Comscore Tracker

10 Stigma yang Sering Diberikan kepada Penderita Gangguan Mental

Penghakimanmu tidak memberikan jalan keluar

Kesehatan mental masih sering disepelekan ketimbang kesehatan fisik. Masyarakat masih menganggap kesehatan fisik masih jauh lebih berbahaya ketimbang mental mengingat fisik bisa membunuh, sedangkan mental tidak. Kenyataannya, gangguan mental bisa membuat seseorang ingin mengakhiri hidupnya.

Hingga kini, berbagai stigma masih melekat erat pada orang-orang dengan gangguan mental. Hal tersebut bukannya meringankan beban, malahan dapat menambah masalah mengingat itu bukanlah sebuah solusi.

Berikut ini beberapa stigma yang sering diberikan kepada orang-orang dengan gangguan mental. Yuk, segera hapus stigma tersebut!

1. Masalah kesehatan mental itu hal yang jarang

10 Stigma yang Sering Diberikan kepada Penderita Gangguan Mentalrosehillcenter.org

Tahun 2001, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sempat memperkirakan bahwa 1 dari 4 orang di dunia mengalami gangguan mental atau neurologis di suatu titik tertentu dalam hidupnya.

Data tersebut juga didukung oleh data dari The Lancet, yang menyebutkan bahwa setidaknya ada 264 juta orang di dunia yang mengalami depresi pada tahun 2017.

2. Serangan panik bisa berakibat fatal

10 Stigma yang Sering Diberikan kepada Penderita Gangguan Mentalsanovnik.at

Walaupun tampak mengerikan dan tidak nyaman karena melibatkan detak jantung yang cepat serta ketakutan berlebihan, serangan panik tidak pernah fatal. Kasus tragis yang terjadi akibat serangan panik umumnya muncul akibat kecelakaan karena berada di lokasi yang tidak tepat.

3. Penderita gangguan mental tidak mampu bekerja

10 Stigma yang Sering Diberikan kepada Penderita Gangguan Mentaltpfcu.com

Menurut sebuah penelitian yang berjudul “Employment Status of People With Mental Illness: National Survey Data From 2009 and 2010” dalam jurnal Psychiatric Services tahun 2014, setidaknya 54,5 persen individu dengan gangguan mental yang cukup parah tetap dipekerjakan.

4. Masalah gangguan mental adalah tanda kelemahan

10 Stigma yang Sering Diberikan kepada Penderita Gangguan Mentalmedium.com

Apakah patah tulang kaki menjadi tanda kelemahan seseorang? Tidak, bukan? Kurang lebih kesehatan mental serupa dengan itu. Ini bukan tanda lemahnya karakter seseorang, tetapi penyakit. Banyak orang yang tidak sadar akan hal itu dan untuk mengatasinya juga tidak mudah dan tak jarang butuh pengobatan dalam jangka waktu lama.

5. Hanya orang tanpa teman yang membutuhkan terapis

10 Stigma yang Sering Diberikan kepada Penderita Gangguan Mentalscmp.com

Ada perbedaan yang sangat jauh antara berbicara dengan seorang terapis dan berbicara dengan kawan yang tidak memahami tentang pemahaman akan kesehatan mental.

Curhat dengan orang yang dipercaya memang bisa membantu, tetapi seorang terapis bisa mengarahkan pembicaraan dan mendeteksi isu utamanya. Dari situ, solusi yang lebih pasti bisa ditemukan. Lagi pula, tidak semua orang bisa terbuka sepenuhnya kepada kawannya.

Baca Juga: 5 Hal Tentang Gangguan Mental Intermitten Explosive Disoders

6. Gangguan mental adalah kondisi yang permanen

10 Stigma yang Sering Diberikan kepada Penderita Gangguan Mentalsites.psu.edu

Masih banyak yang menganggap bahwa gangguan mental tidak dapat disembuhkan. Padahal, ada banyak jenis gangguan mental. Ada yang bisa sembuh seketika dan secara spontan, ada pula yang butuh penanganan medis. Meski perawatannya bisa berlangsung lama, tetapi kesembuhan bukanlah hal mustahil.

7. Kecanduan merupakan akibat dari tekad yang lemah

10 Stigma yang Sering Diberikan kepada Penderita Gangguan Mentaldiscoveryplace.info

Adiksi tercipta karena produksi hormon dopamin yang tidak terkontrol di kepala. Secara biologis, ini menunjukkan bahwa kecanduan bukanlah masalah tentang seberapa besar tekad seseorang.

Hal tersebut juga didukung oleh sebuah penelitian dalam jurnal Addictive Behaviors Reports yang menyebutkan bahwa orang-orang yang mengalami kecanduan tidak terlihat seperti orang dengan tekad yang kurang. Malah sebaliknya, pemulihan bergantung pada strategi untuk melestarikan tekad, yang caranya adalah mengontrol lingkungan sekitar.

8. Penderita skizofrenia punya kepribadian ganda

10 Stigma yang Sering Diberikan kepada Penderita Gangguan Mentalbanyantreatmentcenter.com

Berdasarkan penjelasan dari WHO, skizofrenia dideskripsikan sebagai gangguan mental yang ditandai dengan distorsi pemikiran, persepsi, emosi, bahasa, kesadaran diri, serta kebiasaan.

Distori inilah yang bisa menyebabkan halusinasi dan delusi hingga membuat seseorang tampak berbeda. Kepribadian ganda punya karakteristiknya sendiri dan disebut dengan multiple personality disorder.

9. Gangguan makan hanya terjadi pada perempuan

10 Stigma yang Sering Diberikan kepada Penderita Gangguan Mentalmedindia.net

Studi yang meneliti gangguan makan selama 10 tahun menunjukkan demografi yang berubah. Diterbitkan di jurnal BMC Public Health tahun 2014, penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan pesat gangguan makan pada laki-laki, individu yang berpenghasilan rendah, dan usia 45 tahun ke atas. Angkanya mencapai 25 persen untuk penderita anoreksia dan bulimia pada laki-laki serta gangguan makan berlebihan.

10. Semua orang yang punya gangguan mental selalu bengis

10 Stigma yang Sering Diberikan kepada Penderita Gangguan Mentalnypost.com

Memang benar seseorang bisa menjadi lebih kasar, agresif, dan perilakunya tak bisa diprediksi karena gangguan mental tertentu. Namun, angka kasusnya tidak banyak. Sebaliknya, ada ahli yang mengatakan bahwa penderita gangguan mental lebih sering menjadi korban kekerasan.

Hentikan melabeli orang-orang dengan gangguan mental dengan stigma apa pun. Kamu harus memahami kondisi mereka, lawan stigma yang menyudutkan mereka, dukung mereka untuk mendapatkan penanganan medis, sehingga kamu berperan serta dalam proses penyembuhannya.

Sederhananya, pikirkan saja bila dirimu yang mengalami gangguan mental, tentu kamu tidak ingin diperlakukan secara tidak adil, bukan?

Baca Juga: Mirip Introver, 5 Ciri Ini Justru Tanda Gangguan Mental Skizoid Lho!

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya