Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kulineran Dekat Stasiun Jakarta Kota, Ini 5 Tempat Legendaris yang Wajib Dicoba
ilustrasi kuliner legendaris (unsplash.com/anthoni askaria)
  • Kawasan dekat Stasiun Jakarta Kota menawarkan lima destinasi kuliner legendaris yang memadukan cita rasa autentik, bangunan bersejarah, dan suasana nostalgia Kota Tua.
  • Cafe Batavia dan Kedai Seni Djakarte menyajikan pengalaman bersantap bernuansa vintage, dengan pilihan hidangan Indonesia, Betawi, serta minuman tradisional di sekitar Taman Fatahillah.
  • Soto Tangkar Pak Haji Diding, Kopi Es Tak Kie, dan Wong Fu Kie mempertahankan resep turun-temurun melalui soto Betawi, kopi klasik, serta masakan Hakka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Turun dari kereta di Stasiun Jakarta Kota selalu terasa suasana yang khas akan nostalgia. Selain deretan bangunan bersejarah yang memanjakan mata, kawasan ini menyimpan surga hidden gem bagi para pencinta kuliner. Termasuk mengunjungi berbagai destinasi kuliner legendaris di sekitar stasiun KRL Jakarta Kota bisa jadi pilihan tepat untuk mengisi pasokan energi setelah seharian berjalan-jalan.

​Dari harumnya aroma bumbu soto berempah hingga keaslian racikan es kopi kuno, semuanya siap memanjakan lidahmu. Setiap resep legendaris yang diturunkan antar generasi ini membuktikan bahwa cita rasa klasik selalu punya tempat tersendiri di hati penggemarnya. Yuk, intip daftar rekomendasi kuliner legendaris dekat stasiun Jakarta Kota berikut yang bisa kamu coba di akhir pekan ini!

1. Cafe Batavia

ilustrasi Batavia Cafe (pexels.com/Hengga Wang)

Berdiri sejak tahun 1805, bangunan Cafe Batavia sejatinya merupakan cagar budaya grade A yang awalnya difungsikan sebagai rumah tinggal gubernur kolonial hingga kediaman pejabat VOC. Mengusung konsep semi-museum yang unik, pihak pengelola mempertahankan keaslian arsitekturnya mulai dari lantai kayu bersejarah hingga jajaran bingkai foto klasik yang menghiasi dindingnya. Makanya, saat melangkah masuk, kamu akan merasakan atmosfer nostalgia tempo dulu yang kental dari tiap sudutnya.

Pengalaman bersantap di kafe dua lantai ini terasa makin spesial berkat lokasinya yang ikonis, tepat berhadapan langsung dengan Museum Fatahillah di kawasan Kota Tua Jakarta. Elemen interiornya pun dirawat secara detail dan otentik, mulai dari bar bergaya klasik, gorden vintage, hingga panggung musik bernuansa syahdu.

Dari segi kulinernya, Cafe Batavia memadukan nuansa Indo-Dutch dengan fokus pada hidangan tradisional Indonesia dengan sentuhan modern. Di sini kamu bisa mencicipi camilan klasik seperti bitterballen, hidangan unik ayam kodok, hingga menu nasi goreng ikan roa yang pernah menyabet penghargaan karena dalam satu piring, terasa aneka kelezatan.

Alamat: Jalan Kali Besar Timur 4 Nomor 14, RT.7/RW.6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

2. Kedai Seni Djakarte

Kedai Seni Djakarte hadir sebagai tempat singgah favorit di kawasan Kota Tua Jakarta yang memadukan estetika seni dan kuliner lokal. Berlokasi sangat strategis tepat di pelataran Taman Fatahillah, restoran ini menempati bangunan bernuansa vintage dengan pilihan area indoor yang santai serta lantai dua dan outdoor untuk menikmati pemandangan. Suasana ruangannya cozy dan kental dengan nuansa nostalgia yang seolah menarikmu dari dunia yang serba modern saat ini.

​Sesuai dengan nama dan lokasinya yang ikonis, kedai ini menonjolkan ragam sajian masakan khas Betawi plus hidangan Nusantara bercita rasa otentik. Pengunjung dapat menikmati menu-menu legendaris seperti Soto Betawi berkuah kental, gado-gado, hingga hidangan berempah yang memanjakan lidah. Gak ketinggalan, tersedia juga aneka minuman tradisional seperti bir pletok dan bandrek hangat yang kini mulai jarang ditemukan.

Alamat: Jalan Pintu Besar Utara 17, Jalan Taman Sari Raya Nomor RT.4, RT.4/RW.6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

3. Soto Tangkar & Sate Kuah Diding

ilustrasi kuliner soto (unsplash.com/Afif Ramdhasuma)

Soto Tangkar & Sate Kuah Pak Haji Diding bisa jadi destinasi kuliner legendaris di Kota Tua yang kamu tuju. Siapa sangka, mereka sudah buka sejak tahun 1960-an dan masih awet ramai sampai sekarang walau lokasinya tersembunyi. Konon, ini karena kedai sederhana tersebut masih mempertahankan keautentikan resep yang sudah ada turun-temurun, bahkan disebut sebagai salah satu pelopor soto tangkar khas Betawi yang paling diburu di Jakarta.

Daya tarik utama kedai ini terletak pada perpaduan kuah santan berwarna oranye kemerahan yang kaya akan rempah kunyit dan cabai dengan cita rasa gurih yang pas. Kamu bebas memilih isian soto mulai dari potongan daging sapi yang empuk hingga aneka jeroan seperti babat, kikil, dan usus. Ditambah dengan irisan tomat segar, daun bawang, serta taburan emping garing, rasanya kian sempurna dan segar.

Selain soto tangkar, menu sate kuahnya menjadi sajian unik yang tak kalah populer dan wajib untuk dicoba. Uniknya, daging sate sapi yang telah dibakar terlebih dahulu disiram dengan kuah santan gurih yang sama dan membuat perpaduan rasa juicy dan aroma bakaran yang khas. Dari kombinasi tekstur dan rasa daging inilah tercipta kehangatan yang nagih.

Alamat: Jalan Pasar Pagi II Nomor 2 2, RT.2/RW.2, Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

4. Kopi Es Tak Kie

Ingin minum kopi yang unik di sekitar Stasiun Jakarta Kota? Coba mampir ke Kopi Es Tak Kie yang sudah buka sejak tahun 1927 di kawasan Gang Gloria Glodok. Menjadi salah satu kedai kopi tertua di Jakarta yang usianya kini hampir mencapai satu abad, nama "Tak Kie" bahkan memiliki makna filosofis mendalam, yaitu mengajarkan penerusnya untuk selalu tampil sederhana, bijaksana, dan bekerja keras.

Keaslian suasana kedai ini dijaga secara konsisten dari generasi ke generasi melalui interior klasik, meja-kursi kayu antik, hingga foto-foto bersejarah yang menghiasi dindingnya. Daya tarik utama kedai legendaris ini terletak pada kesederhanaan menunya yang hanya fokus menyajikan dua varian utama, yaitu kopi hitam dan kopi susu. Memakai racikan biji kopi lokal berkualitas tinggi seperti kopi Lampung, cita rasa kopinya cenderung tajam tapi masih terasa lembut serta menyegarkan saat disajikan dengan es. Dan, cita rasa otentik mereka yang gak berubah sejak era kolonial membuat para pelanggannya selalu rindu untuk kembali menikmati segelas es kopi di sini.

Selain menikmati segelas kopi yang legendaris, kamu bisa menyantap aneka makanan betat maupun pendamping yang dijajakan. Misalnya nasi campur, sup pangsit, dan sebagainya. Lokasi tepatnya ada di jantung pecinan Kota Tua, cukup jalan kaki berkisar 650 meter dari Stasiun KRL Jakarta Kota untuk sampai ke sana. Pas banget jadi tempat singgau atau beristirahat sejenak sambil menikmati suasama pasar tradisional.

Alamat: Jalan Pintu Besar Selatan III Gang Gloria Nomor 46, RT.7/RW.6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

5. Wong Fu Kie

ilustrasi kuliner di Glodok (unsplash.com/anthoni askaria)

Tergolong sebagai salah satu tempat makan Tionghoa tertua di Jakarta, Wong Fu Kie telah berdiri tegak di kawasan Glodok sejak tahun 1925. Letaknya tersembunyi di dalam gang pemukiman padat, menyajikan atmosfer rumahan yang sederhana tapi dipenuhi nuansa nostalgia. Soal rasa gak perlu diragukan, mereka masih mengandalkan resep leluhur turun-temurun dan berhasil mempertahankan keautentikan rasa masakan Hakka sampai sekarang.

Hal yang bikin tempat ini istimewa adalah banyaknya menu kuliner Hakka yang menonjolkan aroma gurih nan menggugah selera. Menu-menu populer seperti mun tahu yang lembut, gohiong renyah, hingga sajian langka lisian-pek yang selalu sukses memanjakan lidah. Apalagi porsi hidangannya yang pas untuk dimakan bersama, bikin restoran ini pilihan ideal untuk momen kumpul keluarga.

Alamat: Jalan Perniagaan Timur 2 Nomor 22 Sekitar pasar pagi lama (dekat Daerah asemka) jakarta barat kota, RT.8/RW.1, Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Mulai dari es kopi kuno, soto berkuah hangat, sampai sajian Hakka yang sudah berusia seabad, semua kuliner legendaris ini punya cerita uniknya masing-masing. Jaraknya yang berdekatan dari stasiun bikin agenda culinary walk di kawasan Kota Tua terasa makin praktis dan menyenangkan. Kamu tinggal pilih tempat mana yang pertama untuk didatangi dan bersiaplah memanjakan lidah lewat ragam cita rasa otentik dan gak lekang oleh waktu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article