Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gelatin, Bahan Unik yang Bikin Makanan Jadi Kenyal dan Padat
ilustrasi permen, produk gelatin, jelly, jeli, makanan manis (pexels.com/DANIEL BLAJ)
  • Gelatin adalah protein dari kolagen hewan yang membentuk gel saat dingin, sehingga dipakai untuk memberi tekstur kenyal, lembut, atau padat pada puding, jeli, marshmallow, dan produk lain.
  • Gelatin tersedia sebagai bubuk atau lembaran dengan kekuatan Bloom berbeda; takaran, hidrasi, suhu, dan pendinginan menentukan keberhasilan tekstur, sementara perebusan lama dapat melemahkan kemampuan membentuk gel.
  • Gelatin cenderung netral rasa, tetapi enzim pada nanas, pepaya, dan jambu biji segar dapat menghambat pembentukan gel. Alternatifnya meliputi agar-agar, pektin, dan karagenan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah penasaran kenapa puding bisa terasa lembut, marshmallow punya tekstur kenyal, atau permen jeli bisa mempertahankan bentuknya? Salah satu bahan yang berperan penting dalam menghasilkan tekstur tersebut adalah gelatin. Bahan ini sering digunakan dalam industri makanan karena mampu mengentalkan cairan dan membentuk gel ketika suhunya turun.

Meski terlihat sederhana, gelatin memiliki karakteristik khusus yang memengaruhi cara pengolahan hingga hasil akhir makanan, lho. Yuk, kenali lima fakta gelatin agar kamu lebih memahami bahan yang sering dijumpai dalam berbagai produk makanan ini!

1. Gelatin berasal dari kolagen hewan

ilustrasi peternakan sapi (unsplash.com/Brina Blum)

Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari kolagen, yaitu protein struktural yang terdapat pada kulit, tulang, dan jaringan ikat hewan. Bahan bakunya bisa berasal dari babi, sapi, maupun ikan, tergantung pada proses produksi dan jenis produk yang dibuat. Untuk mendapatkannya, kolagen diekstraksi melalui pengolahan bahan hewani, termasuk menggunakan air panas. Setelah dimurnikan, gelatin kemudian dikeringkan dan dikemas untuk digunakan dalam berbagai kebutuhan.

Dalam industri makanan, gelatin berfungsi untuk membantu cairan membentuk struktur yang lebih padat ketika didinginkan. Kemampuan ini membuat gelatin banyak digunakan dalam pembuatan puding, permen jeli, es krim, panna cotta, dan marshmallow. Gelatin juga dimanfaatkan di luar industri makanan, misalnya untuk bahan kapsul obat, kosmetik, dan produk perawatan pribadi. Jadi, meskipun kamu sering menemukannya dalam makanan, kegunaan gelatin sebenarnya cukup luas.

2. Tersedia dalam bentuk bubuk dan lembaran

ilustrasi gelatin dalam bentuk lembaran (commons.wikimedia.org/Danielle dk)

Gelatin umumnya dijual dalam dua bentuk, yaitu bubuk dan lembaran. Gelatin bubuk memiliki butiran kecil yang relatif mudah menyebar ketika dicampurkan ke dalam bahan makanan. Sementara itu, gelatin lembaran atau leaf gelatin sering digunakan oleh koki profesional karena dapat menghasilkan gel yang lebih jernih dengan rasa yang relatif netral. Pilihan bentuknya bisa disesuaikan dengan kebutuhan resep dan kebiasaan memasakmu.

Gelatin lembaran juga memiliki beberapa tingkat kekuatan, yaitu bronze, silver, gold, dan platinum. Perbedaan ini berkaitan dengan Bloom strength, ukuran yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan gelatin membentuk gel. Secara umum, semakin tinggi nilai Bloom, semakin kuat gel yang dapat dihasilkan pada konsentrasi yang sebanding. Karena itu, kamu sebaiknya memperhatikan petunjuk pada kemasan agar tekstur makanan sesuai dengan hasil yang diinginkan.

3. Cara mengolahnya memengaruhi tekstur makanan

ilustrasi produk gelatin, jelly, jeli, agar (unsplash.com/Tracey Parish)

Gelatin perlu dilarutkan terlebih dahulu sebelum bisa bekerja dengan baik dalam resep. Untuk gelatin bubuk, kamu bisa mencampurkannya dengan air hangat atau mengikuti petunjuk hidrasi pada kemasan, lalu membiarkannya menyerap air selama beberapa menit. Sementara itu, gelatin lembaran biasanya direndam dalam air dingin selama sekitar lima menit sampai melunak. Setelah itu, tiriskan atau peras perlahan sebelum mencampurkannya ke bahan makanan sesuai resep.

Hal penting lainnya adalah menghindari proses perebusan gelatin secara langsung dalam waktu lama karena panas berlebihan dapat merusak kemampuannya membentuk gel. Setelah tercampur rata, adonan perlu didinginkan agar teksturnya mengeras. Menurut Turkish Journal of Agriculture–Food Science and Technology, kemampuan membentuk gel dan sifatnya yang dapat kembali mencair ketika dipanaskan menjadi karakteristik penting gelatin dalam industri pangan. Itulah sebabnya takaran, suhu, dan cara pengolahan perlu diperhatikan agar hasil akhirnya sesuai harapan.

4. Gelatin gak memiliki rasa dan aroma yang kuat

ilustrasi panna cotta, dessert, produk gelatin, makanan manis (pexels.com/furkanfdemir)

Salah satu keunggulan gelatin tanpa perasa adalah sifatnya yang relatif netral. Bahan ini tidak ditujukan untuk memberikan rasa tertentu, melainkan untuk membantu membentuk tekstur makanan. Karena itu, gelatin bisa digunakan dalam beragam hidangan, mulai dari puding buah hingga marshmallow. Rasa akhir makanan akan lebih banyak ditentukan oleh bahan lain yang kamu tambahkan.

Namun, ada hal menarik yang perlu diperhatikan saat menggunakan gelatin bersama buah-buahan tertentu. Nanas, pepaya, dan jambu biji segar mengandung enzim yang dapat mengganggu kemampuan gelatin untuk membentuk gel. Akibatnya, adonan mungkin tetap encer meskipun sudah didinginkan. Buah yang telah melalui proses pemanasan, seperti nanas kalengan, umumnya lebih mudah digunakan karena proses pengolahannya dapat menonaktifkan enzim tersebut.

5. Gelatin punya alternatif dan perlu disimpan dengan benar

ilustrasi permen, produk gelatin, jelly, jeli, makanan manis (magnific.com/wirestock)

Karena berasal dari kolagen hewan, gelatin konvensional gak sesuai untuk pola makan vegetarian atau vegan. Jika kamu membutuhkan bahan pengental alternatif, agar-agar yang berasal dari rumput laut bisa menjadi pilihan. Pektin dari buah serta karagenan dari rumput laut juga dapat digunakan dalam aplikasi tertentu. Meski fungsinya mirip, setiap bahan memiliki karakteristik pembentukan gel yang berbeda sehingga hasil teksturnya gak selalu sama.

Selain memperhatikan alternatifnya, kamu juga perlu memeriksa label kemasan sebelum membeli gelatin. Asal bahan bakunya dapat berbeda-beda, sehingga informasi tersebut penting jika kamu menghindari bahan dari babi atau sapi karena alasan tertentu. Untuk penyimpanan, gelatin bubuk dan lembaran sebaiknya diletakkan di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya serta kelembapan. Sementara itu, makanan yang sudah dibuat menggunakan gelatin perlu disimpan di lemari es sesuai kebutuhan resep agar teksturnya tetap terjaga.

Gelatin memiliki peran penting dalam menghasilkan tekstur kenyal, lembut, dan padat pada berbagai makanan. Mulai dari asal bahan baku, bentuk produk, hingga cara pengolahan, setiap karakteristik dapat memengaruhi hasil akhir masakan.

Dengan memahami cara kerja gelatin, kamu bisa lebih mudah menentukan takaran dan memilih bahan yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa memeriksa label produk, terutama jika kamu memiliki preferensi tertentu terkait asal bahan baku atau membutuhkan alternatif berbasis tumbuhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article