnya, serta memperlambat pertumbuhan bakteri.

Itu dia beberapa kesalahan menyimpan daging kurban yang perlu kamu pahami. Jadi, sebelum memasukkan daging ke freezer, pastikan hindari beberapa kesalahan di atas agar stok daging kurban tetap segar dan aman dikonsumsi.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu

Related Articles

See More

5 Jenis Keju yang Paling Mudah Meleleh untuk Topping Camilan Panggang

29 Mei 2026, 19:25 WIBFood