Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Menu Sahur Simpel yang Tinggal Dipanaskan, Praktis tapi Tetap Bergizi

5 Menu Sahur Simpel yang Tinggal Dipanaskan, Praktis tapi Tetap Bergizi
ilustrasi sup (pexels.com/Annushka Ahuja)
Intinya Sih
  • Artikel membahas solusi sahur praktis dengan menyiapkan menu yang bisa disimpan dan tinggal dipanaskan, agar waktu sahur lebih efisien tanpa mengorbankan nilai gizi.
  • Lima menu utama yang direkomendasikan meliputi ayam suwir bumbu kuning, tumis tahu tempe pedas manis, sup ayam sayuran, nasi goreng frozen, dan telur dadar padang tebal.
  • Penulis menekankan pentingnya keseimbangan gizi dalam setiap menu sahur agar energi tetap terjaga selama puasa dan aktivitas pagi berjalan lancar tanpa terburu-buru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sahur itu sering jadi momen yang penuh drama. Alarm bunyi, mata masih berat, dapur masih gelap, dan waktu terasa mepet. Ujung-ujungnya banyak orang memilih makan seadanya atau malah melewatkan sahur. Padahal, sahur itu penting sekali demi menjaga energi selama puasa.

Solusinya sebenarnya sederhana: siapkan menu sahur simpel yang tinggal dipanaskan. Jadi, saat waktu sahur tiba, kamu tidak perlu masak dari nol. Cukup keluarkan dari kulkas atau freezer, panaskan sebentar, lalu siap disantap. Praktis, hemat waktu, dan tetap bergizi. Berikut beberapa ide menu sahur simpel yang bisa kamu siapkan dari malam sebelumnya atau bahkan untuk stok beberapa hari.

1. Ayam suwir bumbu kuning

ilustrasi ayam suwir
ilustrasi ayam suwir (freepik.com/jcomp)

Ayam suwir itu penyelamat sekali. Bisa dimakan dengan nasi hangat, dijadikan isian roti, atau dicampur ke dalam telur orak-arik. Cara membuatnya sangat sederhana , tumis bumbu kuning (bawang merah, bawang putih, kunyit, ketumbar), lalu masukkan ayam rebus yang sudah disuwir. Masak sampai agak kering supaya tahan lebih lama. Simpan dalam wadah tertutup di kulkas, bisa tahan 2–3 hari.

Saat sahur, tinggal panaskan. Tambahkan nasi hangat dan lalapan kalau ada. Protein dari ayam membantu kamu kenyang lebih lama dan menjaga massa otot selama puasa.

2. Tumis tahu tempe pedas manis

ilustrasi tumis tahu tempe (freepik.com/freepik)
ilustrasi tumis tahu tempe (freepik.com/freepik)

Menu ini klasik tapi selalu jadi andalan. Tahu dan tempe tinggi protein nabati, murah, dan gampang diolah. Potong tahu dan tempe, goreng setengah matang, lalu tumis dengan bawang putih, cabai, kecap manis, dan sedikit saus tiram. Masak sampai bumbu meresap dan agak kering. Semakin kering, biasanya makin tahan lama di kulkas.

Saat sahur, tinggal panaskan sebentar. Kalau mau lebih segar, tambahkan irisan daun bawang atau sedikit perasan jeruk nipis setelah dipanaskan. Praktis dan tetap bergizi!

3. Sup ayam sayuran

ilustrasi sup (pexels.com/Annushka Ahuja)
ilustrasi sup (pexels.com/Annushka Ahuja)

Sup ayam itu comfort food bagi banyak orang, apalagi kalau sahur sedang kurang selera makan. Kamu bisa buat satu panci besar berisi ayam, wortel, kentang, dan buncis. Bumbunya cukup bawang putih, lada, dan sedikit garam.

Setelah matang, bagi ke dalam wadah kecil per porsi. Simpan di kulkas atau freezer. Saat sahur, tinggal panaskan satu wadah. Praktis sekali. Kuah hangat membantu tubuh terasa lebih nyaman, sementara karbohidrat dari kentang dan protein dari ayam bikin energi lebih stabil sampai siang.

4. Nasi goreng frozen

ilustrasi nasi goreng (freepik.com/freepik)
ilustrasi nasi goreng (freepik.com/freepik)

Daripada beli nasi goreng instan beku, kenapa tidak coba buat sendiri? Gunakan nasi sisa semalam, campur dengan ayam suwir, sosis, atau sayuran. Masak seperti biasa sampai matang.

Setelah dingin, bagi ke dalam beberapa wadah kecil. Simpan di freezer. Saat sahur, tinggal panaskan di wajan atau microwave. Dalam 5–7 menit, nasi goreng hangat siap dimakan. Kelebihannya, kamu bisa mengontrol jumlah minyak dan garam, jadi lebih sehat.

5. Telur dadar padang tebal

ilustrasi telur dadar
ilustrasi telur dadar (vecteezy.com/Pasakorn Hansetagan)

Telur itu bahan paling praktis untuk sahur. Supaya tidak bosan, buat telur dadar tebal ala rumah makan Padang. Campur telur dengan daun bawang, sedikit tepung, dan irisan cabai. Goreng sampai matang dan agak kering.

Simpan di kulkas. Saat sahur, tinggal panaskan lagi sebentar di teflon tanpa tambahan minyak. Sajikan dengan nasi hangat dan sambal. Protein dari telur membantu kamu merasa kenyang lebih lama dan mencegah lemas di siang hari.

Menyiapkan menu sahur simpel yang tinggal dipanaskan itu bukan soal malas masak, tapi soal strategi. Dengan sedikit perencanaan, sahur jadi lebih tenang, tidak terburu-buru, dan tetap bernutrisi. Apalagi kalau kamu punya aktivitas padat di pagi hari, atau harus mengurus keluarga sebelum Subuh benar-benar habis. Dengan stok makanan siap dipanaskan, kamu bisa fokus menikmati sahur tanpa panik.

Yang penting, tetap perhatikan keseimbangan gizi: ada karbohidrat, protein, sedikit lemak sehat, dan kalau bisa sayuran. Simpel tidak harus berarti asal-asalan. Semoga Ramadan kali ini sahurnya lebih teratur, lebih praktis, dan tetap sehat ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Food

See More