Kenapa Jajan Pasar Cocok untuk Hidangan Meeting?

- Variasinya banyak dan mudah disesuaikan
- Mudah dinikmati tanpa mengganggu jalannya rapat
- Rasanya aman di lidah orang Indonesia
Mendengar kata konsumsi meeting, kebanyakan orang langsung membayangkan snack box berisi kue modern, bento ala Jepang, atau hidangan ala Western. Padahal, ada pilihan yang lebih fleksibel, akrab di lidah orang Indonesia, dan sering kali justru lebih disukai banyak orang, yaitu jajan pasar. Kendati terkesan sederhana, jajan pasar punya daya tarik yang sulit ditolak.
Di banyak kantor, jajan pasar pelan-pelan kembali jadi favorit untuk hidangan rapat. Bukan hanya karena harganya lebih ramah di kantong, tapi juga karena variasinya banyak dan cocok untuk berbagai suasana, dari meeting santai sampai agenda resmi. Mari kita bahas lebih dalam kenapa jajan pasar cocok untuk hidangan meeting!
1. Variasinya banyak dan mudah disesuaikan

Salah satu keunggulan jajan pasar ada di variasinya. Ada kue yang manis dan bertekstur lembut, hidangan gurih dan kriuk, sampai menu sehat serba kukus. Ini memudahkan panitia meeting menyesuaikan selera peserta yang beragam.
Kalau meeting diadakan di pagi hari, bisa pilih jajanan ringan, seperti kue bolu atau nagasari. Untuk rapat siang, bisa ditambah makanan yang lebih mengenyangkan, seperti arem-arem atau pastel. Jadi, lebih fleksibel dan tidak ribet.
2. Mudah dinikmati tanpa mengganggu jalannya rapat

Jajanan pasar umumnya tidak memerlukan alat makan khusus. Tinggal ambil, buka, dan makan. Ini penting, terutama saat meeting berlangsung dan peserta tetap harus fokus mencatat atau berdiskusi. Selain itu, porsinya pas. Tidak terlalu besar, tapi cukup untuk mengganjal perut. Jadi, tidak akan mengalihkan perhatian peserta terlalu lama.
3. Rasanya aman di lidah orang Indonesia

Tidak semua orang suka dessert yang terlalu manis, rasa matcha yang earthy, gurihnya sushi, atau jajanan modern lainnya. Sebaliknya, jajan pasar punya rasa yang lebih netral dan akrab di lidah sehingga relatif aman untuk berbagai kalangan usia. Rasa yang tidak aneh-aneh justru jadi nilai plus. Peserta meeting tidak perlu menebak-nebak rasa dan besar kemungkinan orang-orang bisa menikmatinya.
4. Cocok untuk berbagai jenis meeting

Jajan pasar tidak terikat pada satu jenis acara. Entah meeting internal, rapat klien, atau diskusi santai, jajanan ini tetap relevan. Tinggal sesuaikan pilihan dan penyajiannya. Untuk acara yang lebih formal, jajan pasar bisa dikemas rapi dalam box. Untuk meeting santai, bisa disajikan di piring besar untuk diambil bersama.
5. Ramah di kantong tanpa terlihat murahan

Perihal budget sering jadi pertimbangan utama dalam memilih suguhan untuk rapat. Jajanan pasar relatif lebih terjangkau dibanding snack modern, tapi tidak otomatis terkesan murahan. Justru, dengan pilihan yang tepat, konsumsi meeting bisa terasa lebih niat karena variatif dan tidak monoton. Ini jadi solusi efisien tanpa mengorbankan kualitas.
6. Memberi kesan hangat dan akrab

Ada nuansa berbeda saat jajan pasar disajikan. Kesan rumahan dan tradisional sering membuat suasana meeting terasa lebih cair. Obrolan kecil tentang jajanan yang disukai pun bisa jadi ice breaker alami. Hal-hal kecil seperti ini kadang membantu mencairkan suasana, terutama di meeting yang melibatkan banyak orang dengan latar belakang berbeda.
Jajanan pasar mungkin terlihat sederhana, tapi justru di situlah kekuatannya. Fleksibel, mudah diterima, dan tidak ribet. Kalau ingin konsumsi yang aman, variatif, dan tetap berkesan, jajan pasar cocok untuk hidangan meeting-mu yang berikutnya.


















