Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Kurma Ajwa Disebut Kurma Nabi? Ini Sejarah dan Manfaatnya

Kenapa Kurma Ajwa Disebut Kurma Nabi? Ini Sejarah dan Manfaatnya
ilustrasi kurma (pexels.com/mohammad ramezani)

Kurma ajwa popular sebagai salah satu jenis kurma premium yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat. Tak sedikit umat Muslim menjulukinya sebagai kurma Nabi, sebutan yang tentu memiliki latar belakang tersendiri. Lantas, kenapa kurma ajwa sebagai kurma Nabi dan bagaimana hubungannya dengan sejarah Islam?

Dalam sejumlah riwayat, kurma ini disebut memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan jenis kurma lainnya. Selain kisah historisnya, kurma ajwa juga kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan yang menarik untuk dibahas. Yuk, simak penjelasan lengkap tentang sejarah dan manfaat kurma ajwa agar kamu makin paham sebelum mengonsumsinya.

1. Asal-usul kurma ajwa dari Madinah

ilustrasi pohon kurma
ilustrasi pohon kurma (pexels.com/alperen)

Kurma ajwa berasal dari wilayah Madinah, Arab Saudi, yang sejak lama dikenal sebagai daerah penghasil kurma berkualitas tinggi. Jenis kurma ini memiliki ciri khas warna hitam pekat, tekstur lembut, dan rasa manis yang tidak berlebihan. Dalam sejarah Islam, Madinah bukan hanya kota biasa, tetapi juga tempat hijrah dan pusat perkembangan dakwah Nabi Muhammad SAW.

Oleh sebab itu, apa pun yang berhubungan dengan kota tersebut kerap dipandang memiliki makna sejarah dan nilai spiritual yang mendalam bagi umat Muslim. Kurma ajwa pun berkembang dengan baik di wilayah Madinah yang tanahnya kaya mineral serta beriklim kering, sehingga menghadirkan rasa yang khas dan berbeda. Faktor geografis dan sejarah inilah yang menjadikan kurma ajwa menempati posisi istimewa dibandingkan jenis kurma lainnya.

2. Sebutan kurma Nabi berasal dari hadis

ilustrasi kurma ajwa
ilustrasi kurma ajwa (pexels.com/Riki Risnandar)

Sebutan kurma Nabi merujuk pada sejumlah hadis yang menyebutkan keutamaan kurma ajwa. Salah satu riwayat paling populer berasal dari Sahih Bukhari yang menjelaskan bahwa siapa pun yang mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari akan terlindungi dari racun dan sihir pada hari itu. Riwayat serupa juga tercantum dalam Sahih Muslim sehingga memperkuat kedudukannya dalam literatur hadis sahih.

Riwayat tersebut menjadikan kurma ajwa mempunyai nilai spiritual yang berbeda dibandingkan jenis kurma lainnya. Banyak ulama menjelasakan keistimewaan itu berkaitan dengan keberkahan serta anjuran langsung dari Nabi Muhammad SAW. Dari sinilah muncul istilah kurma Nabi yang terus digunakan hingga kini.

3. Nilai spiritual dan tradisi konsumsi

ilustrasi kurma sebagai hidangan khas Ramadan
ilustrasi kurma sebagai hidangan khas Ramadan (pexels.com/khats cassim)

Selain karena hadis, kurma ajwa juga erat kaitannya dengan tradisi umat Islam, terutama saat Ramadan. Banyak orang memilih kurma ajwa untuk berbuka puasa karena mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan berbuka dengan kurma. Dalam berbagai kajian, kurma disebut sebagai makanan sederhana namun penuh keberkahan.

Mengonsumsi kurma ajwa tidak hanya bertujuan mencukupi asupan gizi, tetapi juga menjadi salah satu cara meneladani sunnah Rasulullah. Karena itu, permintaan kurma ajwa biasanya melonjak tajam menjelang bulan Ramadan. Nilai religius yang melekat padanya membuat kurma ini tetap diminati, meskipun harganya cenderung lebih tinggi dibandingkan varietas kurma lainnya.

4. Kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan

ilustrasi kurma
ilustrasi kurma (pexels.com/Valeria Boltneva)

Dari sisi kesehatan, kurma ajwa mengandung serat, vitamin, dan mineral seperti kalium serta magnesium yang baik untuk tubuh. Kandungan antioksidan di dalamnya membantu melawan radikal bebas dan menjaga daya tahan tubuh. Gula alaminya memberikan energi cepat sehingga cocok dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa.

Sejumlah studi turut mengungkap bahwa kurma berpotensi menunjang kesehatan jantung karena berperan dalam menjaga tekanan darah tetap terkendali. Kandungan serat di dalamnya juga berfungsi memperlancar sistem pencernaan serta membantu mencegah konstipasi. Beragam khasiat tersebut menjadikan kurma ajwa tak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga signifikan dari perspektif kesehatan masa kini.

5. Keistimewaan kurma ajwa yang bertahan hingga kini

ilustrasi berbuka puasa dengan kurma
ilustrasi berbuka puasa dengan kurma (freepik.com/freepik)

Di tengah banyaknya varietas kurma dari berbagai negara, kurma ajwa tetap memiliki tempat khusus di hati umat Muslim. Keistimewaannya bukan hanya soal rasa atau tekstur, tetapi juga nilai sejarah dan hadis yang menyertainya. Identitasnya sebagai kurma yang berasal dari Madinah semakin memperkuat citra eksklusifnya.

Di samping itu, khasiat kesehatannya membuat kurma ajwa tetap sesuai dengan kebutuhan gaya hidup modern. Kombinasi nilai spiritual dan dukungan ilmiah menjadikannya bukan sekadar buah konsumsi biasa. Tak heran jika julukan kurma Nabi terus dikenal dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kurma ajwa bukan hanya istimewa karena rasanya, tetapi juga karena sejarah dan nilai spiritual yang menyertainya. Memahami asal-usul serta manfaatnya bisa membuat kamu lebih bijak saat memilih dan mengonsumsinya. Jadi, tertarik menjadikan kurma ajwa sebagai bagian dari pola makan sehat sekaligus mengikuti sunnah?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Pyogo Beoseot Jangajji, Acar Jamur Shitake ala Korea

28 Feb 2026, 07:18 WIBFood