Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Makanan Kue Lebaran Zaman Dulu yang Masih Eksis hingga Sekarang, Apa Saja?

Makanan Kue Lebaran Zaman Dulu yang Masih Eksis hingga Sekarang, Apa Saja?
ilustrasi makanan kue lebaran zaman dulu (commons.wikimedia.org/HaidirAndiNovianto)

Tradisi menyajikan camilan khas selalu menjadi bagian penting dalam perayaan Hari Raya, terutama ketika keluarga besar berkumpul dan meja tamu dipenuhi berbagai sajian manis maupun gurih. Di tengah banyaknya pilihan kue modern, sebagian orang justru kembali mencari makanan kue Lebaran zaman dulu yang dulu hampir selalu hadir di rumah-rumah saat hari raya.

Kue-kue klasik tersebut bukan hanya soal rasa, tetapi juga menyimpan kenangan masa kecil yang sulit dilupakan. Karena itulah, meski tren kue terus berubah, banyak orang tetap penasaran dan ingin mengenang kembali makanan kue Lebaran jaman dulu yang sederhana namun penuh kehangatan. Yuk, simak beberapa di antaranya.

1. Kue bangkit melayu memiliki rasa sagu yang khas

kue bangkit
kue bangkit (commons.wikimedia.org/Midori)

Kue bangkit melayu dikenal sebagai salah satu kue kering tradisional yang sering hadir saat Hari Raya, terutama di daerah yang memiliki budaya Melayu. Bahan utama kue ini adalah tepung sagu yang biasanya disangrai terlebih dahulu hingga aromanya keluar dan teksturnya menjadi lebih ringan. Tepung sagu kemudian dicampur dengan gula halus, telur, dan sedikit santan atau mentega sebelum dibentuk menjadi berbagai cetakan sederhana.

Ketika dipanggang, kue bangkit menghasilkan aroma sagu yang harum dan menggoda selera. Teksturnya terasa renyah di luar tetapi langsung hancur lembut saat masuk ke mulut, sehingga banyak orang menyebutnya sebagai kue yang lumer. Rasanya manis ringan dan tidak terlalu kuat, membuat kue ini cocok disajikan sebagai teman minum teh atau kopi ketika tamu datang saat Lebaran.

2. Kue kembang goyang terbuat dari tepung beras

kue kembang goyang
kue kembang goyang (commons.wikimedia.org/Bangrapip)

Kue kembang goyang menjadi salah satu camilan tradisional yang sangat mudah dikenali karena bentuknya menyerupai bunga. Adonan kue ini dibuat dari campuran tepung beras, telur, gula, dan santan yang kemudian diaduk hingga menghasilkan adonan cair yang cukup kental. Cetakan logam berbentuk bunga dipanaskan terlebih dahulu di dalam minyak sebelum dicelupkan ke dalam adonan.

Saat cetakan yang sudah dilapisi adonan dimasukkan kembali ke minyak panas, adonan akan langsung mengembang dan membentuk kue tipis yang renyah. Kue kembang goyang biasanya digoreng hingga berwarna kuning keemasan sehingga terlihat cantik ketika disusun dalam toples Lebaran. Rasanya manis ringan dengan tekstur kriuk yang membuatnya sering habis lebih cepat dibanding kue lainnya.

3. Kue gemstone memiliki krim warna-warni

kue gemstone
kue gemstone (commons.wikimedia.org/Luthfibadr28)

Kue gemstone menjadi salah satu kue Lebaran yang tampilannya cukup mencolok karena dihiasi krim warna-warni di bagian atas. Kue ini sering juga dikenal dengan nama gem rose atau kue monas karena bentuknya kecil bulat dengan hiasan krim menyerupai bunga kecil. Bagian dasar kue biasanya dibuat dari adonan kue kering yang dipanggang hingga ringan.

Setelah bagian dasar matang, krim manis berwarna cerah disemprotkan di bagian atas lalu dipanggang kembali hingga sedikit mengeras. Tekstur krimnya terasa renyah saat digigit, sementara bagian kue di bawahnya tetap ringan dan tidak terlalu padat. Perpaduan warna yang cerah membuat kue gemstone terlihat menarik di meja tamu dan sering menjadi camilan yang paling cepat dipilih oleh anak-anak.

4. Kue semprong dipanggang tipis renyah

kue semprong
kue semprong (commons.wikimedia.org/Midori)

Kue semprong merupakan salah satu kue kering tradisional yang cukup populer di daerah Jawa Barat dan Betawi. Adonannya dibuat dari campuran tepung beras, santan, gula, dan telur yang kemudian diaduk hingga halus sebelum dipanggang menggunakan cetakan khusus. Adonan dituangkan tipis-tipis agar menghasilkan lembaran kue yang sangat renyah.

Setelah matang, kue semprong harus segera digulung ketika masih panas agar membentuk silinder panjang yang khas. Aroma santan yang keluar saat proses pemanggangan menjadi ciri khas yang membuat kue ini terasa sangat menggugah selera. Rasanya manis ringan dengan tekstur tipis yang kriuk, sehingga kue semprong sering menjadi camilan favorit saat bersantai bersama keluarga.

5. Rengginang terbuat dari ketan gurih

rengginang
rengginang (commons.wikimedia.org/Taman Renyah)

Rengginang sebenarnya lebih dikenal sebagai camilan gurih, tetapi kehadirannya sering melengkapi berbagai hidangan kue Lebaran. Bahan utamanya adalah beras ketan yang dimasak lalu dibentuk bulat pipih sebelum dijemur hingga benar-benar kering. Setelah kering, rengginang digoreng dalam minyak panas hingga mengembang dan menjadi sangat renyah.

Rasa gurih dari ketan membuat rengginang terasa berbeda dibanding kue Lebaran yang umumnya manis. Teksturnya yang kriuk dan ringan membuat camilan ini cocok dimakan setelah menikmati hidangan utama atau sebagai teman ngobrol bersama keluarga. Tidak heran jika rengginang sering ikut menghiasi toples atau piring camilan saat Lebaran.

Di tengah banyaknya kue modern yang bermunculan setiap tahun, camilan klasik tetap memiliki tempat tersendiri di meja tamu. Resep-resep lama yang diwariskan dari generasi ke generasi membuat suasana Lebaran terasa lebih akrab dan hangat. Karena itu, makanan kue lebaran jaman dulu masih terus dicari untuk menghadirkan rasa nostalgia di setiap Hari Raya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Kue Kering Bimoli yang Mudah Dibuat, Begini Caranya!

11 Mar 2026, 15:20 WIBFood