Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Alasan Dimsum Mentai Terasa Amis Meski Sudah di-Torch

ilustrasi dimsum mentai
ilustrasi dimsum mentai (commons.wikimedia.org/Aqilla Rahmi)
Intinya sih...
  • Bahan utama mengandung aroma yang kuat
  • Proses pembersihan bahan kurang menyeluruh
  • Komposisi saus mentai tidak seimbang
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dimsum mentai dikenal sebagai camilan gurih dengan aroma yang menggoda, tetapi tidak sedikit yang mendapati dimsum mentai justru meninggalkan rasa amis meski sudah di-torch sampai permukaannya kecokelatan. Kondisi ini sering membuat orang bertanya-tanya karena proses torch seharusnya memberi kesan matang sekaligus menekan aroma tak sedap. Dalam praktiknya, sensasi amis tidak selalu berkaitan dengan lama torch atau seberapa gosong bagian atasnya.

Banyak faktor sejak tahap persiapan hingga penyajian, sehingga rasa akhir tidak bisa dinilai dari tampilan saja. Pemahaman soal sumber amis menjadi penting agar kesalahan serupa tidak terulang. Berikut penjelasannya.

1. Bahan utama mengandung aroma yang kuat

ilustrasi udang
ilustrasi udang (vecteezy.com/Srinrat Wuttichaikitcharoen)

Bahan utama dimsum, terutama udang dan ayam, memang memiliki aroma khas yang tidak sepenuhnya hilang hanya karena terkena panas dari torch. Torch bekerja di permukaan, sementara bagian dalam isian tetap mempertahankan karakter bahan mentahnya. Jika udang tidak benar-benar segar atau sudah melewati waktu simpan ideal, aroma amis akan lebih mudah muncul saat dipanaskan. Banyak orang mengira saus mentai bisa menutupi segalanya, padahal saus hanya melapisi bagian atas.

Pada praktiknya, pemilihan bahan menjadi kunci awal yang sering diremehkan. Udang segar memiliki aroma laut dan tidak menusuk, sedangkan udang yang mulai menurun kualitasnya akan mengeluarkan bau tajam ketika terkena panas. Proses torch justru bisa “membangunkan” aroma tersebut, bukan menetralkannya. Inilah sebabnya dimsum mentai terlihat matang tetapi rasanya masih mengganggu.

2. Proses pembersihan bahan kurang menyeluruh

ilustrasi membersihkan udang
ilustrasi membersihkan udang (vecteezy.com/Onyengradar)

Amis sering bersumber dari bagian kecil yang luput dibersihkan, seperti kotoran di punggung udang atau sisa lendir pada ikan. Torch tidak berfungsi sebagai alat sterilisasi rasa, melainkan hanya memberi panas singkat di permukaan dimsum. Jika tahap pembersihan dilakukan sekadarnya, aroma sisa akan tertinggal di dalam adonan.

Banyak yang terburu-buru saat menyiapkan isian dimsum, terutama ketika jumlahnya banyak. Padahal, mencuci bahan dengan air mengalir, membuang bagian yang tidak diperlukan, serta mengeringkannya sebelum diolah sangat berpengaruh pada rasa akhir. Saus mentai yang creamy tidak mampu sepenuhnya menutup aroma yang sudah terlanjur kuat.

3. Komposisi saus mentai tidak seimbang

ilustrasi dimsum mentai
ilustrasi dimsum mentai (commons.wikimedia.org/Nadiladew)

Saus mentai yang terlalu dominan mayones tanpa penyeimbang rasa asam atau gurih sering memperparah kesan amis. Mayones memiliki lemak tinggi yang bisa “mengunci” aroma tertentu, termasuk aroma amis dari seafood. Ketika saus dipanaskan dengan torch, lemak tersebut meleleh dan membawa aroma ke hidung dengan lebih jelas.

Keseimbangan rasa sangat menentukan hasil akhir dimsum mentai. Penambahan sedikit perasan jeruk nipis, cuka beras, atau saus sambal bukan sekadar soal pedas, melainkan untuk memotong lemak dan aroma. Tanpa penyeimbang, saus mentai justru menjadi medium yang mempertegas rasa yang seharusnya ditekan.

4. Teknik torch hanya mematangkan permukaan dimsum

ilustrasi dimsum mentai
ilustrasi dimsum mentai (commons.wikimedia.org/Natashadeclarian)

Torch sering disalahpahami sebagai proses memasak utama, padahal fungsinya lebih ke finishing. Panas api hanya menyentuh lapisan atas saus mentai dan sedikit bagian kulit dimsum. Isian di dalamnya tetap bergantung pada proses kukus atau rebus sebelumnya.

Jika proses awal kurang optimal, torch tidak akan memperbaiki rasa dari dalam. Dalam banyak kasus, dimsum yang dikukus terlalu singkat akan menyisakan aroma mentah. Ketika ditutup saus mentai lalu di-torch, tampilannya memang menggoda, tetapi rasa amis masih ada.

5. Waktu penyajian terlalu lama setelah dimasak

ilustrasi dimsum mentai
ilustrasi dimsum mentai (commons.wikimedia.org/Kiki Rextika)

Dimsum mentai paling ideal disantap saat masih hangat. Jika dibiarkan terlalu lama di suhu ruang, aroma amis bisa muncul kembali meski sebelumnya tidak terasa. Lemak pada saus mentai yang mulai mendingin akan berubah tekstur dan membawa aroma yang lebih tajam.

Waktu penyajian sama pentingnya dengan resep. Menyimpan dimsum mentai terlalu lama sebelum disajikan membuat rasa tidak lagi seimbang. Torch ulang pun tidak selalu menjadi solusi karena hanya memanaskan permukaan tanpa mengembalikan kesegaran rasa dari dalam.

Dimsum mentai terasa amis meski sudah di-torch bukan semata soal api atau saus, melainkan rangkaian proses sejak pemilihan bahan hingga waktu penyajian. Memahami sumber amis membantu memperbaiki teknik memasak tanpa harus mengubah konsep hidangan. Setelah mengetahui faktor-faktor ini, masihkah torch dianggap solusi utama untuk semua masalah rasa pada dimsum mentai?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Bumbu Kuah Bakso Wonogiri dengan Cita Rasa Medok

20 Jan 2026, 08:50 WIBFood