Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi lemet ubi gula merah (commons.wikimedia.org/Supardisahabu)
  • Pilih ubi tua yang manis alami, padat, bebas busuk, dan tidak terlalu berserat agar cita rasa lemet lebih enak serta berpadu baik dengan gula merah.
  • Sisir atau lelehkan gula merah, lalu campurkan bertahap sambil mengaduk dasar dan sisi wadah agar rasa manis tersebar merata.
  • Gunakan sekitar 75–100 gram gula merah per 500 gram ubi, cicipi adonan, dan bungkus dengan ukuran seragam agar matang merata.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lemet ubi gula merah menjadi salah satu jajanan tradisional yang masih digemari karena rasanya manis dan teksturnya lembut. Perpaduan ubi yang legit dengan gula merah menghasilkan cita rasa khas yang cocok dinikmati sebagai camilan sore. Namun, pernahkah kamu membuat lemet ubi yang sebagian terasa manis, sementara bagian lainnya justru hambar?

Kondisi tersebut bisa terjadi karena gula merah belum tercampur dengan baik atau pemilihan bahan yang kurang tepat. Padahal, ada beberapa hal sederhana yang perlu diperhatikan agar rasa manis pada lemet ubi lebih merata. Supaya hasilnya sesuai harapan, simak lima tips membuat lemet ubi gula merah berikut ini.

1. Pilih ubi yang sudah tua dan rasanya manis

ilustrasi ubi jalar (pixabay.com/sdnet01)

Pemilihan ubi menjadi langkah awal yang perlu diperhatikan saat membuat lemet ubi gula merah. Sebaiknya gunakan ubi yang sudah tua karena teksturnya cenderung lebih padat dan memiliki rasa manis alami. Ubi yang berkualitas juga akan menghasilkan adonan dengan cita rasa lebih enak tanpa perlu terlalu banyak tambahan gula.

Selain itu, pastikan ubi tidak memiliki bagian yang busuk atau terlalu banyak serat keras. Jenis ubi yang digunakan juga bisa memengaruhi tingkat kemanisan lemet setelah dikukus. Dengan bahan dasar yang tepat, rasa manis alami ubi bisa berpadu lebih baik dengan gula merah.

2. Haluskan gula merah sebelum dicampurkan

ilustrasi gula merah (vecteezy.com/Diana Hayati)

Gula merah sebaiknya tidak langsung dimasukkan dalam bentuk bongkahan besar ke dalam adonan ubi. Bongkahan tersebut membutuhkan waktu lebih lama untuk larut sehingga rasa manisnya berisiko terkumpul di beberapa bagian saja. Untuk mengatasinya, gula merah bisa disisir halus terlebih dahulu menggunakan pisau.

Jika ingin lebih mudah tercampur, gula merah juga bisa dilelehkan dengan sedikit air. Setelah itu, larutan gula perlu didinginkan sebelum dimasukkan ke dalam adonan ubi. Cara ini membantu gula merah menyebar lebih merata sehingga tidak ada bagian lemet yang terasa terlalu manis atau hambar.

3. Campurkan gula merah secara bertahap

ilustrasi gula merah (freepik.com/freepik)

Saat membuat adonan lemet, gula merah sebaiknya tidak dimasukkan sekaligus dalam satu waktu. Tambahkan sedikit demi sedikit sambil adonan ubi terus diaduk agar rasa manisnya tersebar ke seluruh bagian. Cara ini juga memudahkan kamu mengontrol tingkat kemanisan sesuai selera.

Pastikan bagian dasar dan sisi wadah ikut diaduk karena gula merah terkadang mengendap di bagian bawah. Gunakan spatula atau sendok besar untuk membalik adonan hingga seluruh bahan tercampur rata. Dengan begitu, setiap bungkus lemet bisa memiliki rasa manis yang relatif sama.

4. Perhatikan perbandingan ubi dan gula merah

ilustrasi ubi jalar (pixabay.com/ivabalk)

Takaran gula merah perlu disesuaikan dengan jumlah ubi yang digunakan agar rasa lemet tidak terlalu manis atau justru hambar. Jika jumlah gula terlalu sedikit, rasa manis alami ubi mungkin kurang terasa setelah proses pengukusan. Sebaliknya, penggunaan gula merah berlebihan bisa membuat cita rasa ubi tertutupi.

Untuk mendapatkan rasa yang seimbang, kamu bisa menggunakan sekitar 75–100 gram gula merah untuk setiap 500 gram ubi parut. Takaran tersebut bisa disesuaikan kembali dengan jenis ubi dan tingkat kemanisan yang diinginkan. Sebaiknya, cicipi sedikit adonan sebelum dibungkus agar tingkat kemanisannya bisa diperbaiki.

5. Bungkus adonan dengan ukuran yang seragam

ilustrasi daun pisang (pixabay.com/StockSnap)

Ukuran dan ketebalan lemet juga perlu diperhatikan agar proses pematangannya berlangsung merata. Jika ada bungkus yang terlalu besar atau terlalu tebal, bagian tengahnya bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk matang. Kondisi tersebut dapat memengaruhi tekstur dan penyebaran rasa pada lemet.

Gunakan daun pisang dengan ukuran yang kurang lebih sama untuk setiap bungkus. Ambil adonan dalam jumlah seragam, lalu lipat daun pisang dengan rapat agar isinya tidak mudah keluar selama dikukus. Susun lemet dengan sedikit jarak di dalam kukusan supaya uap panas bisa menjangkau setiap bungkus.

Lemet ubi gula merah juga bisa dikreasikan dengan tambahan kelapa parut untuk menghasilkan tekstur yang lebih gurih. Kamu bisa memilih kelapa yang tidak terlalu tua agar rasanya tetap ringan dan mudah menyatu dengan ubi. Menariknya, aroma daun pisang yang digunakan sebagai pembungkus akan membuat camilan tradisional ini semakin menggugah selera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article