Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Membuat Klapertart, Tekstur Lembut dan Tidak Berair
ilustrasi klapertart (pexels.com/Vilnis Husko)
  • Pilih kelapa muda yang kenyal dan kokoh; kelapa terlalu muda mudah hancur, sementara kelapa tua membuat klapertart keras serta kering.
  • Seimbangkan tepung terigu, maizena, susu cair, dan air kelapa agar custard tetap creamy, lembut, serta tidak terlalu keras maupun berair.
  • Masak custard sambil terus diaduk hingga mulai meletup, lalu panggang dengan au bain-marie 15–30 menit; meringue harus dikocok sempurna agar hasilnya tidak berair.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Klapertart merupakan salah satu makanan peninggalan masa kolonial Belanda yang berasal dari Manado. Hidangan ini memiliki bentuk berbeda dibandingkan dengan kebanyakan kue tradisional karena proses memasak yang unik. Kue tersebut dibuat dari bahan dasar custard dengan campuran kelapa muda, lalu dipanggang agar lembut dan legit.

Klapertart menjadi salah satu dessert andalan banyak orang lantaran rasanya yang sedap. Bila kamu ingin mencoba sajian tersebut dan khawatir teksturnya bakal keras atau berair, di bawah ini ada lima tips membuat klapertart supaya hasilnya lembut dan kokoh. Yuk, simak!

1. Gunakan kelapa dengan kematangan pas agar tekstur kue terjaga

ilustrasi kelapa muda (pixabay.com/Jean Claudine Panel)

Kunci untuk mendapatkan klapertart bertekstur lembut dan kokoh terletak pada penggunaan kelapa yang tepat. Bahan ini memegang peranan penting dalam menciptakan rasa nikmat dan tekstur kue. Makanya tingkat kematangannya harus sesuai.

Bila menggunakan kelapa terlalu muda, teksturnya berisiko cepat hancur, sedangkan kelapa tua cenderung keras dan kering. Tingkat kematangan yang cocok adalah kelapa muda dengan tekstur yang kenyal tapi masih kokoh saat digigit. Biar tidak salah beli, kamu bisa minta tolong pilihkan kelapa yang sesuai kepada penjual.

2. Imbangi pemakaian tepung terigu dengan maizena supaya lebih lembut

ilustrasi tepung dalam mangkuk (pexels.com/Klaus Nielsen)

Selain susu sampai kuning telur, bahan dasar custard untuk klapertart membutuhkan tepung agar teksturnya lembut tapi kokoh. Bahan ini dipakai untuk memberikan struktur yang tepat, biar tidak keras atau kelembekan. Tepung yang dimaksud mencakup tepung terigu dan maizena.

Supaya tekstur lembut dan kokohnya tahan lama, rasio tepung yang digunakan jangan terlalu banyak. Jika takarannya berlebihan, bukan lembut yang didapat, melainkan kue jadi keras bahkan cenderung hambar karena tertutupi rasa tepung yang dominan.

3. Takaran bahan cair yang digunakan harus sesuai agar tetap creamy

ilustrasi air kelapa segar (magnific.com/jcomp)

Bahan cair untuk custard klapertart yang enak disusun dari campuran susu cair dan air kelapa. Perpaduan ini efektif menambahkan tekstur lembut, creamy, milky, dan aroma kelapa yang memikat lidah.

Namun, jangan cuma memperhatikan jenis bahannya. Rasio cairan yang digunakan harus sesuai dan seimbang. Jangan dipakai terlalu banyak karena klapertart bisa terlalu lembek bahkan berair. Sedangkan jika terlalu sedikit, adonan rentan menjadi keras.

4. Masak custard secukupnya supaya tidak overcooked dan mengeras

ilustrasi membuat custard (pexels.com/Katia Miasoed)

Memasak custard untuk klapertart harus penuh perhitungan, karena jika tidak dilakukan dengan baik, adonan bisa kasar atau berair. Setelah memasukkan bahan terakhir, custard harus selalu diaduk untuk mencegah bagian bawahnya gosong, karena bisa membuat klapertart pahit.

Ketika adonan sudah mulai meletup, segera angkat dari api kompor untuk dicampur dengan kelapa muda. Jangan memasaknya terlalu lama karena hal itu berisiko menyebabkan custard mengeras setelah dipanggang menjadi klapertart.

5. Panggang klapertart pakai metode au bain marie secukupnya supaya tetap lembut

ilustrasi memanggang kue (vecteezy.com/Seksan Wangjaisuk)

Saat memanggang adonan klapertart, gunakan metode au bain-marie agar tekstur custard tetap lembut setelah matang. Teknik ini membutuhkan air yang dimasukkan ke dalam loyang yang lebih besar untuk merendam separuh cetakan klapertart.

Usahakan memasaknya tidak terlalu lama. Kamu bisa memanggangnya selama 15-30 menit sampai bagian atasnya kecokelatan, atau sesuai kebutuhan. Kalau dipanggang terlalu lama, adonan bisa mengeras dan kering.

Kemudian perhatikan juga lapisan meringue yang dipakai sebagai topping. Pastikan bahan tersebut dikocok dengan sempurna karena bila tidak, setelah dipanggang, klapertart bisa berair.

Olahan klapertart merupakan salah satu suguhan tradisional yang cukup tricky. Supaya kelembutan makanan berbasis custard dan kelapa muda ini senantiasa terjaga, tips membuat klapertart di atas bisa membantu mewujudkannya. Selain itu, pastikan kamu memakai resep yang tepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article