Comscore Tracker

Ikan Segar vs Ikan Beku, Mana yang Lebih Sehat?

Beberapa orang mengira kualitas ikan beku kurang segar

Bicara tentang ikan untuk hidangan sehari-hari, mana yang lebih sering kamu beli, ikan segar atau ikan beku?

Banyak orang yang lebih memilih ikan segar karena khawatir kualitas ikan beku tidak sama dengan yang segar. Untuk yang senang membeli produk ikan beku, biasanya alasannya karena praktis dan bisa disimpan lebih lama di freezer.

Sebetulnya, mana, sih, yang lebih sehat antara ikan segar vs ikan beku? Kalau kamu penasaran dengan jawabannya, simak penjelasan di bawah ini sampai habis, ya!

1. Membekukan ikan tidak mengurangi nutrisinya

Ikan Segar vs Ikan Beku, Mana yang Lebih Sehat?ilustrasi ikan beku atau frozen fish (foodwithyou.com)

Ikan adalah salah satu makanan paling sehat karena tinggi akan berbagai nutrisi penting seperti protein dan vitamin D. Selain itu, ikan juga merupakan sumber baik asam lemak omega-3, yang sangat penting bagi tubuh dan otak, mengutip Healthline. Lantas, apakah nutrisi tersebut akan berkurang bila ikan dibekukan?

Dilansir Livestrong, membekukan ikan tidak mengurangi konten nutrisi ikan pada sebagian besar kasus. Protein, lemak, dan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A dan D tidak terpengaruh oleh proses pembekuan.

Meski begitu, saat mencairkan ikan beku, kamu bisa kehilangan sebagian kandungan air dari ikan saat proses pencairan tersebut. Air tersebut dapat mengandung vitamin dan mineral yang larut dalam air. Bila kamu menggunakan semua air yang hilang dari ikan saat memasak, kamu akan mempertahankan vitamin dan mineralnya. Karena ikan segar tidak kehilangan kandungan airnya, ia tidak akan kehilangan vitamin dan mineral.

2. Ada risiko infeksi parasit bila mengonsumsi ikan mentah

Ikan Segar vs Ikan Beku, Mana yang Lebih Sehat?ilustrasi ikan segar (pixabay.com/Kevin Phillips)

Ikan segar maupun beku tetap sama-sama bisa menyehatkan. Akan tetapi, perhatikan cara memasaknya. Memasaknya tidak benar bisa menghilangkan nutrisi ikan serta bisa menyebabkan penyakit. Sebagai contoh, bila ikan diolah dengan digoreng dengan banyak minyak, vitamin dan mineral di dalamnya bisa hilang. Kemudian, bila ikan tidak diolah hingga benar-benar matang, kamu bisa terserang penyakit.

Dilansir Healthline, terdapat parasit bernama Diphyllobothrium latum yang datang dari ikan. Cacing pita ini bisa menginfeksi seseorang saat orang tersebut memakan ikan mentah atau kurang matang. Bila terinfeksi, gejalanya adalah diare, sakit perut, turunnya berat badan secara tiba-tiba, hingga lemas.

Risiko lainnya adalah keracunan makanan akibat infeksi bakteri akibat mengonsumsi makan ikan (dan kerang-kerangan) mentah dan setengah matang, paling sering adalah Salmonella dan Vibrio vulnificus, mengutip Eat This Not That!

Teguh Jati Prasetyo, S.Gz, M.Si selaku ahli gizi memberikan tambahan seputar fakta tersebut.

“Memakan ikan segar dan mentah memang lebih bernutrisi ketimbang memakan ikan yang sudah dimasak. Sama seperti sayur. Hanya saja, masalah higienitasnya perlu diperhatikan untuk menghindari infeksi parasit dan bakteri,” ujarnya.

Baca Juga: 10 Aneka Ikan Lezat Tinggi Protein, Cocok buat Menu Makan Harian

3. Ikan beku bisa tergolong segar tergantung berapa lama penyimpanannya

Ikan Segar vs Ikan Beku, Mana yang Lebih Sehat?ilustrasi ikan (pixabay.com/Reinhard Thrainer)

Ada satu isu yang disebutkan oleh Teguh, yaitu tentang kesegaran ikan. Ikan segar tidak semata-mata merupakan ikan yang langsung diambil dari laut atau sungai. Bahkan, ikan beku disimpan di dalam freezer selama beberapa hari pun tetap bisa disebut ikan segar asalkan memenuhi beberapa persyaratan ini:

  • Warna dagingnya tidak pucat
  • Tidak mengeluarkan bau
  • Tidak terasa aneh ketika dicicipi

Masalah kesegaran ikan ditentukan oleh dua faktor, yaitu berapa lama durasi waktu ikan ditangkap dari laut atau sungai hingga disimpan dalam freezer, serta berapa lama ikan tersebut disimpan dalam freezer.

Teguh mengatakan kalau ikan yang terlalu lama berada di suhu ruangan akan memunculkan bakteri-bakteri berbahaya.

4. Cara memasak menentukan kandungan nutrisi dalam ikan

Ikan Segar vs Ikan Beku, Mana yang Lebih Sehat?ilustrasi ikan salmon (pixabay.com/Shutterbug75)

Daripada pusing memikirkan mana yang lebih sehat antara ikan segar dan ikan beku, Teguh menyarankan untuk lebih memperhatikan cara memasaknya. 

Ia menyarankan untuk tidak mengolah ikan dengan menggorengnya, apalagi bila kamu sedang menjalani program diet. Menggoreng ikan akan menambah jumlah lemak dalam makanan tersebut. Akan tetapi, sebagai makanan sehari-hari, ikan yang digoreng tidak jadi masalah asalkan dikombinasikan dengan makanan sehat lainnya.

“Perhatikan saja minyak gorengnya. Jangan sampai minyak itu merupakan minyak yang sudah berkali-kali dipakai. Residu gorengan sebelumnya bisa mengubah ikan itu menjadi makanan yang tidak sehat. Jadi, masalah minyak perlu diwaspadai,” terang Teguh.

“Oh, jangan terlalu gosong pula karena kandungan gizinya akan menurun drastis," ia menambahkan.

Sebagai tambahan, Teguh memberi saran tentang cara terbaik memasak ikan beku. Satu hari sebelum memasaknya, pindahkan ikan beku dari freezer ke tempat penyimpanan daging yang biasanya ada di kulkas. Tujuannya agar es yang menyelimuti ikan lumayan mencair. Cara lainnya adalah dengan merebus ikan beku tersebut.

Akan lebih baik lagi bila ikan yang dicairkan tersebut sudah sesuai porsi yang direncanakan untuk disajikan. Sebagai contoh, kalau kamu punya stok 2 kg ikan tetapi yang kamu perlukan hanya 500 gram, sebaiknya ikan tersebut dipotong-potong terlebih dulu sesuai porsi yang diinginkan sebelum dimasukkan ke dalam freezer

Hal tersebut penting untuk mencegah pengurangan pencairan es pada ikan. Hindari mencairkan ikan lalu memasukkan lagi ke freezer untuk mencegah kontaminasi bakteri.

5. Seimbangkan nutrisi yang bakal diserap oleh tubuhmu

Ikan Segar vs Ikan Beku, Mana yang Lebih Sehat?ilustrasi sushi (pixabay.com/S. Hermann & F. Richter)

Apa ikan yang paling sehat? Teguh menjawab bahwa setiap ikan memiliki kandungan gizi berbeda dan semua jenis ikan layak untuk dimakan dan membawa berbagai manfaat kesehatan.

Hanya satu catatan penting dari Teguh yang perlu diperhatikan. Ada baiknya konsumsi ikan diimbangi dengan bahan makanan lain agar nutrisi yang kamu dapat seimbang. 

“Selain ikan, di piringmu sebaiknya juga ada sayur serta bahan lainnya. Jauh lebih baik lagi bila jenis ikan yang kamu konsumsi itu berganti terus dan beraneka ragam, sehingga nutrisi yang kamu dapatkan juga menjadi lebih banyak,” ucap Teguh memberi pesan.

Kesimpulannya, ikan beku maupun segar sama-sama bisa menyehatkan. Yang penting adalah perhatikan kebersihannya, menyimpan ikan beku dan mencairkannya dengan benar, serta cara memasaknya. Tak lupa, variasikan juga dengan makanan sehat lainnya lewat pola makan sehat bergizi seimbang.

Baca Juga: 5 Manfaat Ikan Patin Bagi Kesehatan Tubuh, Konsumsi Yuk!

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya